My Hot Daddy

My Hot Daddy
Risalah Hati


__ADS_3

" Olivia...Keluar lag Nak..." Suara Ibunya terdengar di telinga Olivia


Dia masih menutup mulutnya agar tangisnya tidak terdengar oleh Ibunya, Dia tidak ingin Nyonya Matilda menemukannya dan memberikannya pada William.


Entah mengapa rasanya dia takut sekali jika William masih bersama Ibunya dan bisa menemukannya di sini.


Olive berharap dia bisa pergi dari tempat ini secepatnya. Dia harus berlari dari kejaran William.


Dia tidak ingin William mengambil anaknya, Tidak akan Olivia biarkan.


" Olivia, Ini Ibu Nak. Ibu sudah mengusirnya dari sini. Ibu tidak akan membiarkannya menyakiti mu Olivia. "


" Hiks...Hiks...Hiks. " Nyonya Matilda mendengar suara tangisan dari balik pohon besar dan langsung menghampirinya.


Melihat Olivia yang terlihat menyedihkan seperti itu membuat Nyonya Matilda langsung memeluk putri kecilnya itu.


" Ibu..." Air matanya menetes hingga membasahi pipi mulusnya.


Dia menangis dalam dekapan Ibunya. Hatinya yang mulai kembali hidup dan tertata kembali di hancurkan oleh hadirnya pria yang sama sekali tidak ingin di temuinya.


" Jangan menangis Olivia, Jangan bersedih dengan semua ini. "


" Dia laki-laki jahat Ibu. Dia telah membuat ku hancur hingga ke dasar seperti ini. Dia yang telah menanamkan benihnya di dalam rahim ku. Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi setelah aku merasakan hidup ku yang mulai kembali. Aku bahkan sangat takut bertemunya di dalam mimpi. Tapi kenapa dia malah datang dalam wujud nyata di depan ku. Kenapa Ibu ?" Nyonya Matilda mengerti dengan kesedihan dan ketakutan yang di alami Olivia saat ini.


Dia tau bagaimana rasanya berada di posisi Olivia saat ini karena rasanya sangat tidak baik-baik saja.


Apa yang di rasakan Olivia pernah di rasanya dulu. Hanya saja bedanya Olivia merasakannya dengan penuh kesedihan sementara dia dulu di janjikan kehidupan sempurna dengan penuh cinta namun ternyata semua hanya kebohongan belaka.


" Sekarang ayo pulang. Jangan di sini, Bisa saja banyak binatang berbisa yang bisa melukaimu. " Olivia menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin kembali ke rumah itu lagi.


" Percayalah, Dia tidak akan kembali lagi ke sini. Ibu lebih baik kehilangan dia yang sama sekali tidak pernah Ibu miliki. Jadi Ibu lebih memilih mu di sini bersama Ibu. " Entah mengapa rasanya, Apa yang di katakan Nyonya Matilda sangat bertentangan dengan hatinya saat ini.

__ADS_1


Dia mengatakan tidak ingin William tapi hatinya lain. Sebenarnya dia sangat ingin menyentuh putranya sekali saja.


Tapi melihat Olivia yang begitu ketakutan dengan hadirnya William membuat Nyonya Matilda harus mengubur keinginannya saat ini.


Karena yang paling utama saat ini baginya adalah Olivia. Dia cukup berbahagia karena bisa memiliki Olivia dan calon anak yang tengah di kandung gadis cantik itu.


Setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Sementara di dalam mobilnya, William terus saja melamun dengan apa yang telah terjadi padanya tadi.


Dia melihat Olivia dengan perut bulatnya membuat hati William merasakan kehangatan. Tapi di sisi lainnya, Melihat Olivia yang ketakutan padanya membuat William juga merasakan kesakitan yang juga di rasakan Olivia.


Apalagi matanya, Karena mata Olivia tidak pernah berbohong atas apa yang di rasakannya.


" Anda sudah mengetahui segalanya Tuan. Apa yang ingin Anda lakukan saat ini ?" Tanya Derry yang ikut kasihan melihat William yang terlihat sangat terpuruk dengan apa yang di temuinya hari ini.


