
William terlihat sangat begitu kecewa dengan dirinya sendiri yang entah mengapa bisa menyakiti hati dua wanita sekaligus.
Bukan hanya dua William, Kau bahkan melupakan Amber yang lebih dulu kau sakiti dengan semua perbuatan kasar mu.
Tapi entah mengapa, Rasanya sangat sakit saat dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya begitu sangat menyakiti hati Olivia.
Dia memang tidak mencintai Olivia sama seperti saat dia terhadap Amber dulu. Lalu kenapa rasanya sangat sakit sekali rasanya saat melihat Olivia yang menangis dengan perasaan pilunya.
Bukan hanya itu saja, Hanya dengan melihat mata itu menatap takut padanya saja sudah membuat William merasa di tusuk ribuan jarum yang memenuhi seluruh tubuhnya.
Bahkan hatinya yang lebih sakit dari pada semua itu.
William terlihat sangat buruk, Bahkan menatap dirinya di depan cermin pun dia enggan sama sekali karena dia merasa setiap kali melihat wajahnya sendiri, Dia kembali terbayang bagaimana takutnya Olivia padanya.
" Kau bahkan tidak tau seberapa sakit yang di rasakannya Wil, Tapi kau sudah meras bahwa di sini diri mu lah yang merasa tersakiti karena sikap Olivia terhadap mu. " Dia berbicara dengan dirinya sendiri.
Setelah kembali dari rumah ibunya, Dia bahkan tidak lagi memakai baju dan membiarkan tubuh bagian atasnya di hantam sinar mentari senja.
Bahkan William terlihat begitu menikmati dirinya yang di sengat cahaya jingga sore itu hingga dia tidak melihat Andrew datang padanya dengan segelas susu hangat untuknya.
" Daddy..." William langsung membenahi posisinya saat mendengar Andrew memanggilnya.
Dia juga kaget saat melihat dua gelas di tangan putranya.
Hal itu membuatnya marah, Bagaimana jika tangan anaknya tersiram air panas berwarna putih dan coklat itu ?
" Kenapa mereka membiarkan mu membawa ini Son ? Kau bisa terluka karena gelas yang kau bawa saat ini. " Andrew hanya tersenyum saja.
Dia duduk di sebelah Daddy-nya dan mengambil susu putih untuknya.
__ADS_1
" Uncle Derry bilang bahwa susu hangat bisa menenangkan pikiran. Jangan terus meminum anggur Dad. " Betapa mirisnya hati William saat Andrew yang masih berusia 7 tahun bisa menegurnya hingga seperti ini hanya karena minuman yang selalu di konsumsinya.
" Suatu saat jika dewasa, Kau akan tau seberapa hebatnya anggur untuk menenangkan pikiran Nak. " Andrew terlihat menggelengkan kepalanya.
Dia tidak setuju dengan apa yang di katakan Daddy-nya, Karena menurutnya itu tidak baik.
" Satu-satunya cara menangkap diri yang benar adalah berdoa pada Tuhan Dad. Suster Alister pernah berkata pada Andrew, Bahwa tempat yang paling nyaman untuk kita adalah saat berserah diri terhadap Tuhan. Sesusah apa pun hidup mu jangan pernah mengeluh dengan apa yang kamu rasakan, Tapi berdoa lah kepada Tuhan dan tanyakan pada diri kamu kenapa Tuhan memberikan mu hidup yang seperti itu. " Betapa malunya William saat mendengar kata-kata yang keluar dari bibir putranya.
Rasanya malu sekali William saat mendapatkan nasihat dari putranya yang masih berusia 7 tahun.
Bahkan dia tidak pernah memberikan kasih sayang yang utuh untuk Andrew tapi Andrew bisa melakukan ini semua untuknya.
" Daddy, Apa Daddy mendengar ku ?"
" Yes, Daddy mendengarnya Son. " William mengusap kepala Andrew dengan penuh rasa bangga dan kebahagiaan yang luar biasa terhadap putranya .
Suster Alister, Bahkan putra tumbuh dengan baik oleh didikan seorang pengasuhnya. Sungguh luar biasa sekali putranya itu.
" Apa Andrew senang jika memiliki adik ? Apa jika Andrew memiliki ibu lagi selain Mommy Amber apa kamu senang ?"
" Jika Mommy baru Andrew sayang dengan Andrew, Andrew mau memiliki Mommy lagi agar Andrew bisa merasakan bagaimana sekolah di antar Mommy dan bisa memamerkan bahwa Mommy Andrew cantik. Mommy amber selalu sibuk syuting dan pergi dengan teman-temannya, Akan pulang malam dan itu pun saat Andrew sudah tidur. " William merasakan miris saat melihat Andrew.
