My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 184


__ADS_3

Cyla menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada di dekatnya Membiarkan matanya terpejam sebentar semasih menunggu Alex datang.


Setelah mata Cyla terpejam sebentar tidak terlalu lama suara pintu dibuka oleh seseorang. Suara kecil Rei memanggil orang yang datang dari pintu masuk. Dengan senyumannya yang tipis Rei menyambut orang tersebut.


"Daddy...daddy... Mommy" ucap Rei dengan wajah khawatir miliknya.


"Ada apa dengan mommymu? bukannya dia sudah sadar?!" tanya Alex.


"Iya sadar tapi..." gugup Rei. Dia mengubah suara dan ekspresi miliknya menjadi sedih. Membuat kejahilan nya semakin nyata yang padahal semuanya hanya dilakukan untuk mengerjai ayahnya sendiri.


"ah sudahlah, Cyla apa kamu sudah bangun?" tanya Alex yang langsung berjalan ke arah Cyla. Tidak mempedulikan Rei yang sangat lambat memberi tau keadaan tunangannya.


'Apa ini benar-benar tidak apa-apa?' pikir Cyla yang bingung dengan pilihannya.


"Cyla... aku sudah membawakan buah-buahan untuk mu" ucap Alex dan meletakkan buah yang dia bawa ke atas meja di dekat sana.


"Cy...." saat panggilannya yang ketiga, wajah yang sudah lama tidak dia lihat tertampil di balik selimut miliknya.


Selimut yang terangkat memperlihatkan mata dan dahinya saja. Sisanya menutupi seluruh tubuh dan juga bibir yang merupakan candu buat Alex.


"Cyla apa kamu baik-baik saja?" tanya Alex dan mengelus kepala Cyla lembut. Rambut perempuan nya yang kusam karena kejadian di pelabuhan. Membuat Alex ingin melakukan hukuman untuk orang-orang tersebut secara sendirian.


"Ehmmmm...siapa ya?" tanya Cyla balik.


Wajahnya yang polos menatap ke arah Alex yang khawatir kepadanya. Suaranya yang lembut membuat hati Alex merasa terganggu dengan pertanyaan Cyla untuknya.


"Apa kamu benar-benar tidak mengingat ku? aku..."


"Mom Irene, siapa laki-laki ini? apa aku mengenalnya?" tanya Cyla bingung.


"Mom!" teriak Alex kesal. Dia bingung dengan keadaan Cyla yang seakan-akan melupakan nya tetapi masih mengingat ibunya yang merupakan orang yang telah melahirkannya.


"Hah.... Alex kemari biar mom jelaskan apa yang terjadi saat ini" pasrah Irene dan menepuk samping tempat duduknya.. Rei yang berada di samping kiri neneknya langsung pergi dari sofa dan berjalan ke tempat ibunya

__ADS_1


Memeluk erat ibunya dan mengusapkan kepalanya ke arah ibunya. Kehangatan dan kebahagiaan saat melihat ayahnya berwajah seperti anak anjing yang sedang dibuang oleh tuannya di bawah kolong jembatan. Seperti itulah Rei melihat ekspresi ayahnya saat ini.


"Rei... apa benar ini tidak apa-apa? Daddy mu seperti..." bisik Cyla ke arah telinga Rei..


"Tenang mom semuanya akan baik-baik saja dan kamera yang ku sembunyikan juga baru dimulai" bisik Rei menjawab ucapan ibunya.


Kedua orang yang ada di atas tempat tidur itu memperhatikan Irena yang akan berusaha membuat Alex percaya bahwa keadaan Cyla serius. Dengan bantuan dokter yang sudah diberi tau di dalam ruangan milikinya dan Didi yang sudah kembali ke kamar rawat inap miliknya.


Di sofa tersebut terdapat Alex dan Irene yang sedang duduk dengan ekspresi yang tenang. Setenang-tenangnya ekspresi mereka saat ini hati mereka sebenarnya sedang dalam kondisi yang serius. Irene dengan kondisi memikirkan dokternya kapan datang dan Alex dengan kondisi memikirkan kenapa Cyla melupakan nya.



