
"Maksud anda?" bingung Mex dan mulai mendengarkan bisikan milik karyawan wanita itu.
"Maksud saya, mungkin tuanmu saat ini sedang mengalami perubahan mood dikarenakan dia mau ngidam atau bisa dibilang gejala orang hamil" jelas Lina. Membuat Mex yang mendengarnya terkejut dan dengan cepat mengecilkan suaranya.
"Ehhh, maksud anda tuan dia... dia sedang mengidam?" terkejut Mex lalu mulai mengecilkan suaranya pelan.
"Ya ngidam, apa anda tidak tau bahwa suami juga bisa ngidam dan mual saat istrinya sedang hamil? dan setahuku Cyla saat ini sedang hamil bukan?"
"Ya memang benar, nona muda saat ini sedang hamil"
"Baguslah, kalau begitu jangan lupa periksa ke dokter dan minta pak Alex untuk istirahat, kalau tidak perusahaan ini akan hancur dalam sehari karena amarahnya" jelas Lina yang menoleh pelan ke arah kaca kantor atasannya dan pergi dengan cepat. Lina meninggalkan ruangan itu dengan cepat sebelum ketahuan oleh atasannya bahwa dia sedang membicarakan hal-hal buruk tentangnya atau dugaan yang belum pasti, membuatnya pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Apalagi atasannya itu merupakan salah satu orang yang gidak percaya kepada ucapan orang lain, yang artinya sulit dibilangi dan harus diberitahukan faktanya dari orang terpercaya seperti keluarga. Membuat Lina yang melihatnya dengan cepat pergi dari ruangan tersebut dan pergi menuju ruangan yang ada di lantai bawah.
Mex yang ditinggalkan oleh Lina dengan ceoat mengambil handphone nya lalu memeriksa ke internet gejala yang dimiliki atasannya itu. Hingga sebuah artikel tertulis terlihat di beranda pencarian miliknya.
Artikel itu mengatakan bahwa Suami ngidam dan mual merupakan gejala kehamilan simpatik dan tertulis juga ada kebanyakan kasus, suami ngidam atau sindrom kehamilan simpatik muncul di trimester pertama kehamilan, juga beberapa minggu sebelum persalinan. Dan biasanya gejala tersebut akan menghilang setelah bayi lahir.
Membuat Mex yang melihatnya hanya bisa terkejut dan menekan nomor telpon dokter pribadi keluarga Johnson. Sebelum kejadian ini semakin gawat dan merepotkan karyawan yang ada di dalam perusahaan, Johnson Company. Dimana karyawan-karyawan itu mampu menjatuhkan salah atau perusahaan dengan menggoyangkan kaki saja.
"Aku harus menelpon dokter dan juga memberitahu nyonya besar tentang ini" gumam Mex yang mulai menekan tombol panggilan yang ada dan menghubungkan orang-orang yang diperlukan.
Hingga saat matahari berada di atas, Alex yang tadinya berada di kantor kini berada di dalam mansion. Dengan baju santai dan nyamannya, tangan besar itu memeluk istrinya penuh kasih sayang. Membuat Cyla yang merasakannya hanya bisa tersenyum lembut melihat kondisi suaminya yang sedikit memprihatinkan.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sedang sakit, hmm?" tanya Cyla lembut.
"Aku tidak tau dan juga aku ingin dielus" jawab Alex sambil mengeluarkan suara manja dan kekanak-kanakan nya. Membuat Cyla yang melihat penampilan suaminya yang aneh mengenal nafasnya pelan lalu melakukan ucapan suaminya itu.
'Apa Alex memang suami yang semanis ini? ah gawat jika begini rasanya aku ingin mengelusnya terus dia seperti anak kucing' pikir Cyla yang biasanya hanya melihat sikap gentle dan cool suaminya. Tidak seperti sekarang yang dimana suaminya saat ini memperlihatkan sikap seperti anak kucing yang menggemaskan.
