My Hot Daddy

My Hot Daddy
Berlutut


__ADS_3

William terus saja tersenyum saat sebentar lagi dia akan sampai di rumah ibunya.


Entah apa yang di lakukan Derry hingga dia bisa melakukan ini semua dan membawa William sampai di rumah ibunya sepagi ini.


Bahkan matahari saja pun baru naik hingga dia sudah terlihat sangat bahagia saat melihat rumah ibunya yang sudah terlihat di depan matanya.


Betapa beruntungnya William saat melihat Olivia yang keluar dari rumah dan berjalan-jalan di halaman rumah ibunya dengan perut yang membuncit seperti itu.


Benar-benar terlihat menggemaskan sekali Olivia dengan baby bum yang semakin menambah aura kecantikan dari istrinya itu.


Tapi tunggu dulu, Kenapa William sudah memikirkan tentang istri dan membayangkan bahwa Olivia menjadi istrinya dan selalu menunggunya saat pulang kerja ya ?


Pikirannya jauh menerawang ke depan saat di mana dia pulang bekerja dan si sambut oleh senyuman manis Olivia hingga membuat semua rasa lelahnya hilang seketika saat itu juga.


Melihat William yang kembali terdiam dan melamun membuat Derry tidak bisa berkata-kata lagi karena perubahan yang sangat signifikan dari bosnya itu.


Jadi dia membiarkan saja William dengan penyakit barunya itu.


" Kita sudah sampai Tuan. "


" Aku sudah tau !" Jawab William yang langsung turun dari mobilnya saat Derry sudah mematikan mesin mobilnya.


Dia melihat William yang keluar dari dalam mobil dengan semangat yang begitu membara.


Semoga saja William tidak lagi mendapatkan penolakan dari Olivia dan mereka bisa memulai semua ini dari awal dengan baik.


Sebelum benar-benar sampai di dekat Olivia, William menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan sembari menguatkan dirinya lagi sebelum mendapatkan penolakan dari Olivia.


" Huh, Semoga berhasil. " Ucapnya dengan pelan menyemangati dirinya sendiri dan berjalan menghampiri Olivia yang berjalan di halaman rumah karena mobil mereka di parkiran Derry di bawah dan tidak terlihat oleh Olivia.

__ADS_1


" Olivia..."


Deg !


Suara ini, Suara orang jahat ini. Olivia tidak ingin melihatnya, Sebaliknya dia malah berjalan untuk segera masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan William.


Tapi William dengan sigap mencegahnya dan menghalangi langkah Olivia yang hendak meninggalkannya.


" Olivia please, Kita harus bicara sebentar saja. " Dia menggelengkan kepalanya saat William meminta untuk bicara.


Dia bahkan melakukan hal seperti biasanya dengan menundukkan kepala karena tidak ingin melihat William didekatnya.


" Apa aku harus berlutut dihadapan kamu agar kita bisa bicara sebentar saja ?" Olivia terdiam dia tidak tau harus menjawab apa untuk ini.


Karena tidak melihat reaksi apa pun dari Olivia membuat William melakukan itu. Dia berlutut di depan Olivia dengan sekotak coklat special untuknya yang katanya bagus di makan untuk ibu hamil.


" Olivia..."


" Aku mohon berdiri Tuan, Jangan membuat ku terlihat seperti orang jahat disini. Aku tidak ingin orang lain melihat keadaan Tuan yang seperti ini apalagi Andrew yang melihatnya. Aku tidak ingin dia mengetahui apa yang telah terjadi pada Daddy-nya. " Air mata Olivia hampir saja terjatuh jika William tidak sigap menahannya.


Dia tidak sanggup lagi jika harus melihat Olivia menangis karena rasanya itu akan sangat menyakitkan untuknya.


" Aku mohon jangan menangis lagi Olivia aku mohon. Jika kau tidak ingin melihat ku, Oke aku akan menurutinya. Tapi tolong berikan aku kesempatan untuk meminta maaf pada mu. Aku janji setelah kau memaafkan ku aku akan pergi. Katakan pada ku berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk semua ini ? Berapa lama waktu yang kau perlukan untuk menerima ku sebagai ayah dari anak yang tengah kau kandung. " Olivia menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menyembuhkan luka hatinya terhadap sikap William yang pernah memperlakukannya seperti binatang.


