
Empat bulan terlah berlalu, di kota New York itu terlihat seorang wanita dengan perut buncitnya sedang duduk di sofa ruang keluarga. Disana ia ditemani dengan sesosok laki-laki yang dengan nyamannya tertidur di atas pahanya.
Laki-laki itu memiliki rambut pirang yang lembut dan juga wajah yang tertata rapi. Dari hidung, mata, alis bahkan bibir yang terlihat sangat manis. Mampu membuat wanita yang merasakan kelembutan dari rambut itu tersenyum lembut.
Dimana kelembutan nya berasal dari sosok bayi yang ada di dalam perut nya. Bayi yang saat ini memiliki kemauan banyak dan diperantarakan oleh suaminya, Alex.
"Rambut yang sangat lembut" gumam Cyla yang merasakan kelembutan rambut milik Alex di kulitnya. Tangannya membelai kepala itu pelan dan lembut hingga membuat orang yang sedang tertidur di atas paha itu merasakan rasa nyaman.
"Mommy, bukankah Daddy hanya pura-pura saja" bisik Rei yang selalu datang di saat ayah dan ibunya berduaan. Anak laki-laki itu masih tidak bisa menerima keinginan bayi yang ada di dalam perut ibunya. Dimana keinginan bayi di dalam perut ibunya sangat banyak memberikan keuntungan kepada ayahnya.
'Bagaimana bisa seorang bayi memberikan keuntungan berlebih untuk Daddy?' pikir Rei kesal.
"Pura-pura? hmmm entahlah tapi yang mommy tau itu karena pengaruh bayi bukan kepura-puraan"
"Tapi mom.."
"Daripada kamu kesal kenapa tidak menceritakan hari-hari mu di sekolah saja"
"Apa kegiatan sekolah itu sangat menarik?" tanya Rei yang tidak pernah merasakan kesenangan di masa sekolahnya.
"Tentu saja menarik, apa Rei tidak pernah merasakannya?"
"Entahlah, hanya saja saat aku di sekolah hanya hal-hal itu saja yang ku lakukan dan juga aku tidak memiliki teman satupun di sekolah" jelas Rei yang merasakan bosan saat bersekolah.
"Tidak memiliki teman?"
"Yap"
"Seperti itu ternyata, kalau begitu sini duduk samping mommy dan temani mommy menonton film" senyum Cyla yang tidak ingin menanyakan pertanyaan tentang sekolah lagi.
Dia sadar mata anak itu terlihat kosong dan hampa. Kehampaan dan kebosanan hati yang berasal dari lingkungan sekolah, yang membuat Cyla berhenti bertanya dan mengubah obrolan mereka dengan cepat.
"Baiklah tapi mommy aku ingin tidur di atas paha mommy" ungkap Rei yang tidak bisa berhenti itu saat melihat ayahnya dengan nyaman tertidur di atas paha ibunya.
"Tapi ini..."
"Jika kau iri bilang saja Rei" ucap Alex yang mulai membuka matanya pelan dan melihat tatapan dingin dari anaknya.
"Aku iri? siapa bilang?!"
"Tidak iri? baguslah kalau begitu Daddy bisa menyembunyikan wajah Daddy di perut ibumu" smirk Alex yang membuka tangannya dan mencium dalam-dalam bau istrinya.
"Daddy!!" teriak Rei kesal.
__ADS_1
Sehingga membuat Irene yang baru datang hanya bisa terkekeh geli saat melihat tingkah laku milik Rei cucunya. Dimana saat ini ia baru saja kembali dari dapur dan membawa sebuah makanan untuk anaknya Alex.
"Oma bantu aku" pinta Rei yang melihat neneknya sudah kembali dari dapur.
"Hohohoho, apa cucu nenek saat ini sedang cemburu?" kekeh Irene.
"Tidak"
"Lalu?"
"Cuma i..itu..."
"Itu apa hmm"
"Arghhhhh lebih baik aku pergi" dengus Rei yang dengan cepat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dan berlari menuju tangga kamarnya. Meninggalkan Cyla, Irene yang terkekeh dan juga Alex yang menatapnya senang.
Anak laki-laki itu kesal dengan godaan milik neneknya dan dia sama sekali tidak ingin mengakui kecemburuan nya terhadap ibu dan juga ayahnya. Karena jika ia mengaku dihadapan mereka, sudah dipastikan ayahnya itu akan menatapnya dengan tatapan cemooh yang sangat menjengkelkan.
'Bayi cepatlah lahir' pikir Rei yang tidak ingin terus-terusan hidup dalam kekesalan karena bayi yang ada di dalam perut ibunya memiliki banyak permintaan yang cukup menyesatkan.
Rei yang pergi meninggalkan ruangan itu membuat para pelayan yang ada hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah laku tuan muda mereka yang kekanakan dan melanjutkan tugas mereka dengan baik.