"Bukan di situ tapi di sebelahnya"
"Baik-baik"
Cyla yang mendengar permintaan suaminya dengan lembuy mengelus kepalanya. Membuat Alex yang merasakannya merasa nyaman dan mengistirahatkan kepalanya di atas paha milik sang istri. Kepalanya itu dielus dengan lembut, sehingga membuatnya mulai tertidur pelan di sana. Bahkan suara dengkuran yang biasanya tidak pernah terdengar kini terdengar sangat halus.
"Alex,ini mom bawakan makanan-"
"Ssssstt"
Cyla memberikan isyarat tangan dan juga suara pelan kepada ibu mertuanya. Membuat Irene yang mendengarnya langsung melihat ke arah laki-laki yang ada di dalam pangkuan Cyla. Tidurnya yang lelap san nyaman membuat orang-orang yang ada di sekitarnya tidak tega membangunkan lelaki dewasa itu. Bahkan Irene yang melihatnya dengan pelan mendekat dan meletakkan nampan yang berisi makanan itu di meja yang ada di depan mereka.
Duduk di samping keduanya lalu mengambil gambar Alex yang terlelap itu pelan. Dengan kehati-hatian suara kamera yang biasanya terdengar kini di nonaktifkan, sehingga membuat Alex yang tertidur tidak merasakan ancaman bahaya sedikit pun.
"Apa yang ibu lakukan?" tanya Cyla berbisik.
"Tentu saja memfotonya, jarang-jarang bisa melihat anak ini tertidur seperti itu" jawab Irene sambil menggambil gambar dengan hati-hati.
"Sepertin itu?"
"Kau tidak lihat wajahnya yang seperti anak anjing itu, bahkan suara dengkuran nya saja terdengar sampai sini" bisik Irene yang sudah selesai mengambil gambar-gambar tidur milik Alex, anaknya.
"Anak anjing? ku pikir dia sama seperti anak kucing"
__ADS_1
"Mau anak anjing atau anak kucing, ini adalah momen langka patut diabadikan" bisik Irenee membuat Cyla terkekeh pelan.
"Hihihi"
"Ssssttt"
"Ssssttt"
Mereka berdua menutup mulut mereka dengan jari tulunjuk lalu melihat-lihat foto yang diambil diam-diam oleh Irene. Membuat Cyla yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan membiarkan suaminya tertidur pulas di atas pahanya tanpa tau bahwa orang-orang yang ada di dekatnya saat ini mengabdikan momen tidur pulas nya.
Sampai-sampai mereka lupa akan waktu dan tidak merasakan bahwa waktu siang yang tadinya mereka jalani kini berganti menjadi malam. Dengan bulan dan bintang yang menghiasi langit malam yang gelap. Disanalah terlihat seorang laki-laki dan wanita yang sedang bermesraan di atas meja makan. Ditemani oleh para keluarga inti dan juga seorang anak laki-laki yang memandang tajam ke arah ayahnya.
"Aaaahh" ucap seorang laki-laki sambil membuka mulutnya pelan. Membuat wanita yang berada di sisinya dengan pelan menyuapi sendok yang berisi bubur daging.
"Pelan-pelan mengunyahnya moon, jika tidak semua isi makananmu akan keluar lagi" jelas wanita itu yang tidak merasakan sama sekali tatapan milik anaknya. Membuat anak laki-laki yang dari tadi melihatnya mulai mengangkat suaranya.
"Mommy, apa perlu Daddy disuapi seperti itu? bukannya dia sudah berumur 30 tahun lebih?" ucap Rei, seorang anak laki-laki yang dari tadi melihat keromantisan milik ibu dan ayahnya di depan meja dan mulai mengangkat suaranya demi mencegah hal-hal yang tidak nyaman dipandang di mata.
"Jika bukan mommy siapa lagi? dan juga Daddy mu saat ini hanya bisa disentuh oleh mommy, oleh karena itu mommy harus merawatnya bukan?" ucap Cyla yang tidak mempersalahkan sikap manja suaminya.
