My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 143


__ADS_3

Leon mengeluarkan sebuah amplop putih yang dimana di sana bertuliskan hasil dan yang sudah dia dapatkan dari negaranya Indonesia. Tangganya memberikan amplop putih dengan cap lambang rumah sakit khas Indonesia. Cyla mengambil barang yang disodorkan kepadanya.


Matanya melihat tampilan amplop yang di sana bertulisan nama rumah sakit asal Indonesia. Masker yang masih ada di bawah dagu miliknya. Cyla lepaskan dan masukkan ke dalam kantong Hoodie nya. Tatapannya berpaling ke arah Leon yang sedang gugup.


"Apa ini berbahaya?" tanya Cyla curiga.


"Tenang saja itu bukan bahaya tapi berkah" jawab Leon meyakinkan. Cyla menatap kembali amplop putih yang ada di tangannya. Dengan perlahan tangganya membuka amplop putih tersebut dan mengeluarkan kertas putih yang terlipat rapi.


Tangan yang mulanya berisikan amplop putih tadi telah digantikan oleh kertas yang terlipat-lipat rapi. Jari-jarinya membuka lipatan kertas dan membaca tulisan yang tertera di kertas. Isi kertas itu menggunakan bahasa Indonesia yang sangat bisa dipahami Cyla. Isinya menyatakan hasil tes DNA yang bertuliskan persen yang hampir 100%. Dan memiliki arti bahwa orang yang melakukan tes itu sangat cocok ataupun sedarah.


Dengan kebingungan yang ada di pikirannya Cyla menatap Leon sekali lagi. Meminta penjelasan maksud dari kertas yang merupakan hal bersangkutan dengan dirinya. Jika pasal angka dia pintar atau pandai memahaminya tapi dia tidak memahami makna kata-kata yang ada di sini dan tujuannya.


"Maaf tuan Leon, bukannya anda ingin memberitahu hal yang bersangkutan dengan saya lalu kenapa anda memberikan saya tes DNA?" bingung Cyla. Wajah gugup Leon mendadak terdiam, dia seharusnya menjelaskan dulu tetapi malah dia memberikan amplop itu langsung. Jika isi amplop itu berisi uang mungkin orang akan paham tali ini tulisan nya berisi kata 'Cocok'


"Maaf seharusnya saya menjelaskan terlebih dahulu tentang amplop itu" ucap Leon meminta maaf.


"maksudnya?" bingung Cyla.


"Apa anda ingat kejadian di Hawai dimana saya meminta satu helai rambut anda?" tanya Leon yang direspon anggukan oleh Cyla.


"ah yang di saat itu Alex datang kan?"

__ADS_1


"Setelah itu saya kembali ke Indonesia untuk meminta dokter pribadi keluarga saya memulai test dari rambut anda dan rambut saya" lanjut Leon.


"Tunggu jangan bilang?" ucap Cyla. entah kenapa sekarang perasaan merasakan berdebar-debar. Tidak mungkin kan apa yang dia pikirkan dan bayangkan akan dikatakan oleh orang yang ada dihadapannya.


"Ya seperti yang anda pikirkan hasilnya adalah cocok. Saya adalah kakak kandungmu Rosena Cylame!" jelas Leon dan menatap mata Cyla penuh dengan keyakinan.


"Apa ini bulan April? anda bercanda yaa" kekeh Cyla dan langsung memalingkan pandangannya ke arah lain. Dengan cepat Leon berdiri dan memajukan tubuhnya. Tangannya menyentuh wajah milik perempuan yang ada dihadapan.



Matanya miliknya dan milik Cyla saling bertatapan. Tatapan Leon yang bersih tanpa kebohongan dan penuh dengan aura keyakinan yang tinggi. Di saat itulah Cyla tau ini semua bukan kebohongan. Karena dia tau mata orang yang ada dihadapannya. Mata dimana semua kejujuran terungkap dan dimana mata itu pulalah yang dimana di saat lain bewarna putih bersih tanpa noda. Noda kebohongan akan setiap katanya.


