My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 23


__ADS_3

Di atas meja makan itu terlihat seorang wanita dan seorang laki-laki yang sedang mulai mencicipi makanan mereka. Hari ini adalah hari ke 10 mereka melakukan bulan madu berdua. Sudah satu Minggu lebih mereka berada di pulau Bali ini. Ditemani makanan seafood, ombak dan juga lambaian pohon kelapa.


Membuat kehidupan mereka selalu bahagia walaupun di setiap malamnya terdapat gangguan dari mahluk halus. Dimana mahluk halus itu selalu menggangu mereka dari telpon, surat, paket bahkan sampai mimpi.


"Moon... apa yang sedang kau pikirkan? sampai seserius itu?" tanya Cyla yang melihat bahwa suaminya sama sekali belum menyentuh makanan yang ada di meja.


"Tidak ada, hanya saja aku pikir jika kita memiliki seorang anak ku harap itu adalah perempuan" senyum Alex yang tidak ingin memikirkan lagi tingkah laku anak laki-lakinya.


"Perempuan? memangnya kenapa harus perempuan?"


"Agar Rei bisa punya teman bermain... mungkin" jelas Alex yang sama sekali tidak ingin memberitahukan alasan sebentar. Namun sayang Cyla yang menyadari gerak-gerik suaminya mengeluarkan senyum manisnya dan menatapnya tajam.


"Ehhh benarkah? pasti itu bohong bukan" senyum Cyla yang tidak percaya alasan milik Alex.


"Huft, baiklah memang bukan itu alasan utamaku ingin memiliki anak perempuan"


"Lalu?"


"Itu karena aku ingin Rei menjaga anak perempuan itu dan menaruh semua perhatian dan kasih sayang nya kepada anak perempuan itu, karena kau tau bukan Rei tidak bisa lepas darimu bahkan sedetik saja" jelas Alex yang ingin Rei melepaskan istrinya Cyla dan memilih anak perempuan nya.


Walau di masa depan nanti anak perempuan itu mungkin akan sulit mendapatkan jodoh karena larangan dan sikap overprotektif milik kakaknya.


'Jika dia memiliki anak perempuan itu bisa memudahkanku untuk berduaan bersama Cyla tanpa diganggu' pikir Alex.


Cyla yang mendengar penjelasan dari Alex hanya bisa tersenyum lembut saat mendengar nya. Ia tau suaminya ini yaitu Alex sering kesal dengan sikap anaknya. Apalagi anak laki-lakinya itu sangat suka menelponnya tiap malam. Bahkan jika bisa anak itu akan menelponnya dan menamnijya di telpon 24 jam.


"Sangat lucu" kekeh Cyla pelan. Ia memakan makanan seafood miliknya dan mengunyahnya pelan. Perasaan nya senang saat melihat sikap Alex dan Rei, namun sayang perasaan senang itu harus hilang di saat Indra penciuman dan Indra perasaan nya tiba-tiba merasa tidak nyaman.


"Sun, ada apa?" tanya Alex yang melihat wajah tidak nyaman milik Cyla.


"Ahhh, ti.. tidak apa-apa lanjutkan saja makanannya" senyum Cyla tidak nyaman.


Dia menyembunyikan perasaan tidak nyamannya dengan senyum nya. Cyla bingung dia harus bagaimana, perutnya seakan berputar-putar dan rasa makanan yang masuk ke mulutnya terasa sangat aneh.


'ahhh rasanya sangat aneh dan ini... uhhh'


"Sun...sun ada apa?" panggil Alex saat melihat Cyla bangkit dari kursinya. Wanita itu menutupi mulutnya dengan kedua tangan dan menatap Alex.


"Sun..."


"uhhh....." ucap Cyla yang dengan cepat berlari ke arah kamar mandi. Meninggalkan Alex dengan wajah yang khawatir saat menatap punggungnya.


"Sun, apa kau tidak apa-apa?" tanya Alex yang berlari ke arah Cyla dan menemaninya di kamar mandi.

__ADS_1


Semua makanan yang baru saja dimakan kini ia muntah kan, bening dan bening itu terlihat sebuah cairan bening yang keluar. Membuat Alex yang melihatnya dengan cepat menelpon Leon dan meminta bantuannya. Dia khawatir saat melihat kondisi Cyla dan bingung untuk membantu nya, karena dua sama sekali tidak memiliki teman di negara Indonesia.



Membuatnya sama sekali tidak memiliki teman dokter yang bisa dihubungi di Indonesia dan membuatnya hanya bisa menelpon Leon yang merupakan kakak Cyla.


"Haloooo, siapa dan dimana dan ada apa?" tanya Leon yang mengangkat telpon tanpa melihat nama pemanggilnya.


"Leon, cepat datang ke sini" ucap Alex meminta tolong.


"Alex? ada apa?"