"Jadi Daddy hanya bisa disentuh oleh mommy?" tanya Rei polos.
"Ya, jika disentuh orang lain daddymu akan pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi Perutnya" jelas Cyla menjawab pertanyaan milik sang anak. Sambil melap mulut suaminya pelan, ia tidak menyadari bahwa Rei kini mengeluarkan senyum tipisnya di balik wajah polos dan juga sendok yang ada di mulutnya.
Ting***
"Sepertinya aku tidak sengaja menjatuhkan sendok ke lantai" senyum Rei yang membuat pelayan yang ada mendekat.
"Kalau begitu akan saya ambilkan tuan mu-"
"Tidak-tidak perlu, kamu cukup ambilkan sendok baru di dapur dan untuk sendok ini biar aku saja yang mengambilnya" jelas Rei yang menjadikan pelayan itu berpindah dan berjalan ke dapur. Rei yang melihatnya turun dari kursinya dan menundukkan kepala dan juga tubuhnya untuk menggapai sendok yang sengaja ia jatuhkan.
'Hehe, sudah lama aku tidak menyentuh kakimu Daddy' smirk Rei yang sudah berada di kolong meja makan dan dengan sengaja menyentuh kaki milik ayahnya. Membuat Alex yang tadinya duduk dengan tenang di kursinya langsung berdiri dan bergegas menuju kamar mandi. Suara nya terdengar menggema di ruangan, membuat Cyla, Irene dan juga para pelayan dengan cepat datang ke tempat Alex.
Sedangkan Rei yang menyebabkan semua hal itu dengan hati-hati keluar dari kolong meja dan meletakkan sendok yang ia ambil dan menyadti tatapan milik kakeknya tertuju padanya.
"Sepertinya cucuku yang satu ini sangat suka mengerjai ayahnya" ucap Vero tenang. Ia meminum minumannya dengan anggun, meletakkan gelasnya dan menetap cucu laki-lakinya.
"Aku tidak sengaja jadi tidak perlu menatapku seperti itu, opa" senyum Rei yang sudah duduk kembali ke kursinya dan melanjutkan makan malamnya. Tanpa mempedulikan orang yang sedang muntah di dalam kamar mandi itu.
"Apa kamu baik-baik saja, moon?" tanya Cyla khawatir sambil memberikan sebuah handuk ke arah suaminya.
"Ya tidak apa-apa, tapi maaf bisakah kalian keluar terlebih dahulu" minta Alex yang wajahnya mulai memucat.
"Baiklah, mom akan membawakan aroma terapi yang bagus untuk tubuhmu" ucap Irene dan mambea Cyla keluar dari kamar mandi. Meninggalkan Alex yang sedang memuntahkan isi perutnya, sambil menatap ke arah dinding itu.
'Sialan kau Rei, apa kau tidak mengerti untuk tidak menyentuhku' ucap Alex dalam hati dan memuntahkan isi perutnya lagi.
Kondisi tubuhnya lebih parah dari pada tadi pagi, bahkan saat ini ia tidak bisa disentuh oleh siapapun kecuali istrinya yaitu Rowena Cylame. Tapi karena anak itu, anak laki-laki yang membuatnya harus menahan rasa sakit ini. Dengan sengaja menjatuhkan sendok dan menyentuh kakinya dari kolong meja. Membuat makanan yang baru saja masuk, kini harus keluar lagi.
'Lihat saja aku akan membuatmu lebih iri terhadapku lagi dan lagi, Rei' ucap Alex dalam hati dan mencuci wajahnya dengan air terutama bagian mulutnya dengan bersih.
__ADS_1
Rei yang mendengar suara air mengalir dengan cepat memanggil tangan kanan ayahnya yang sedang berjalan tidak jauh dari tempatnya berada. Dengan sekali panggilan, Rei membuat gerakan tangan kecil ke arah tangan kanan ayahnya itu.
"Paman, kemari" panggil Rei yang membuat Mex yang melihatnya berjalan mendekat ke arah anak atasannya.
