
" Tuan, Bagaimana caranya kita membawa semua ini ? Boneka sebesar ini bagaimana caranya saya membawa ini ?" William menghentikan langkahnya saat mendengar gerutuan Derry yang mengeluh padanya.
" Apa kau tau berapa banyak uang yang ku keluarkan untuk menggaji mu perbulannya ?" Dia menatap tajam pada Derry yang terlihat tidak bisa melakukan apa pun lagi saat ini.
Jika sudah menyinggung soal nominal dan digit, Maka Derry hanya bisa menurut saja jika sudah seperti ini.
" 3 digit Tuan. "
" Berapa bonus yang ku berikan pada mu ?" Tanya William lagi yang semakin mengintimidasi Derry saat ini.
" Dua digit. "
" Jadi apa artinya ?"
" Saya harus menurut dengan apa pun itu perintah dari Tuan William. " Jawab Derry dengan pasrah.
Tik...
" Bagus jika kau mengerti. Jadi jangan lagi mengeluh dengan pekerjaan mu karena uang yang kau terima setiap bulannya bisa untuk membeli satu buah mobil kelas menengah ke atas. " Sudah semakin pasrah karena dia tidak bisa lagi melakukan hal apa pun untuk mendebat pria itu.
Setelah berbelanja begitu banyak perlengkapan gadis remaja, Akhirnya Derry dan William mengakhiri itu semua karena besok paginya mereka akan pergi ke desa untuk menjemput Olivia.
Bukan mereka, Tapi hanya William dengan supir saja karena Derry akan mengurus perusahaannya dan meeting yang membuat kepala William berdenyut memikirkannya DNS juga memikirkan Olivia.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Keesokan paginya, William langsung berangkat ke desa tempat di mana ibunya berada bersama Olivia.
Dia pergi dengan perasaan yang kembali hidup karena dia ingin benar-benar membujuk Olivia sekali ini lagi untuk ikut bersamanya.
Dia sangat berharap bahwa Olivia akan ikut bersamanya dan mereka akan memulai kehidupan yang baru.
" Olivia, Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mu. " Sepanjang jalan menuju desa, William terus saja tersenyum membayangkan wajah cantik Olivia dengan baby bum yang terlihat sangat menggemaskan.
Entahlah, William terus saja mengembangkan senyumannya sepanjang jalan sampai dia sampai di rumah ibunya.
" Dia berada di dalam bermain dengan kucingnya. Lihat saja di dalam sana. "
" Tapi bagaimana jika dia takut pada ku Ibu ?" Tanya William pada ibunya yang masih sibuk dengan sayurannya.
" Masuk saja dulu. Jika di usirnya bawa saja dia ke dalam kamar dan kurung dia berdua dengan mu. Kenapa berpikir seperti itu saja tidak bisa ?" William merasa harga dirinya benar-benar rendah saat ini jika berhadapan langsung dengan ibunya.
Dia tidak bisa melawan dengan wanita yang menjadi kasta tertinggi pemegang tahta dalam hidupnya.
" Oke aku pergi Ibu. " Ucap William meninggalkan ibunya yang sudah mengangkat cangkulnya kearah William.
Tidak ingin nyawanya terancam William lebih memilih untuk pergi saja dan menemui Olivia dari pada harus bersama ibunya di sini.
Saat William memantapkan hatinya untuk menemui Olivia, Dia benar-benar melihat bahwa saat ini Olivia tengah berada di dekat meja makan sambil melihat kucingnya.
Dari tempatnya berdiri William bisa merasakan aroma tubuh Olivia yang membuatnya betah dan berlama-lama berada di sana.
Apalagi saat melihat bagaimana cantiknya Olivia saat memakai gaun yang di belinya di London waktu itu terlihat sangat pas dan melekat sempurna di tubuh seksi ibu dari anaknya itu.
__ADS_1
" Olivia..." Mendengar suara pria yang sangat di kenalnya membuat Olivia langsung berdiri dari posisinya saat itu.
Dia menatap kaget dan ada ketakutan di dalam tatapannya. William yang melihat tatapan Olivia yang seperti itu padanya membuat William semakin khawatir dengan keadaan Olivia.
Apalagi saat ini Olivia mengenakan sepatu yang cukup tinggi dan itu membuat William khawatir dengan keadaannya.
" kenapa memakai sepatu itu ? Aku membelikan mu sepatu itu tidak untuk kamu gunakan saat ini. " William melangkah mau menghampiri Olivia.
Bahkan dia langsung berjongkok di hadapan Olivia untuk membuka sepatu yang masih di kenakan Olivia saat ini.
" Tuan, Jangan lakukan itu. " William mendongakkan wajahnya melihat wajah Olivia yang berada di atasnya saat ini.
" Kenapa ? Aku hanya ingin membuka sepatu ini karena kau tidak bisa menggunakannya karena tidak baik jika wanita mengandung memakai seperti tinggi. "
" Tapi aku menginginkannya. Aku ingin terlihat cantik dengan semua ini. Bahkan aku juga berdandan untuk terlihat cantik. Apa aku tidak boleh berpenampilan cantik seperti orang di luar sana ?" William kaget saat melihat mata Olivia yang berkaca-kaca melihatnya.
Dia jadi teringat dengan apa yang di katakan Sky padanya waktu itu jika mood ibu hamil itu up and down dan bisa memperburuk kehidupan mu.
" Kenapa menangis ? Aku hanya ingin membuka sepatu ini saja karena aku khawatir dengan keadaan kamu dan Baby pink. "
" Tapi jika tidak memakai sepatu itu gaunnya akan terlihat jelek. Aku tidak akan terlihat cantik. " Air matanya sudah jatuh saat memberikan jawaban pada William.
Sementara William sendiri dia semakin tidak mengerti dengan Olivia yang hanya dengan hal seperti ini saja dia bisa sangat bersedih ?
" Kenapa menangis ? Aku tidak bermaksud seperti itu. " William datang mendekat pada Olivia dan memeluk tubuh wanita yang tengah menangis saat ini.
Mendapatkan pelukan dari William membuat Olivia semakin mengencangkan suara tangisannya.
" Kenapa semakin menangis ? Maaf kaj aku jika aku bersalah. "
" Aku ingin sepatu itu. Aku ingin terlihat cantik untuk USG nanti. " Jawabnya dengan air mata yang terus saja berlinang di wajahnya membuat William mulai mengerti.
__ADS_1
Mungkin seperti ini yang di maksud dari penguasa daratan Eropa itu.
...💦💦💦...