"Ya Bu dan juga godaan ibu pasti membuat anak itu kesal" timpal Cyla yang melihat tingkah lucu Rei bertambah setiap harinya.
"Apa dia selucu itu?" tanya Alex yang sama sekali tidak melihat dan memikirkan bahwa anak laki-laki nya lucu, karena di matanya anak itu dipenuhi dengan tipu muslihat yang merepotkan.
"Tentu saja lucu Alex, apa kau tidak melihat nya sama sekali?"
"Tidak, tidak sama sekali" bantah Alex cepat.
"Sepertinya hanya moon yang menganggap Rei tidak lucu" senyum Cyla yang dengan lembut menyentuh kuping telinga Alex dan membiarkan Alex merasakan rasa nyaman lagi.
"Oh ya Alex apa perutmu masih tidak nyaman?" tanya Irene yang mengingat tujuannya dan khawatir dengan keadaan anak laki-laki yang saat ini memiliki kondisi morning sickness.
"Untuk saat ini baik-baik saja, tapi untuk nanti entahlah" jawab Alex singkat.
Dimana saat ini seharusnya ia masih berada di kantornya dan menyelesaikan semua urusan miliknya. Ditemani dengan pulpen tinta dan juga kertas-kertas di atas meja. Alex harus menghentikan pekerjaannya lagi dan lagi hanya karena kondisi yang tidak menguntungkan. Membuatnya harus menunda lagi pekerjaan dan kembali ke mansion untuk meredakan ketidaknyamanan nya, terutama mual yang selalu datang di saat yang tidak tepat.
"Moon bisakah kau duduk sebentar? kau harus makan bubur ini" jelas Cyla yang juga mengkhawatirkan kondisi suaminya sekarang.
"Apa tidak bisa ditunda saja? aku sudah nyaman dengan posisi ini"
__ADS_1
"Moon..."
"Baiklah-baiklah" patuh Alex yang dengan malasnya melepaskan pelukannya dan menyenderkan punggungnya di sofa. Hidungnya saat ini sudah betah dengan bau istrinya, bahkan jika ia diperbolehkan dia hanya ingin berpelukan bersama istrinya 24 jam saja.
"Tidak perlu mengeluarkan wajah seperti itu Alex karena setelah makan ini kamu bisa memeluk istrimu lagi" ucap Irene yang memahami kekesalan anak laki-laki nya saat ini.
"Benarkah?"
"Ya, jadi habiskan bubur mu itu dan ingat jika baunya masih tidak nyaman untukmu mom akan membawakan makanan yang lain, paham" jelas Irene.
"Benar kata ibu moon, jadi jangan paksakan dirimu untuk menahan bau apapun yaa" senyum Cyla yang membawakan mangkuk berisi bubur itu ke arah Alex.
"Kalau begitu suap"
"Eh?"
"Aaahhh"
Alex membuka mulutnya pelan, menatap istrinya manis dan mengeluarkan sikap manjanya. Membuat Cyla yang melihatnya terkejut lalu mengeluarkan senyum manisnya saat melihat antusias milik suaminya Alex.
"Baiklah, aaahhh" ucap Cyla yang mulai membawakan sendok yang berisi bubur ke dalam mulut Alex.
Dari suapan pertama, kedua, ketiga hingga suapan terakhir. Senyum Cyla tidak bisa menghilang melihat tingkah manja milik suaminya Alex. Entah berapa kali pun dia tidak terbiasa dan hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah anak-anak nya itu. Bahkan ibu mertuanya yang melihatnya juga merasakan keanehan.
"Cyla apa kamu pernah berpikir bahwa anak yang ada di dalam perutmu ini sangat menyukai Alex?"
"Maksud ibu?" bingung Cyla yang sama sekali tidak mengerti maksud ibu mertuanya.
"Maksud ibu, anak yang ada di dalam perut mu itu loh seperti nya dia sangat menyukai Alex hingga membuat Alex mengeluarkan sikap seperti itu"
"Ehhhhhh, kenapa begitu?"
"Karena yang ibu lihat beberapa hari ini kemauan milik bayi yang ada di dalam perutmu itu semakin menjadi-jadi dan coba kamu ingat hari pertama saat Alex mengidam itu" ungkap Irene yang membuat Cyla merenungkan pikirannya sebentar dan mengingat hari-hari aneh yang ada di kehidupan baru-baru ini.
"Saat itu yaa..."
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Apa hayooo yang terjadi saat awal mula Alex ngidam? dan permintaan aneh apa yang Alex berikan kepada orang-orang terdekat nya? Hmm penasaran? sabar yaa dan juga maaf gak update kemarin saya sedang dalam kondisi tidak Fit (sakit)
__ADS_1
Sekian terimakasih, Mata Ne~