My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 13


__ADS_3

"Lihat, perempuan yang ku bawa hari ini bukankah dia cantik?" ucap Lion sambil menyentuh anak perempuan nya pelan.


Cyla yang merasakan sentuhan dari ayah kandungnya terkejut dan menambah erat genggaman di tangan milik Alex.


"Sun.." panggil Alex membuat Cyla menarik nafasnya pelan. Melepaskan genggaman tangan yang dia mulai dan mulai mengikuti ayahnya mendekat. Setiap langkah yang semakin dekat dengan seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.


"Jasmine, apa kamu mengenalnya? Dia seorang anak perempuan yang mungkin pernah kamu temui dulu" ucap Lion mencoba membuat Jasmine mengingat bahwa ada anak perempuan yang hilang dan bertemu dengannya.


"...."


"Ayah.." panggil Leon pelan dan berjalan mendekat ke arah ayah dan juga adiknya.


"Leon kamu bicara terlebih dahulu ayah ingin keluar sebentar" ucap Lion membuat Leon menggangguk paham. Membiarkan ayahnya pergi sendirian keluar dari kamar rehabilitas ibunya.


"Kak, ayah anda ingin kemana?" tanya Cyla pelan. Dia masih tidak terlalu nyaman menyebut panggilan 'ayah' secara langsung. Sehingga menciptakan perasaan canggung di antara mereka.


Leon yang mendengarnya hanya bisa mengeluarkan senyum tipisnya, ditemani tangan yang mulai mengelus kepala milik adik perempuannya.


"Ayah pergi karena dia ingin menangis ataupun melakukan pekerjaan lembut untuk mengurangi perasaan terlukanya" senyum tipis Leon yang sudah mengetahui kebiasaan ayahnya.


Seorang laki-laki paruh baya yang memiliki umur tua itu memiliki bahu yang kokoh dan mampu menopang semua beban yang ada. Namun sayang kini bahu yang terlihat kokoh itu kini menjadi bahu yang rapuh dan tidak mampu menanggung beban lagi. Dimana orang yang selalu menemaninya kehilangan jiwa dan perasaan seperti manusia.


Menghasilkan sebuah kesedihan yang ditutupi oleh canda maupun tawanya yang berwibawa.


'Kau sudah berusaha lebih dari biasanya, ayah' puji Leon dalam hatinya. Dia berjalan mendekat ke arah ibunya dan dengan pelan duduk di samping ibunya yang sedang menatap jendela kaca.


"Bu, aku pulang... anak laki-laki mu sudah pulang dan membawa sesuatu untukmu Bu" ucap Leon dan mencoba menyentuh tangan ibunya lembut. Dimana tangan itu terlihat bergetar ketakutan saat mencoba menyentuh kulit ibunya sendiri.


"Kak..." ucap Cyla yang melihat tangan Leon bergetar. Alex yang berada di samping Cyla hanya bisa menatap dingin. Dia tidak bisa mengeluarkan ekspresi yang lain saat melihat reaksi Leon yang mencoba menyentuh tangan ibu kandungnya. Karena dirinya juga pernah mengalami hal yang sama, perasaan takut, gugup, cemas, sedih semuanya tercampur aduk saat itu.


Di saat tangan mulai menyentuh seseorang yang memiliki kehidupan yang berbeda tapi di dunia yang sama.


'Bila saja saat itu aku tak bertemu Cyla mungkin saat ini aku tidak akan pernah minat kesedihan orang lain dan membuka perasaan ku sama sekali' pikir Alex yang menyadari pengorbanan orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Sun.. mendekat lah ke arah ibumu dan temani kakak kandungmu itu" bisik Alex yang tidak ingin melihat istirnya mengalami hal yang sama dengannya.


"Aku?"

__ADS_1


"Ya, untuk kali ini saja aku akan merelakan mu mendekat ke arah kakak laki-laki mu itu" dingin Alex dan menarik Cyla mendekat ke arahnya. Mengecup lembut kening istrinya lalu mengeluarkan senyum hangatnya.


"Pergilah" ucap Alex membuat Cyla menarik nafasnya kembali dan memberikan senyumannya yang lembut ke arah Alex.



Senyumannya yang manis seperti bunga mekar membuat Alex berbalik dan berjalan ke arah sofa yang tadi ia duduki. Hingga sebuah teriakan dari Leon terdengar keras di dalam ruangan. Membuat langka kaki yang baru berjumlah dua itu berhenti seketika.


Pintu yang ada di dekat mereka di dobrak dengan keras dan terlihat para pelayan berdatangan.


"Tuan muda ada apa?" tanya kepala pelayan.


"Panggilkan dokter Graham dan panggil ayah secepatnyalah!" perintah Leon membuat semua orang yang berdatangan bergerak dengan cepat. Mengambil telpon dan memanggil tuan besar yang ada di ruang kerja.


Suara langkah kaki dari lantai atas perlahan terdengar di lantai bawah. Nafas yang terengah-engah menampilkan penampilan seorang laki-laki paruh baya yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Ada apa Leon? kenapa kau berteriak seperti itu kau bisa mengejutkan ibu...."


