
Beberapa hari sudah berlalu, kondisi Jasmine yang tadinya memburuk semakin membaik. Ekspresi yang biasanya kaku sekarang sedikit lebih nyaman. Mata yang sebelumnya tidak memiliki kehidupan itu sedikit demi sedikit menjadi bewarna. Dari yang dulunya dunianya terlihat hitam putih sekarang berubah menjadi bewarna.
Kedatangan Cyla membawa kebaikan untuk keluargaan Dicapri. Bahkan senyum yang dulunya dipaksakan sekarang berubah menjadi senyum lembut. Kehidupan di mansion itu berubah menjadi lebih baik, bunga-bunga yang tadinya mekar mengeluarkan kecantikan mereka semuanya di saat waktu mekar bunga itu sempurna. Seperti kehidupan keluarga Dicapri yang bermekaran penuh dengan bunga.
"Ayah!ayah a...aku dengar ibu sudah sembuh? apa itu benar katakan padaku!?" teriak Leon yang baru saja sampai ke Bali dan berlari masuk ke dalam mansion.
"Apa kau tidak bisa tidak berteriak nak, ibumu bisa terkejut jika mendengar suara kerasmu itu" tegur Lion yang merasakan gendang telinganya akan pecah lama-lama saat mendengarkan suara anak laki-lakinya.
"Ah.. maaf-maaf hanya saja aku terlalu khawatir" gugup Leon yang baru saja datang. Dia sudah mendengar kondisi ibunya dari sekretaris nya Rangga, yang tentunya membuatnya lebih bekerja keras untuk pulang lebih cepat.
'Sial, jika bukan karena adik ipar ku sudah ku pastikan setiap hari aku akan melihat perkembangan ibuku' pikir Leon kesal saat mengingat dalang dari masalahnya.
"Ehh, kakak sudah pulang" ucap Cyla terkejut saat melihat sesosok laki-laki yang beberapa hari ini tidak terlihat sama sekali.
"Ah Cyla adikku yang paling manis, berikan kakakmu ini pelukan paling hangat" ucap Leon yang berjalan ke arah adik perempuan nya. Merentangkan kedua tangannya dan mencoba untuk memeluk adiknya. Namun sayangnya sebuah kaki menendang bokong cantik milik Leon. Menjauhkan Leon dari adik perempuannya secara cepat.
"Sepertinya kau ingin ku kirim ke Afrika, Leon" ucap Alex yang menendang keras bokong milik Leon.
"Hei, tidak bisakah kau pelan-pelan dan juga jika kau mnegirimku ke Afrika aku akan tetap pulang ke Indonesia dengan kurun waktu kurang dari 3 hari" kesal Leon sambil menggosok-gosok bokong miliknya yang terkena tendangan milik Alex.
"Jika kau ingin baiklah" dingin Alex yang dengan cepat mengeluarkan telpon miliknya.
"Ehhh sudah-sudah kenapa kalian sudah bertengkar saja. Moon, kakakku baru pulang jadi tidak perlu menyusahkan lagi dan juga kakak kamu lebih baik beristirahat. Nanti malam aku akan antarkan makan malam ke kamar kakak, okay" jelas Cyla menengahi perkelahian kekanak-kanakan antar suami dan kakak laki-laki nya.
Alex yang mendapat teguran dari istrinya hanya bisa mengeluarkan muka masamnya. Sedangkan Leon mengeluarkan muka penuh kebahagiaan nya. Saat mendengar adik perempuannya lebih mendukung dirinya daripada suaminya.
'Rasakan' ucap Leon hati saat melihat wajah masam milik Alex.
"Memang hanya adikku yang paling baik di ruangan ini, kalau begitu kakak beristirahat terlebih dahulu dan jangan lupa temui kakak di kamar" ucap Alex semangat.
"Baiklah-baiklah, selamat beristirahat kak Leon" senyum Cyla. Kalimatnya penuh dengan nada ramah dan lembut, tidak ada lagi kegugupan di setiap kata panggilan miliknya. Dimana beberapa hari ini dirinya sudah terbiasa untuk memanggil sebutan Ayah untuk Lion, Ibu untuk Jasmine dan tentunya kakak laki-laki nya Leon.
'Selamat beristirahat, kak' ulang Cyla dalam hatinya.
Tangannya memegang sebuah nampan berisi buah-buahan segar. Hari ini ia mendapat kan giliran untuk memberi makan ibunya secara langsung selain ayah dan juga para dokter. Membuat dirinya bersiap-siap sepenuh hati dan raga.
"Apa hari ini giliran mommy?" tanya Rei yang muncul dari belakang tubuh Cyla.
__ADS_1
"Ah Rei, kamu mengejutkan mommy saja" terkejut Cyla yang melihat anak laki-lakinya muncul dari belakang tubuhnya.
"Hehehe, maaf" senyum Rei lalu memeluk ibunya hangat.
"Tidak apa-apa dan juga iya hari ini jadwal mommy jadi Rei ingin menemani mommy ke kamar nenek?" ajak Cyla. Membuat Rei meletakkan tangan kanannya di bawah dagu kecilnya. Menggosok-gosok dagu kecilnya lalu mengeluarkan tatapan mata seriusnya.
