
Alex, Cyla, Rei dan Irene sudah memasuki mobil putih mereka. Photoshoot untuk pernikahan Sudah dilakukan selesai peristiwa yang membawa perasaan tadi yang akan diteruskan dengan kembali ke mansion untuk beristirahat sebentar. Karena sepadat-padat nya kegiatan manusia pasti mereka memiliki waktu istirahat mereka. Untuk menenangkan diri maupun pikiran walau hanya sejenak.
"Oma apa kita akan pulang dulu?" tanya Rei.
"Iya kita akan pu...."
kring** kring** kring**
"Oma angkat telpon dulu ya sebentar" ucap Irene dan mengangkat telponnya yang berdering. Dimana tercantum nama suaminya di sana.
"...."
"Apa kau ingin membuatku jantungan, Vero!" teriak Irene terkejut.
"...."
"Tunggu maksudmu?"
"...."
"Huft baiklah lakukan pekerjaan mu dengan baik dan ingat pulanglah lebih cepat karena ini pernikahan anak kita bukan penerimaan beasiswa" sindir Irene dan langsung mematikan telponnya. Emosi nya bisa-bisa meledek bila suaminya tidak menjelaskan tujuannya itu.
"Ada apa mom?" tanya Cyla bingung.
"ah tidak apa-apa sayang hanya suami mom akan pergi sementara waktu untuk mengurus sesuatu" sopan Irene. Dia harus mengontrol emosinya karena bisa-bisa dia darah tinggi lama-lama.
"Ah baiklah"
"Dan buat kamu Alex mom ingin bicara denganmu empat mata di kamar mom!" tegas Irene. Dia harus meminta penjelasan dari anaknya yang juga merupakan kadar bencana. Baru saja dia berdoa dan berharap acara pernikahan ini akan terjadi dengan baik-baik saja tanpa kendala. Eh, belum juga 24 jam dia sudah mendapatkan kabar buruk dari suaminya.
__ADS_1
"Baiklah" menurut Alex. Mobil putih yang membawa mereka melaju cepat ke mansion sesuai perintah Irene. Tidak ada waktu lagi bila dia menunda semuanya. Dengan jadwal yang harus dia atur sendiri dan membahas semuanya dengan anak laki-lakinya. Sehingga 30 menit berlalu Irene langsung menarik tangan milik anaknya ke dalam mansion meninggalkan supir, Cyla dan Rei yang ada di dalam mobil.
"Mom gak usah pegang-pegang" ucap Alex yang mengentikan tingkah laku ibunya.
"Gak perlu banyak tingkah laku ya waktu sangat berharga ini dan juga langkah kakinya cepetin" perintah Irene.
Cyla dan Rei keluar dari mobil putih yang mengantar mereka kembali. Langkah kaki pelan dilangkahkan oleh mereka berdua. Mereka lelah dan butuh istirahat tetapi keingin tauan mereka sangatlah besar.
"Mommy apa yang akan Daddy dan Oma bicarakan?" bingung Rei.
"Mommy juga tidak tau Rei dan sepertinya mommy harus beristirahat sebentar jadi mommy tinggal dulu ya kamu"
"Baiklah, selamat istirahat mommy" pamit Rei dan pergi ke tempat lain. Rei menuju kamar tamu yang ada di dekatnya. Dia lelah tetapi dia harus mengecek jadwalnya kembali. Karena dia memiliki janji dengan seseorang juga. Tepatnya hari ini keberuntungan lagi-lagi memihak dirinya. Jadwal kosong bertuliskan di kertas miliknya. Tepat dimana waktu matahari mulai memunculkan sinarnya dengan burung-burung yang berkicau di pagi hari.
Tangannya menscrool lalu mengetik beberapa huruf maupun kata untuk Leon. Dia tidak ingin menunda janjinya, apalagi dengan jadwal yang sudah mulai padat.
βοΈ Untuk Leon sepertinya jam 6.30 am sampai jam 8.00 am saya memiliki waktu untuk bertemu dengan anda dan maaf bila ini mendadak karena saya cuma memiliki waktu senggang untuk besok hari lalu full untuk beberapa hari kemudian.
>>> Send
Cyla mengirim pesan nya kepada Leon dan mematikan handphone. Matanya terpejam lelah. Jika dia bisa bertemu dengan Leon besok maka hari ini dia bisa istirahat dan melanjutkan beberapa urusan untuk pernikahan.
"Huft kangen Bu panti" pikir Cyla yang akhirnya memejamkan matanya menuju alam mimpi. Dengkuran halus mulai datang dari mulut Cyla dan di saat itulah suara deringan pesan masuk datang ke tempat laki-laki di tempat lain.
Tetesan air mengalir dari tubuh dan rambutnya yang dimana dia baru menyelesaikan mandinya. Handuk putih dia biarkan melilit di pinggangnya dan langkah kakinya berjalan menuju kasurnya yang diatasnya terletak handphone miliknya. Sebuah senyuman muncul di wajahnya yang di pesan itu tertulis nama adik kandungnya. Rosena Cylame.
Dengan cepat tangannya membuka pesan yang baru masuk dan dengan semangat jiwa laki-laki yang sedang berlilitan dengan handuk putih berlompat senang.
__ADS_1
"Oh yes baby!" sorak laki-laki itu senang melihat bahwa Cyla memiliki waktu untuk bertemu dengannya. Hingga sebuah deheman membuat laki-laki itu berhenti bersorak dan melompat kegirangan.
"Mohon maaf tuan Leon sepertinya saya menggangu kesenangan anda tetapi apa anda juga tidak memerlukan baju anda?" tanya Angga saat melihat aksi gila atasannya kembali lagi.
"maksudmu?" bingung Leon yang mendengar ucapan asistennya.
"Handuk anda melorot tuan" jelas Angga. Mata Leon berlahan turun ke arah bawah dan tepat sasaran handuknya melorot yang sekarang dia sedang dalam keadaan bugil tanpa sehelai benang pun.
"Sini pakaiannya!" perintah Leon. Harga dirinya benar-benar hancur dimana dia terlihat telanjang dihadapan asistennya sendiri.
"Ini tuan dan juga tenang saja tuan saya hanya menyukai lawan jenis bukan sesama jenis" ungkap Angga sambil memberikan pakaian milik atasannya.
"Aishhhh pergi sana siapkan semua keperluan untuk ini" perintah Leon dns memberikan handphone miliknya kepada asistennya.
"Baik tuan dan sebelum pamit saya ingin mengatakan ukuran milik anda lebih besar dari punya saya" bisik Angga. Kemudian pamit dari hadapan tuannya.
"Sial! Angga kamu kelamaan sendiri kalau kamu menggodaku begini!" teriak Leon.
"Tuan harus membaca dulu!" jawab Angga berteriak dari balik ruangan milik bosnnya dan tertawa. Inilah keuntungan memiliki tuan Leonardo Dicapri mudah digoda dengan cara apapun yang sepertinya sama dengan adik perempuan nya yaitu Rosena Cylame.
'Mari kita kerja lembur lagi' gumam Angga.
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’ Pertemuan Cyla dan Leon udah dekat. Sikap keduanya hampir mirip ya mudah digoda hihihi kapan nih author digoda kayak gitu ga :v jangan lupa like,Comment yang manis jugaπ
__ADS_1