"Ayah i...ibu menangis" ucap Leon yang dengan cepat menyela ucapan milik Ayahnya. Lion yang melihat ke istrinya juga terkejut saat melihat mata istrinya mulai mengeluarkan air mata.


"I..Ini, kalian semua cepat panggil dokter" perintah Lion yang terkejut melihat istrinya menangis untuk pertama kalinya. Setelah tahun demi tahun tidak pernah menunjukkan satu ekspresi maupun perasaan apapun.


"Moon, apa yang terjadi?" bingung Cyla yang langsung bersembunyi di balik punggung Alex. Dia bingung melihat semua orang yang ada di sekitarnya tergesa-gesa saat mendengar bahwa ibunya mengeluarkan sebuah air mata.


"Tenang saja sun, semuanya akan baik-baik saja" ucap Alex memenangkan Cyla. Karena ini bisa menjadi kabar baik atau kabar buruk bagi keluarga maupun pasien.


Hingga tidak berapa lama kemudian, dokter dan perawat mulai berdatangan. Mengeluarkan setiap alat yang baru saja mereka simpan dan memeriksa kembali kondisi Madame Jasmine. Dibantu para perawat yang meminta agar para tamu keluar dari ruangan dan membiarkan dokter memeriksa kondisi pasien.


"Tunggu, aku ingin berada di dalam aku ingin tau keadaan ibuku?" cemas Leon.


"Maaf tuan muda anda tidak bisa berada di dalam karena dokter juga membutuhkan kenyamanan saat memeriksa, tapi saya pastikan kami akan memberitau kondisi Nyonya Dicapri untuk anda secepatnya" sopan perawat perempuan.


"ampura¹" ucap perawat tersebut meminta maaf dan dengan cepat menutup pintu ruangan.


"nggih ten kenapi²" ucap Lion membalas lalu menepuk pundaknya pelan.


"Tapi ayah, ibu... dia benar-benar menangis aku...aku arghhh" kesal Leon yang tidak dibiarkan masuk ke dalam ruangan. Dia memeluk ayahnya erat seperti seorang anak laki-laki kecil yang telah kehilangan permennya. Membuat Lion hanya bisa tersenyum tipis dan semakin tipis.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja... semuanya" ucap Lion yang semakin lama ikut menangis seperti anak laki-lakinya. Sebuah kejadian yang membuatnya terkejut dan syok setengah mati karena istrinya menangis. Tangisan yang dikeluarkan langsung oleh matanya yang lembut dan memiliki warna lensa hitam pekat itu.


"Moon, kenapa mereka menangis?" tanya Cyla yang masih bingung dengan keadaan ayah dan kakak kandungnya. Ditambah dengan hatinya yang tiba-tiba terasa terkoyak saat melihat keluarga kandungnya menangis.


"Apa kamu tau jika seseorang yang tidak memiliki jiwa dan tiba-tiba mengeluarkan air mata itu merupakan sebuah keajaiban?" yang bisa saja itu kabar baik atau kabar buruk, lanjut Alex dalam hatinya. Ia tidak berani mengucapkan kebenaran yang bisa memiliki perbandingan fifty : fifty. Jelas cukup membuat orang yang mendengar akan berpikir negatid.


"Benarkah? berarti kondisi ibu Leon..."


"Rahajeng wengi³" ucap dokter sambil membuka pintu ruangan. Membuat Lion, Leon yang menangis menyapu air mata mereka sedangkan Cyla dengan cepat menggenggam erat tangan Alex.


"Wengi⁴" jawab Lion dan Leon bersamaan.


"Saya akan mengatakan nya secara singkat saja bahwa nyonya Dicapri saat ini memiliki respon yang sangat tidak biasa, bahkan bisa dikatakan ini merupakan respon yang sangat bagus" jelas dokter membuat senyum merekah muncul di wajah Lion dan Leon.


"Jadi ibuku benar-benar menangis tadi?" tanya Leon gugup.


"Ya tuan muda, dari hasil pengecatan dari kadar air dan lensa mata ibu anda memang menangis saat itu. Namun sayangnya saya tidak mengetahui apa penyebabnya ibu anda menangis. Jadi bisakah anda mengatakan siapa yang menyebabkan nya?" tanya dokter yang ingin tahu gejala milik pasien nya secepat mungkin.


"I...itu.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


•Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya :


My Ex Secretary


•Yang pengen santet atau nabok author gara-gara gantung silahkan, karena cerita ini suka bikin manusia gregetan atau emosian. Tapi karena saya sedang berbaik hati ( Kebenaran : Tugas saya sedang dikit) saya akan memberikan informasi bahwa Extra Part 14 akan update besok bila like nya sampai 1,5k jadi tergantung kalian juga sih°^°


•Dan juga mari kita belajar Bahasa Bali yang ada di Extra part kali iniヽ(^o^)丿


¹Ampura (maaf).


²Nggih ten kenapi (tidak apa-apa).


³Rahajeng wengi (selamat malam).


⁴ Wengi (malam).

__ADS_1


Sekian terimakasih, Mata nee🍁


Ingat saya juga manusia yang punya kesalahan, jadi jika kalian ingin bilang saya ngemis like is okay. Karena semua pilihan ada di tangan kalian. Apalagi semasih saya sedang memiliki tugas dikit~


__ADS_2