Tapi yang membuatnya salut adalah saat Andrew bisa terus tersenyum bahkan banyak memiliki aura positif dalam dirinya. Tidak seperti dia dulu yang selalu marah dan menghancurkan barang saat apa yang diinginkannya tidak di kabulkan oleh sang Daddy malah hanya pengasuh saja yang menemaninya.
" Boleh Daddy bertanya sesuatu ?"
" Yes ? Apa itu Dad ? " Terlihat William menarik nafasnya dalam sebelum dia kembali mengatakan apa yang ingin ditanyakan William terhadap putranya.
" Bagaimana cara berdoa dengan Tuhan ? Apa jika Daddy berdoa, Apa Tuhan akan mengabulkannya untuk Daddy ?"
" Tuhan itu adil Dad. Tuhan akan mendengar doa Daddy. Jadi ayo berdoa bersama dengan Andrew. Andrew akan berdoa bersama Daddy. "
__ADS_1
" Tunggu, Daddy mandi lebih dulu dan setelah itu kita akan pergi untuk berdoa pada Tuhan. " Andrew pun memilih untuk menunggu Daddy-nya yang membersihkan diri karena mereka akan pergi ke untuk berdoa bersama nantinya.
Apa yang di rasakan William saat ini berbeda jauh dengan apa yang dirasakan Nyonya Matilda saat ini.
Sejak kepergian William dari rumahnya tadi meninggalkan dia dan Olivia, Nyonya Matilda langsung masuk ke dalam kamarnya setelah memastikan bahwa Olivia baik-baik saja.
Dia melihat sebuah foto di mana saat itu dia menikah dengan pria yang paling di bencinya di dunia ini.
Nyonya Matilda masih mengingat dengan jelas bagaimana pria itu mengatakan hal tersebut padanya.
" Kau bahkan tidak membiarkan ku memberikan kasih sayang yang luar biasa untuknya. Kau bahkan bisa pergi dengan mudah tanpa maaf dari ku dan bertanggung jawab atas kesakitan yang ku rasakan dan anak ku rasakan Jhonson Piero. " Air mata Nyonya Matilda mengalir dengan deras saat dia mengingat detik-detik di mana dia berharap Jhonson bisa mencintainya saat setelah kelahiran William.
Namun itu tidak terjadi sama sekali. Karena yang terjadi adalah Jhonson yang mengatakan hal buruk padanya.
...Flashback On...
" Anak kita sudah lahir, Biarkan aku melihatnya suami ku. Aku ingin memberikannya ASI pertama untuknya. " Nyonya Matilda terlihat sangat bahagia saat melihat suaminya yang menghampirinya.
" Suami ku, Dimana anak kita ? Aku ingin memberikannya ASI pertama ku. " Ucap Nyonya Matilda lagi saat melihat bahwa suaminya tidak mengatakan apa pun setelah dia mengatakan hal itu untuk pertama kalinya.
" Aku sudah menyiapkan kendaraan untuk mu. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal dan sebuah tabungan untuk mu melanjutkan hidup setelah ini. Semua yang ku berikan aku rasa cukup setimpal dengan apa yang telah kau berikan pada ku. Kau tela melahirkan seorang keturunan Piero untuk ku maka peran mu sudah usai di sini. Aku tidak membutuhkan mu lagi. Bahkan aku tidak akan membiarkan wanita miskin seperti mu untuk menyentuh anak ku. Bahkan aku tidak jika anak ku mendapatkan setetes ASI dari mu !"
...Flashback Off...
Mengingat apa yang di katakan suaminya Nyonya Matilda kembali menangis bahkan dia menangis dalam diam saat mengingat bagaimana kejamnya pria yang bahkan masih berstatus sebagai suaminya hingga saat ini walau mereka sudah berbeda alam.
" Kau bahkan tidak tau bagaimana perjuangan ku selama ini untuk menyembuhkan rasa sakit ku terhadap mu. Dan karena mu juga aku mengubur rasa cinta ku untuk pria seperti mu Jhonson Piero. Kau sungguh kejam. " Air matanya terus mengalir dengan deras saat merasakan kesakitan yang luar biasa dirasakannya.
Apalagi saat melihat wajah William yang begitu mirip dengan Ayahnya dan juga William lah yang menyakiti Olivia hingga sejauh itu membuat hatinya merasakan sakit yang luar biasa.
" Maafkan ibu nak, Maafkan ibu William, Maafkan ibu nak. "
__ADS_1
...💦💦💦 ...