" Aku tau aku yang bersalah disini, Tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Pikirkan juga bagaimana anak yang ada di dalam kandungan mu Olivia. Dia membutuhkan ayah dan ibunya yang lengkap. Walau aku yakin jika tanpa ku pun kau bisa mengurusnya dengan baik. Tapi apa yang tau bagaimana rasanya tumbuh Tampa orang tua yang lengkap. Aku yakin kau juga merasakan hal yang sama. Bahkan kau sampai rela menjual diri mu sendiri pada ku demi ayahmu. " Matanya berkaca-kaca menatap William yang masih berlutut di


hadapannya saat ini.


Bahkan saat William menggenggam tangannya pun Olivia masih diam saja.

__ADS_1


Mendapatkan sentuhan lembut seperti ini dari William membuat hati Olivia yang tadinya tandus kini seperti dihujani oleh air dan ribuan kelopak bunga yang menangkan diri dan perasaannya.


" Olivia..."


" Jangan lakukan ini padaku Tuan. Biarkan aku hidup dengan anak ku saja. Aku bisa membesarkannya dengan baik seperti yang anda katakan. Jika anda ingin menemuinya kelak aku tidak akan pernah melarangnya. Bahkan kapan pun yang Anda inginkan, Tapi aku mohon jangan membawanya pergi meninggalkanku. Aku mohon..." Air mata Olivia sudah jatuh di tangan William membuatnya merasa bersalah karena telah kembali membuat Olivia menangis dan dialah yang membuat air mata itu kembali jatuh.


" Baik lah jika kau tidak menginginkan ku berada didekat mu. Tapi biarkan aku menyapanya kapan pun aku menginginkannya seperti yang kau katakan tadi pada ku. " Dia tidak meminta izin dari Olivia untuk menyentuh perutnya dan merasakan bahwa anak yang ada di dalam kandungan Olivia tumbuh dengan baik bersama ibunya di sana.


" Baby Pink..."


Dugh...


" Sssshhh...." Olivia mendesis saat merasakan tendangan anaknya semakin hari semakin kuat dan pergerakan anaknya semakin aktif didalam sana.


" Hey, Kenapa seperti itu Baby ? Jangan seperti itu dan menyakiti Mommy mu Sayang..." William terus mengusap perut Olivia yang membuncit dan memberikan banyak kecupan diperut Olivia hingga membuat anaknya yang sejak tadi terus saja bergerak dengan ajaib langsung berhenti bergerak saat William mengusapnya.


Olivia terdiam, Dia tidak menyangka jika anaknya anak menurut pada William seperti ini karena sejak tadi anaknya terus saja bergerak hingga membuatnya susah tidur dan memilih untuk berjalan di halaman seperti ini dan ternyata anaknya ingin di sapa oleh ayahnya seperti ini.


" Baby jangan membuat Mommy mu sakit Sayang. Daddy tidak bisa terus bersama kamu, Jadi Daddy harap kamu tidak membuat Mommy kamu susah Sayang. Tumbuh dengan baik bersama Mommy kamu ya Nak, Daddy harus ke dalam dulu untuk bertemu dengan kakak kamu. Daddy ingin memberikan hadiah untuk Kakak kamu karena telah menjadi Kakak yang hebat untuk menjaga kamu dan Mommy kamu. "


Cup...


" Daddy pergi baby...." William meninggalkan Olivia yang masih saja terdiam dan termenung di tempatnya berdiri saat ini.


Katakan pada Mommy mu jika Daddy akan terus berusaha untuk mendapatkan maaf darinya.


Lanjut William dalam hatinya sambil terus melangkahkan kedua tungkai panjangnya menuju rumah dimana ada Ibu dan anaknya didalam sana.


...💦💦💦...

__ADS_1


__ADS_2