"Ya, ada yang bisa saya bantu tuan muda kecil?" tanya Mex sopan.
"Apa kau tau, kapan Daddyku sembuh?" tanya Rei berbisik.
"Jika menurut artikel dan juga perkataan dokter, kemungkinan tuan muda akan sembuh setelah nona muda melahirkan" jelas Mex yang membuat Rei yang mendengarnya terkejut.
"Melahirkan? artinya aku harus menunggu 5 setengah bulan lagi?"
"Ya, tuan muda kecil"
"Arghhhhh sial" gerutu Rei yang tidak berharap bahwa ayahnya akan sembuh lembih lama dari dugannya.
"Apa ada yang anda butuhkan tuan muda kecil?" tanya Mex yang tidak mendengar jawaban apapun dari Rei.
"Tidak ada, kau boleh pergi sekarang" ucap Rei sambil melambaikan tangan kecilnya dan membiarkan tanagn kanan ayahnya itu pergi. Meninggalkan dirinya yang seeang frustasi karena kondisi ayahnya dan juga keinginan bayi yang ada di dalam perut ibunya.
'Aku pasti akan menemukan cara untuk menyelesaikan semua ini' ucap Rei meyakinkan dirinya.
Sehingga rumah yang biasanya dingin itu dan kadang hangat itu dipenuhi dengan perkelahian dan juga pertengkaran antar ayah dan anak yang menginginkan kasih sayang istri maupun ibu lebih. Membuatnya Cyla yang melihatnya hanya bisa terkekeh dan menjalani kehidupanya dengan tenang dan damai. Dan tentunya dengan bumbu-bumbu kehangatan dan kemanisan milik keluarganya.
"Benar, saat itu adalah saat-saat yang sangat membahagiakan. Bahkan aku tidak pernah membayangkan bahwa bayi yang ada di perut ini akan membuat kedua orang itu menjadi akrab" senyum Cyla yang mengingat hari-hari yang ia lalui dengan suami dan anaknya yang manis dan manis.
"Kau memang benar Cyla, bahkan ibu tidak akan pernah lupa dengan hal-hal yang mereka lakukan. Apalagi saat bayimu nanti lahir, pasti rumah ini akan dipenuhi dengan kehangatan dan tentunya perkelahian yang sejuk di mata" ucap Irene yang juga mengingat hari-hari yang terjadi di mansion besar ini.
"Lahir yaa..." senyum Cyla lembut sambil melihat perut buncit miliknya.
"5 bulan lagi bukan? saat pertengahan musim gugur nanti"
"Ya, saat pertengahan musim gugur tiba dan disaat angin menghembuskan udaranya yang dingin" senyum Cyla yang juga sadar bahwa bulan demi bulan sudah ia lewati bersama dengan keluarga nya. Hingga tanggal kelahiran bayi yang ada di dalam kandungan kian mendekat.
Dengan senyuman musim semi, mata hitam itu menatap ke arah jendela mansion yang memperlihatkan pemandangan luar. Langit biru dan juga hamparan bunga berwarna-warni, seakan-akan menyatakan bahwa dirinya kini sedang berada di dalam kondisi yang baik. Sehingga burung yang adapun berkicau dengan indahnya.
'Musim gugur ya'
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
•Jamgan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
•Yang bilang author jarang up karena malas nulias tak sentil ya ginjalnya, beneran dah. Kan udah di kasih info bahwa saya mau ujian semester jadi harus belajar, jadi mohon kesabarannya dan makasih buat yang selalu nunggu mudahan dikasih pahala dan rezeki dari Allah yang maha esa.
Dan info Extra Part 30 akan menjadi akhir dari novel ini, yang artinya akan sikanj dengan sequel MHD (milik anaknya) so stay toon and support this novel by tipping and reading.
Sekian terimakasih, Mata Ne~
(Oh ya karena Alex udah ada yang punya, Mas Leon jomblo nih jadi bisa di liat gambarnya yaa. Kali aja mau Mas Leonardo Dicapri)
__ADS_1