"Kataku cepat datang ke sini dan juga bawa dokter ke mari, Cyla... cyla dia"


"Cyla? apa yang kami lakukan? astaga aku akan cepat ke sana dan aktifkan GPS mu"


"Baik, ingat cepat" ulang Alex lalu mematikan telponnya. Mengambil air dan membasuh mulut Cyla yang basah.


"Moo..n tidak apa-apa, tenang saja aku tidak apa-apa" ucap Cyla lemah dan kembali memuntahkan isi perutnya. Membuat Alex bingung dan tidak tau apa yang harus ia lakukan.


'Apa yang akan dilakukan orang-orang saat seseorang muntah?' pikir Alex yang sangat jarang memiliki penyakit.


"Mo...moon bisa sapu belakang punggung ku?"


"ehmm"


"Baiklah"


Alex yang mendengar permintaan milik Cyla dengan cepat menyapu punggungnya pelan. Dan membiarkan Cyla merasakan rasa nyaman oleh sapuannya. Hingga tidak lama Alex menggendong nya pelan ke arah tempat tidur dan menunggu Leon datang.


Leon yang datang dengan dokter langsung memeriksa kondisi Cyla. Memegang tangannya lalu memeriksa nadi wanita itu.


"Sudah ku katakan bukan untuk pulang secepatnya, Daddy" ucap Rei yang juga ikut dengan pamannya saat mendengar kabar ibunya.


"Bisakah kamu diam sebentar Rei" dingin Alex yang tidak peduli dengan sindiran milik anaknya karena yang sekarang dia khawatirkan adalah istrinya bukan anak laki-laki yang menambah kecemasannya saja.


"Cih-Cih, kenapa ini bisa terjadi Alex? bukannya kau bilang dia baik-baik saja selama ini?" tanya Leon yang melihat wajah pucat milik adiknya.


"Aku juga tidak tau dan jangan bertanya lagi" dingin Alex.


Matanya menoleh ke arah istrinya dan melihat dokter yang tadinya memeriksa telah berdiri dari tempat duduknya. Membuat Alex yang melihatnya dengan cepat menanyakan dokter tersebut.


"Apa yang terjadi? apa dia baik-baik saja?" tanya Alex khawatir.

__ADS_1


Dokter yang melihat dan mendengar pertanyaan milik Alex mengeluarkan ekspresi serius miliknya. Membuat orang-orang yang ada di sana menelan saliva mereka, takut akan berita terburuk yang ada.


"Saya sudah memeriksa nadi dan beberapa hal lainnya dan menemukan bahwa..."


"Bahwa??"


Wajah dokter itu berubah seketika, wajah serius nya berubah menjadi wajah yang penuh dengan kebahagiaan. Membuat Alex, Leon, dan Rei yang melihatnya bingung.


"Nona Cyla saat ini sedang mengandung seorang bayi, selamat tuan-tuan" jelas Graham yang merupakan dokter pribadi keluarga Dicapri. Membuat orang-orang yang mendengarnya membeku bahkan terkejut.


"Tuan-tuan?"


"Tu...tunggu hamil?"


"Ya hamil, dari nadi bahkan ciri-ciri yang diberikan oleh nona Cyla jelas ini menandakan bahwa nona Cyla saat ini mengandung." jelas Graham pasti.


"Jadi mommy benar-benar mengandung? tapi bukankah ini terlalu cepat?" tanya Rei yang mendengar bahwa orang-orang akan hamil 3-4 bulan paling cepat setelah pernikahan.


"Tidak tuan muda, karena nona Cyla benar-benar hamil walaupun ini terlalu cepat tapi ini memang faktanya dan juga kehamilan ini masih terlalu muda" jelas Graham.


"Terlalu muda? lalu kenapa dia bisa muntah-muntah seperti itu?" tanya Alex bingung.


"Mungkin itu dikarenakan nona Cyla merupakan salah satu perempuan yang sangat sensitif sehingga saat hamil ini dia dengan cepat muntah ataupun merasakan rasa pusing" jelas Graham.


"Jadi adikku benar-benar hamil saat ini?" tanya Leon yang tidak bisa berhenti terkejut dengan ucapan temannya.


"Ya, dan jika kalian semua tidak percaya kalian bisa datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kembali" ucap Graham yang memang tidak ingin membohongi pasiennya.


"Astaga, ini benar-benar kabar yang sangat hebat" semangat Leon dan mendekati adiknya. Tidak mempedulikan Alex yang sedang melamun karena terlalu terkejut dengan kabar yang ada.


"Hamil... Cyla.... benar-benar hamil" gumam Alex pelan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Oh yeah akhirnya Cyla hamil juga dan mas Alex kayaknya kamu terlalu ganas di ranjang jadi buat secepat ini, astagaaaa... kamu dapat sekali menghasilkan anak #SuburKali.


Dan juga lebih baik Alex yang ngidam atau Cyla ngidam? Berikan pilihan kalian di komen yaaaa....


Sekian terimakasih, Mata Ne~

__ADS_1


Happy November 🍁


__ADS_2