My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 166


__ADS_3

Ke Esokan Harinya~


Mata Erika terbuka dan menoleh ke arah kanan dan kiri, mempastikan bahwa beberapa laki-laki yang ada di sekiranya sudah tertidur. Dengan berhati-hati Erika menggerakkan tangannya dan kakinya. Menarik kedua tangan dan kakinya menjauh dari beberapa laki-laki tersebut. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan melakukan banyak ronde yang dimana dia seperti diperk*s* banyak orang buka melayani.


Krek**


Suara pinggang yang seakan-akan patah membuat suara gerakan kecil dari salah satu laki-laki. Nafasnya tercekat Erika mencoba tenang dia harus pergi dari kamar hotel ini cepat. Mencoba memperhatikan kembali dan mempastikan bahwa mereka tertidur. Erika menjinjitkan kakinya dan menjauh dari keempat laki-laki tersebut.


Dia lelah dan tenaganya terkuras dalam semalam. Membuat tubuhnya sedikit lemah dan hampir roboh tetapi Erika tidak bisa berhenti dan diam saja ditempat ini. Karena bila dirinya berlama-lama di sini dirinya akan diperk*s* kembali dan membuatnya seperti wanita j*l*ng yang sesungguhnya.


'aku harus pergi sebelum mereka bangun dan wartawan mulai berkeliaran' pikir Erika cepat dan langsung melihat sekeliling. Mencari pakaian yang bisa digunakan untuk menutupi tubuhnya karena jujur sekarang dirinya sedang dalam kondisi tanpa busana dan jika ada wartawan yang melihatnya ini akan sangat memalukan.


'Sial! kenapa tidak ada satupun pakaian yang utuh' ucap Erika dalam hati sambil menggigit jarinya. Erika berjalan ke arah kamar mandi berharap ada sebuah kain yang menutupi tubuhnya yang sudah penuh dengan bercak-bercak merah.


Kreeeek**


Pintu kamar mandi itu dibuka secara perlahan-lahan dan mengeluarkan suara yang kecil agar tidak membangunkan orang lain. Kaki Luna berjalan ke arah gantungan dan beberapa laci mencari sebuah kain atau apapun itu. Matanya berbinar saat melihat batang yang berbahan lembut itu.


'Handuk' girangnya. Erika langsung memakai handuk bermodel kimono itu dan mengikat tali yang ada ke arah depan. Memanggil bedak yang berada di dekat meja kamar mandi. Memberikan nya tipis ke arah bercak-bercak merah untuk menutupi beberapa bagian yang merupakan tanda bukti dia melakukan hal tersebut.


'Selesai, aku akan keluar sekarang' ucap Erika dan mengambil tas kecil yang tergeletak di lantai. Erika membuka pintu kamar hotel dan menutupnya kembali. Dia berjalan cepat menjauh ruangan yang masih berpenghuni. Dia takut sangat takut bahkan jika dirinya mengingat kejadian sebelumnya, detak jantungnya berdetak lebih cepat. Orang-orang yang ada di dalam itu tidak membiarkan nya hidup tenang bahkan keempat laki-laki itu menyiksanya dan mempermainkannya.


Walaupun saat itu Erika kehilangan kesadaran tetapi mereka tetap melakukan nya membuat tubuh yang dijaga dan selalu dirawat itu menjadi sakit.


'sial-sial siapa yang mengirim mereka' pikir Erika yang masih berjalan di koridor hotel. Wajahnya ia tutupi menggunakan dompet kecil miliknya. Di saat Erika sudah dekat dengan lobby, tangannya mendorong lembut pintu tersebut. Dirinya berharap dia mendapatkan sebuah klakson dari mobil taksi tetapi bukan suara klakson mobil yang dia dengar melainkan...


Cklek*** cklek*** cklek***


Suara kamera dimana-mana dan suara blith yang mendengung di telinganya. Teriakan para wartawan atupun reporter mengarah ke arahnya.


"Hei lihat itu nona Erika!" teriak salah satu wartawan sambil menunjuk ke arah Erika. Tubuh Erika menegang dirinya terkejut dengan pakaian dan penampilan seperti ini, wartawan menangkap basahnya.

__ADS_1


"Nona Erika! nona!" teriak mereka dan langsung mendekat dan menggelilinggi Erika. Kamera menyorot nya dan mikrofon diarahkan ke arahnya. Mereka semua saling berdorong-dorongan dan tidak membiarkan Erika pergi.


"Nona tolong jelaskan berita ini"


"apa itu benar-benar anda?"


"jadi itu benar bahwa..."


Suara para wartawan dan para reporter semakin tidak jelas, pendengaran miliknya berdengung. Tubuhnya tidak kuat dengan keadaan yang pengap dan terkunci diantara makhluk-makhluk ini.


"pergi...pergi" gerutu Erika pelan. Dia mencoba mencari celah untuk pergi tapi tidak ada satupun yang menjadi celahnya.


"Nona-nona apa ini benar anda?"


