
'Sial anak itu' pikir Alex saat melihat anak laki-laki berjalan cepat ke arah Cyla dan membuat dirinya terjatuh dari tempat duduknya lalu terdampar di lantai putih.
"a..Ada apa Rei?" tanya Cyla sambil tersenyum manis menutupi ketegangan yang ada.
"Aku hanya kangen dengan Mommy dan tadi Rei mendengar bahwa mommy sakit" ucap Rei dengan wajah khawatirnya. Cyla mengangkat Rei ke atas pangkuannya dan memeluk anak laki-laki itu hangat.
"Mommy hanya bersin 2Γ kali kok" ucap Cyla sambil mengelus lembut hidung mancung milik Rei. Mata Rei melirik ke arah ayahnya yang sedang berdiri dari tempat jatuhnya. Senyum licik muncul diwajahnya dan membalas kan semuanya sambil menatap tajam ke arah ayahnya.
"Tapi Mommy tadi Rei melihat Daddy memakan mulut Mommy" suara Rei yang takut-takut tapi berbeda dengan matanya yang menatap tajam ayahnya. Ucapan polos Rei yang didengar oleh Cyla cukup membuat perempuan itu tertohok keras.
"Uhuk bukan Rei" ucap Cyla yang memberi tau kepada Rei bahwa apa yang dilihat nya mungkin salah.
"Mungkin kamu salah, Rei" lanjut Cyla yang membuat Rei langsung memeluk erat ibunya. Dengan suara yang dibuat-buat seperti isakan anak kecil dan jangan lupakan wajahnya yang disembunyikan di balik dada Cyla.
"Kalau tadi salah artinya Mommy dan Daddy sedang melakukan hal itu dong, hiks" tangis Rei di dalam dekapan hangat milik Cyla. Mata sebelah kiri sedikit melirik ekspresi ayahnya yang tentunya menatap tajam dirinya.
'Sial bisa-bisanya dia berpura-pura' pikir Alex dan menatap tajam anak laki-laki yang selalu mengganggunya saat melakukan hal-hal yang romantis dan tentunya bergairah. Seakan pikiran Alex mengatakan anaknya adalah Mahluk halus yang selalu menggangu dirinya. Karena bila manusia tidak mungkin sedikit-sedikit mengganggunya dan jangan lupakan anak laki-lakinya itu mengungkit pasal janji 10 hari.
__ADS_1
'Sial, bisa-bisa aku tidak bisa menahannya lagi kalau seperti ini' pikir Alex dan berjalan mendekat ke arah anak laki-lakinya yang sedang memeluk perempuan nya. Pelukan yang seharusnya bagian miliknya malah menjadi anak laki-lakinya yang selalu mengganggunya.
Sedangkan Rei yang melihat ekspresi Iri ataupun tajam ayahnya hanya bisa tersenyum melihat hal tersebut. Jangan salahkan dirinya yang menggunakan akting untuk mendapatkan kasih sayang ibunya. Dirinya belajar dari yang lebih tua dan tentunya ayahnya yang sering menggunakan nya.
Like a Father, Like a son
Bila ayahnya bisa melakukannya kenapa dia tidak bisa melakukannya. Jika ayahnya pintar menggunakan akalnya maka dia akan lebih pintar dua kali lipat dari ayahnya. Bukan karena dirinya iri saat melihat keromantisan ayah dan ibunya di balik layar Cctv tapi dirinya juga ingin masuk ke dalam kehangatan yang tidak pernah dia dapatkan secara lengkap. Tidak ada yang salah bukan seorang anak yang menginginkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
"Buat apa aku iri Daddy aku hanya meminta Daddy menepati janjinya saja" ucap Rei yang memberikan senyum smirknya tepat saat ayahnya menatap tajam dirinya yang memeluk ibunya erat.
'Sial berani-beraninya dia memegang tubuh perempuan milikku, lihat apa yang akan ku balas My Little Boy' pikir Alex. Anak licik maka ayah juga akan licik.
Di dunia ini tidak ada namanya manusia yang bodoh yang ada hanyalah orang-orang yang dibuat bodoh dan yang membuat bodoh ya diri sendiri sebenarnya. Bagai pisau yang tidak diasah maka lama-kelamaan akan tumpul seperti otak manusia yang tidak pernah diasah dengan apa yang didengar, dilihat, dibaca ataupun dilakukan. Maka hidupnya hanya bisa bergantung dengan orang lain karena otak yang seharusnya digunakan malah tidak digunakan.
Yang tentu saja Alex sudah mengasah otak anak nya dari kecil tetapi bukan berarti dia tidak sepintar anaknya. Karen setiap orang memiliki kelebihan nya masih-masing.
__ADS_1
"Daddy menepati janjimu Rei, tapi Daddy khawatir dan mencoba mengecek suhu tubuh Mommy mu seperti ini" jelas Alex dan menempelkan tangannya di dahi milik Cyla turun, turun hingga
Plak***
"Maaf Daddy ada nyamuk besar yang mengganggu kehangatan milik anakmu ini" sedih Rei. 'Bukannya aku juga pintar Daddy' pikir Rei saat tangannya memukul tangan milik ayahnya keras dan menjauhkan dari dahi milik ibunya. Alex memberikan senyuman hangatnya kepada anak laki-lakinya itu yang sepertinya tidak bisa dia kalahkan dengan cara halus tapi harus menggunakan cara standar dulu.
"Tidak apa-apa Rei bila ada nyamuk lagi Daddy akan memberikannya ganjaran tapi bukan pukulan hanya saja pelukan." Ucap Alex yang langsung memeluk tubuh Cyla dan Rei.
"Dan ini nyamuknya" Lanjut Alex yang membuat Cyla tertawa manis.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Jangan Lupa Rate nya yaa
__ADS_1