"Hmmm, bagaimana ya" ucap Rei yang meniru suara orang dewasa. Membuat Cyla yang melihatnya hanya bisa terkekeh kecil dan mencium lembut pipi anaknya.
"Jika kau ikut hari ini mommy akan menemani mu tidur" ucap Cyla di sela-sela kecupannya. Membuat Rei yang berpura-pura berpikir mengeluarkan senyuman kecil nan hangatnya.
"Deal" senyum Rei yang mendengarkan tawaran bagus dari ibunya.
Memeluk ibunya lalu menoleh sedikit ke arah ayahnya yang ada di belakang. Tatapan seriusnya nya itu berubah menjadi tatapan mengejek. Sebuah ejekan kemenangan yang didapat kan dari tingkah laku kekanakannya yang sangat mudah.
Alex yang melihat tatapan anaknya, mengeluarkan tatapannya yang dingin. Hari ini merupakan hari terburuknya, dari Leon yang datang mengambil waktu istrinya saat jam makan malam dan sekarang anak laki-laki nya Rei yang akan mengambil istirnya 8 jam.
'Cih, kenapa aku bisa memiliki kakak ipar dan anak laki-lakinya yang seperti ini? apa mereka benar-benar keluargaku padahal Cyla saja tidak memiliki sikap semenjengkelkan itu' pikir Alex kesal karena hari ini dia tidak bisa bersama-sama dengan istrinya lebih banyak.
Alex dan Lion yang berada di satu ruangan itu saling bertatapan. Wajah mereka penuh dengan keseriusan, garis-garis halus wajah itu berubah. Aura yang tadinya hangat dipenuhi dengan kedinginan yang mencekam.
"Alex, bisa kita berbicara berdua" ucap Lion sambil mengeluarkan aura dinginnya.
"Tentu saja" balas Alex dingin.
Mereka berdua duduk berhadapan di meja persegi panjang itu. Teh hitam mengepul di tengah-tengah aura dingin yang ada. Membuat suasana seperti di gurun berubah menjadi seperti di kutub Utara.
"Alex, aku dengar kamu akan bulan madu di negara Indonesia?" tanya Lion dingin.
Tangannya mengambil cangkir kopi yang ada di atas meja, menghirup aroma kopi hitam pekat itu dan membiarkan asap yang mengepul itu terhirup di rongga hidungnya dan menyeruputnya pelan.
"Jika anda meminta saya untuk berbohong maka saya akan jawab tidak tapi jika anda meminta saya untuk menjawab dengan kejujuran maka saya akan katakan, jelas Benar" jelas Alex basa-basi.
Membuat Lion yang mendengarnya meletakan cangkir kopi nya ke atas meja dan menatapnya Alex tajam. Tatapannya terlihat tenang dan tajam tapi jika orang yang sudah terbiasa dan mengetahui arti tatapan maka mereka akan tau maksud dari tatapan tenangnya itu.
Tatapan itu mengatakan bahwa jika Alex membawa anak perempuan nya bulan madu secepatnya maka laki-laki yang ada di depannya saat ini tidak akan membiarkan nya.
__ADS_1
"Tenang saja tuan Lion, saya akan bulan madu di wilayah Bali tidak jauh namun tidak dekat juga" ucap Alex yang memahami tatapan tenang dan tajam milik Alex.
"Huft, senang mendengarnya" jelas nafas Lion yang mendengar anak perempuan nya akan bulan madu di kawasan Bali.
"Tapi saya ingin memiliki permintaan" lanjut Alex yang membuat perasaan tenang milik Lion menghilang seketika.
"Seperti nya saya memang tidak bisa bersenang hati sebentar saja" senyum Lion yang membuat Alex mengeluarkan senyum tipisnya.
"Tidak ada yang tau tuan, pilihan ada di tangan anda" smirk Alex lalu mengambil kopi hitam miliknya.
"Hah, apa permintaannya?"
"Saya ingin anda menjaga anak laki-laki saya selama beberapa hari disaat saya bulan madu nanti" jelas Alex dan meletakkan cangkir miliknya. Membuat sebelah alis Lion terangkat sedikit.
"Maksudmu Rei?"
"Ya, saya ingin anda menjaganya karena tidak mungkin bukan saya bulan madu membawa anak saya?" dingin Alex yang tidak ingin sama sekali membawa anak laki-lakinya itu saat dia berdua bersamaan Cyla.
"Baiklah dan ku harap kau menepati janjimu" ucap Lion yang dengan cepat mengambil keputusan nya.
"Senang mendengarnya" senyum Alex.
Wajahnya yang dingin berangsur-angsur menjadi tenang dan semakin tenang. Permintaan yang menguntungkan telah diselesaikan. Dimana Lion yang merupakan ayah dari istrinya Cyla telah menyentuh keinginan nya.
'Akhirnya aku bisa tenang saat aku melakukan bulan nanti' pikir Alex senang.
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya :
My Ex Secretary
β’Argghhh sebentar lagi Cyla hamilΒ°^Β° gak sabar banget dan buat semuanya yang masih ikutin cerita dari awal sampai sini, walaupun babnya panjang makasih banyak. Emang kalian yaa paling kakui!
Dan saksikan kelanjutannya bab berikutnya dengan kelucuan, kenakalan milik Rei dan juga sikap cemburu milik Alex!
Sekian terimakasih, Mata Ne~
__ADS_1