"apa penjelasan anda nona?"


"nona-nona?"


"Kataku pergi!" teriak Erika yang memegang dadanya dan tiba-tiba tubuhnya roboh di tempat itu. Para wartawan mulai sibuk dan orang-orang yang ada di sekitar itu langsung memanggil ambulan. Pertolongan pertama yang dilakukan orang-orang dan keuntungan pertama yang didapatkan oleh para wartawan itu saat melihat kondisi Erika. Hanya ada satu kesimpulan di dalam pikiran mereka semua 'ini akan menjadi berita utama!'



Di Tempat Lain~


Kehangatan tercipta di ruangan yang luas itu, dimana ada yang bercanda sambil bermain, ada yang mengurus beberapa hal untuk pernikahan dan beberapa orang berdiri melayani atau melakukan tugas mereka.


"mommy curang" ucap seorang anak laki-laki di dalam ruangan itu.


"Mommy tidak curang Rei hanya saja mommymu ini terlalu pandai" puji Cya untuk dirinya sendiri. Dengan bangga dia membuka tangannya seperti orang yang mendapatkan kemenangan nyata.


*Kepala pelayan, kau melihatnya bukan mommy curang kan?" tanya Rei ke arah kepala pelayan. Ya anak lelaki itu adalah Rei dan dia sedang berada di ruang tengah yang luas dan dipenuhi dengan beberapa pajangan, mainan dan vas bunga yang saling melengkapi.

__ADS_1


"Nyonya muda tidak curang tuan muda kecil, bahkan ini sudah ketiga kalinya ada bertanya untuk permainan ini" jawab kepala pelayan yang berada di dekat kedua orang itu.


"Kau membosankan sekali, seharusnya kau mendukung ku" kesal Rei yang tidak terima dirinya kalah untuk ketiga kalinya dalam permainan ular tangga. Padahal dirinya selalu menang melawan kakek dan neneknya tetapi sekarang dia malah kalah berturut-turut melawan ibunya sendiri.


"aku tidak terima" gerutu Rei yang membuat Cyla hanya bisa terkekeh melihat sikap anak-anak Rei yang sangat menggemaskan untuknya.


"Jangan seperti itu Rei, sini mommy pangku kamu" kekeh Cyla dan menepuk pahanya. Mereka berdua sedang duduk lesehan di atas lantai yang sudah di alasi karpet bewarna hitam. Karena di saat lesehan itulah perasaan kekeluargaan sangat terasa dan mengalir dengan lembutnya. Kecuali kedua orang yang sedang fokus membahas pernikahan yang akan terjadi yaitu Irene dan Alex yang sedang duduk di atas sofa dan dihadapkan setumpuk undangan ataupun majalah-majalah ternama.


"Senang mendengarnya" ucap Rei dan berjalan ke arah Ibunya yang tanpa sadar kakinya menginjak sesuatu barang yang berserakan di dekatnya. Itu adalah remote televisi yang artinya televisi yang ada di dekat mereka menyala tiba-tiba.


"Aw" ucap Rei yang merasakan benda keras yang membuat kakinya tidak nyaman berjalan.


"hati-hati Rei nanti kamu terlu..." ucapan Cyla terhenti di saat layar televisi di dekat mereka menyala. Tangannya menangkap Rei dan mendudukkannya di paha miliknya sambil menatap tidak percaya ke arah televisi. Berita yang disiarkan adalah berita tentang Erika Martinez yang merupakan mantan istri Alex dan tentunya itu membuat orang-orang di dalam mansion menatap tidak percaya.


Suara dari speaker televisi membuat berita itu sangat jelas terdengar. Tatapan yang tidak percaya membuat mereka hanya bisa mendengar kan berita itu sebaik-baiknya. Wajah mereka terkejut dan tentunya menghasilkan penilaian-penilaian buruk.


Baru kemarin pagi berita Erika tersiarkan dan masih dalam kondisi panas-panas nya. Dan sekarang di pagi hari juga mereka harus melihat berita Erika lagi yang malah membuat mereka semakin terkejut. Cyla yang mendengarkan baik-baik bersama berapa pelayan, Rei yang mencibir sambil menatap malas wajah mantan ibunya dan Irene yang mengomel-mengomel melihat perilaku yang sangat memalukan setelah itu menambahkan kalimat kutukan.


Semua nya sibuk menatap dan menanggapinya tetapi tidak dengan Alex yang menatapnya dengan tenang. Wajahnya datar dan sebuah senyum tipis muncul di wajahnya. Matanya yang menatap layar televisi itu hanya mengucapkan sebuah kalimat yang pelan tanpa terdengar.


'sesuai rencana' smirk Alex.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Omggg mas Alex kita tambah kejam aja dan juga minta bantuannya buat bab berikutnya karena suara dari komen kalian itu sangat penting! pilih salah satu dari kedua ini:


a. Erika dulu yang bye-bye world

__ADS_1


b. Erika dan Felentino masuk penjara?


__ADS_2