Dia bertemu dengan dua wanita yang ternyata saling terhubung selama ini.


Seharusnya dia merasakan bahagia yang tidak terhingga saat melihat Ibunya. Tapi kenyataan lain menamparnya saat melihat Olivia hidup bersama Ibunya.


" Apa aku semengerikan itu Der, Hingga Olivia begitu takut saat melihat ku ? " Jika seperti ini apa yang harus Derry jawab ?


Dia bingung harus menjawab apa saat ini. Apa dia harus jujur ? Berbohong pun dia percuma saja.


" Beban mental yang di alami Olivia sangat berat Tuan. Mungkin saja saat ini dia takut jika Anda kembali menyakitinya seperti beberapa waktu yang lalu. Kita tidak mengerti apa yang di alaminya selama ini. Dia memberanikan diri untuk menjual dirinya pada Anda demi kesembuhan Ayahnya. Tapi takdir berkata lain padanya. Saya tidak ingin mengatakan Anda kejam, Jadi tolong tanyakan itu pada diri Anda sendiri. " William kembali memikirkan bagaimana perlakuannya terhadap Olivia selama ini.


Dan apa yang di katakan Derry memang benar. Bahwa apa yang di lakukan ya pada Olivia selama ini itu salah.


" Lucu sekali bukan ? Di saat aku ingin memperbaiki hidup ku, Takdir malah semakin mempermainkan ku dengan begitu mudahnya. Mereka semua mempermainkan ku dengan mudah hingga aku tidak bisa menentang takdir itu . " Dia tersenyum dengan miris meratapi nasibnya selama ini.


Sejak dulu hingga sekarang, William tidak pernah merasakan bagaimana kebahagiaan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Bahkan saat bersama Andrew pun dia tidak bisa selepas itu.


Lalu apa yang harus di lakukannya saat ini ?


William menatap jalanan yang mereka lewati. Jiwa dan raganya saat ini sangat merasakan kesepian yang mendalam.


Entah mengapa dia merasa bisa bernafas lega saat melihat Olivia dengan perut Buncitnya.


Tapi saat melihat wanita itu dengan ketakutannya membuat William merasakan sesak di dadanya.


" *Apa aku sebegitu menyakiti mu hingga kau begitu takut saat melihat ku ? Apa aku telah begitu banyak melukai mu sedalam itu ?


Bahkan saat melihat ku saja kau seperti tengah melihat monster. Tapi aku bersyukur jika memang anak itu adalah anak ku. Aku tidak akan ragu lagi jika memang itu anak ku.


Anak ku, Kau benar hadir dalam sosok itu bukan ? Daddy harap kau bisa terus hidup dalam diri Mommy mu Nak*. "


Sudut bibir William tertarik saat dia membayangkan anaknya yang tengah berbagi kehidupan dengan Olivia saat ini.


Tapi senyuman itu tidak bertahan lama saat dia melihat bagaimana takutnya Olivia saat melihatnya.


" Apa manusia seperti ku tidak panas untuk bahagia Der ? Apa tidak ada sedikit pun kebahagian yang Tuhan ciptakan untuk ku ? Apa aku tidak berhak untuk ikut merasakan kebahagiaan seperti yang di rasakan banyak orang ?" Pertanyaan William terdengar sangat menyedihkan sekali bukan ?


Lalu apa yang harus di jawab Derry saat ini ?


Bahkan wajahnya terlihat sangat terpukul sekali dengan senyuman kepedihan di wajahnya.


" Saya bukan Tuhan yang bisa mengatakan benar atau tidaknya. Jadi anda bisa menanyakan itu secara langsung pada-nya Tuan. " Derry memberhentikan mobilnya tepat di depan tempat ibadah.


William melihat itu dan kembali tersenyum penuh kepedihan.


" Bahkan rasanya aku tidak pantas untuk masuk ke sana Der. Aku tidak tau bagaimana caranya berbicara dengan Tuhan. "

__ADS_1


...💦💦💦...


__ADS_2