"Apa kamu bisa menemukan kebohongan di mata ini?" tegas Leon. Jantungnya bisa-bisa copot jika dia ketahuan oleh orang taunya membentak adik perempuannya. Tapi tidak ada cara lain untuk meyakinkan perempuan yang ada dihadapannya. Dimana adiknya sudah terbiasa tinggal di sebuah panti asuhan. Hidup penuh dengan kerja keras tanpa merasakan kemewahan atau manjaan saat kecil.


'I..ini pasti bercanda Cyla tidak mungkinkan kita menjadi orang yang memiliki orang tua seketika ayolah bangun dari mimpimu' pikir Cyla meyakinkan. Cyla yang sibuk dengan pikirannya tidak mengetahui bahwa orang yang sedang dia bahas sedang khawatir.


Leon memindah posisinya dan melepas genggaman tangannya dari wajah adiknya. Dia menunduk sopan dan membalik kursi milik Cyla. Dengan cepat dia menggenggam tangan perempuan yang ada dihadapannya dengan hangat.


"Maaf.. maafkan kakak, apa itu sakit? ku mohon jangan menangis?" khawatir Leon yang dari tadi melihat Cyla menangis tanpa henti.


"Cyla? Cyla? apa kau dengar kakak? tolong berhenti menangis ini membuat diriku tambah khawatir kepadamu" ucap Leon dan mengengam tangan Cyla erat. Matanya malah ikut meneteskan air mata. Saat dia melihat wajah adiknya yang menangis jujur ini membuatnya ikut menangis dan entah kenapa perasaan yang menyesakkan ini sangat menyakitkan dadanya.

__ADS_1


Pikiran Cyla buyar di saat dia merasakan tetesan air mata membasahi tangan miliknya. Saat dia sadar dirinya melihat Leon menunduk di hadapannya sambil menggenggam tangannya erat.


"Le..Leon Ada apa?" gugup Cyla yang masih bergenangan air mata.


"Tolong jangan menangis seperti ini, aku khawatir kepadamu Cyla" tangis Leon. Untuk pertama kalinya dia mengeluarkan sisi lemahnya di hadapan adiknya selain ibunya. Yang dimana di saat ibunya terkena penyakit itu dunia seakan membanting dirinya dari kenyataan. Dan sekarang malah adiknya yang membuat dirinya khawatir.


"Maaf aku... aku hanya terkejut saja" senyum Cyla manis. Cyla menarik tangan miliknya dari tangan Leon. Dengan pelan Cyla menghapus sisa air mata miliknya dan menyentuh pipi milik Leon.


Elusan yang lembut menghilangkan tetesan air mata yang keluar dari pelipis mata Leon. Hatinya yang terasa khawatir sudah berganti menjadi tenang. Di saat tangan adiknya menyentuh lembut pipinya. Menghilangkan air mata yang keluar karena kekhwatiran miliknya.


"Kalau begitu bisakah Tuan.. ah maksud saya kakak menceritakan semuanya?" tanya Cyla di kata Kakak itu dia merasakan grogi untuk pertama kalinya. Menyebutkan kalimat kakak kepada orang yang benar-benar sedarah dengannya.


Leon berdiri dari tempatnya dan menggenggam tangan kanan Cyla. Dengan gaya ala tuan putri, Leon mencium telapak tangan milik Cyla dengan lembut.


"Suatu kewajiban untuk saya, adikku" sopan Leon. Suasana hangat menggantikan suasana haru. Leon menceritakan semua fakta dan kebenarannya yang dimana adik perempuannya diculik dan tidak ditemukan. Cyla menggangguk sesekali sambil mendengarkan penjelasan kakaknya.


Cyla merasakan bahwa ini mimpi dan dia berharap waktu berhenti seketika tapi dia sadar ini adalah kenyataan. Yang dimana setiap kenyataan yang diceritakan oleh kakaknya membuat hatinya sedih dan juga bahagia. Sedikit akan penderitaan yang dia terima dan keluarga kandungnya terima. Dan bahagia untuk kebenaran yang mengejutkan tentangnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:

__ADS_1


My Ex Secretary


__ADS_2