Padahal banyak hal yang telah mereka lakukan bersama, dari kantor, cafe, restauran, pantai bahkan di dalam mansion. Kesenangan dan keromantisan yang diberikan Alex untuk Cyla. Membuat Alex memikirkan bahwa Cyla hanya bercanda atau sedang bermain-main dengannya.


"Apa yang terjadi dengan Cyla?" tanya Alex dingin.


"Begini nak, mom juga baru diberi tahu oleh dokter bahwa Cyla sepertinya terkena penyakit sebagian" jelas Irene


"Sayangnya yang mom katakan adalah kebenaran dan jika kau tidak percaya kau bisa bertanya dengan dokter yang akan datang sebentar lagi" ucap Irene.


"Baik" singkat Alex dan menunggu kedatangan dokter yang mengurus Cyla.


Ruangan yang mereka gunakan adalah ruangan VIP dengan fasilitas terbaik dan terlengkap di rumah sakit ternama ini. Membuat ruangan Cyla bisa dipenuhi oleh orang dan tidak membuat ruangan ini menjadi sesak.


Krek***


Saat pintu terbuka Alex melihat kedatangan dokter dengan baju kerja miliknya. Bersama perawat yang membawa alat untuk menchek kondisi Cyla.


"Dokter bisakah kita bicara sebentar" dingin Alex. Dirinya menatap tajam ke arah dokter yang mengurus keadaan Cyla sampai sehat kembali.


"Suster gantikan tugas saya sebentar" ucap dokter dan berjalan keluar bersama Alex. Menutup pintu ruangan dan membiarkan keempat orang tersebut didalam ruangan inap Cyla.


"Permisi apa benar tidak apa-apa dokter berduaan dengan tuan tadi?" tanya suster yang khawatir. Dirinya gugup setengah mati apalagi dengan merasakan aura yang mencekam dari laki-laki tampan tersebut. Jika dia salah sedikit sudah dipastikan nyawanya akan terancam dan pulang-pulang dirinya membawa kabar kematian untuk keluarganya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa suster, dingin-dingin gitu anaknya juga penyayang" jelas Irene.


"Huft... baiklah kalau begitu nona mari kita mulai pengecekan nya dan melihat apa anda masih sulit bernafas" ucap suster sambil tersenyum.


"ah baiklah" ucap Cyla dan menarik piyama rumah sakit yang telah dia gunakan saat ini. Kondisinya saat ini diperiksa untuk memberikan hasil bahwa tidak ada kesalahan di dalam tubuhnya. Kesalahan yang mampu memperburuk kesehatannya.


Apalagi dengan luka-luka yang baru saja dibaluti oleh perban dan harus diganti menurut jadwal. Agar tidak membuat luka miliknya terinfeksi dan sembuh dengan maksimal.


Cyla yang sedang diganti perban dan diperiksa meninggalkan kedua laki-laki yang berada di luar ruangan. Aura yang mencekam dapat membunuh lawannya dalam sekali lihat. Membuat dokter yang ada di hadapan Alex menelan Saliva nya pelan.


"Katakan padaku apa benar tunangan ku kehilangan sebagian ingatannya?" tanya Alex.


"I..itu" gugup dokter.


"jawab" tegas Alex.


"Sebenarnya kondisi nona Cyla....."jelas dokter yang gugup dan tidak bisa menahan aura pembunuh Alex kepadanya. Menjawab pertanyaan sebaik-baiknya dan menenangkan nyawanya yang bisa pergi dalam seketika.


Alex yang mendengar penjelasan dokter hanya bisa memicingkan mata miliknya. Tangannya yang mengepal karena amarah menambah ketajaman mata miliknya


"Ja.....jadi seperti itu tuan penjelasan nya" gugup dokter yang selesai menjelaskan.


"Baiklah selesaikan tugasmu dan keluar dari ruangan tunangan ku secepatnya" perintah Alex yang membiarkan dokter laki-laki itu menyelesaikan tugasnya kembali.


'Sial, hukuman apa yang akan ku berikan kepada mereka' dingin Alex


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Penjelasan apa yang diberikan dokter kepada Alex dan apa yang akan dilakukan Alex selanjutnya? hmmm cuma bisa liatin dan berdoa semoga author sehat selalu. Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2