My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 152


__ADS_3

Darah Erika mendidih dengan cepat dimana dirinya terus menscrool komen-komen dari para pembaca berita. Tidak ada positif yang ada hanya ke negatif, bahkan akun Insta miliknya dipenuhi dengan chat pribadi. Yang di sana mereka mengirim foto-foto orang-orang yang sedang melakukan hal itu.


Atau juga sebuah lagu kutukan, dan kalimat kematian. Ditambah sticker-sticker berwajah Erika dan dipenuhi darah. Erika menghempas handphone nya ke arah lantai dengan keras. Dia tidak tahan dengan semua yang dia dapatkan pagi-pagi. Seharusnya hari ini adalah hari kebahagiaan nya untuk melihat calon istri Alex menjadi buronan para wartawan dan netizen.


Tapi bukan, pagi ini malah dirinya yang di sambut oleh buronan warga internet. Erika dengan cepat berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke arah lemari hotel. Mengambil baju yang akan dipakainya hari ini. Membilas wajahnya dengan wajah muka dan memoles make up untuk menyegarkan wajahnya.


"Ada apa Erika? kenapa kau cepat-cepat sekali, bukankah kita harusnya melakukan beberapa ronde lagi?" tanya Felentino yang sedang bersender di ranjang sambil menyalakan rokok miliknya. Angin mengepul ke langit-langit dan menyatu bersama dengan udara, sama seperti Erika yang sedang penuh emosi. Bahkan wajahnya bisa-bisa mengeluarkan uang panas karena emosi.


"Tidak ada ronde lagi Felen, aku harus menyelesaikan beberapa hal yang sangat menjengkelkan" kesal Erika sambil memasang buku mata lentik nya.


"Menjengkelkan? bukannya hari ini harusnya kamu bersenang-senang" ucap Felen bingung sambil mengisap rokoknya kembali. Erika menatap tajam ke arah Cermin dan membiarkan tatapannya memantul ke arah laki-laki yang sedang santai diatas kasur. Tanpa balutan kain apapun dan hanya tertutupi oleh selimut.


"Daripada kau santai seperti itu lihat berita yang ku minta! Sudah ku bilang sebarkan foto perempuan j*l*ng itu tapi apa kau malah menyebarkan fotoku" tajam Erika dan mengoleskan lipstik merah tebalnya.


"Maksudmu?" bingung Felen.


"Ahhh sial! cek sendiri sana Felen, sebentar lagi asistenku akan menjemputku dan juga jangan lupa cari tau siapa yang melakukan hal tersebut" lantang Erika. Tubuhnya dengan cepat sudah berbalut dengan mini dress hitam miliknya. Jaket bulu-bulu dia selimut kan untuk menutupi tubuhnya.


Beberapa bagian dari hasil kissmark tadi malam sudah dua hilangkan dengan poundatian dan bedak. Entah apa yang akan dibicarakan oleh asisten nya nanti. Dirinya berharap saja tidak akan merugikan perusahaan yang tentunya tidak ada kontrak yang ditarik.


'Sial, aku akan. membuat mereka sengsara' pikir Erika. Felentino mencek handphone miliknya, wajahnya seakan terkejut melihat semua berita utama yang ada. Email, telpon maupun SMS berdatangan ke handphone miliknya.

__ADS_1


"Erika ini'" belum sempat Felentino mengucapakan perkataannya suara bell pintu hotel berbunyi di luar.


"Aku pergi dan pastikan cari siapa yang telah melakukan nya, kalau tidak kau tau bukan aku mungkin tidak bisa melayani mu setiap hari" jelas Erika dan pergi ke luar kamar hotel. Dirinya sudah disambut oleh Nadra yang memberikan nya sebuah topi, masker, dan kacamata hitam untuk menutupi jati dirinya.


"Kita akan melakukan wawancara dan ingat kau harus melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan imagemu" jelas Nadra sambil membukakan payung bewarna hitam menuju parkiran.


"Baiklah"


Mereka berdua pergi menuju mobil khusus yang sudah disiapkan. Wawancara akan dimulai untuk mengkonfirmasi semua berita yang merugikan Erika. Semua skenario dan naskah disiapkan oleh Nadra untuk dibaca oleh Erika. Berjaga-jaga setiap pertanyaan dari wartawan dan serangan warga net.



Sedangkan di tempat lain ketiga mahluk hidup berjenis kelamin sama yaitu laki-laki. Tertidur pulas di ruangan kerja, ketiga monitor komputer masih menyala dan berada di galeri.


Walau matahari sedang bangkit dan menyinari mereka di sela-sela jendela. Namun tetap saja ketiga orang tersebut sedang tertidur. Ada yang di kursi komputer, karpet, dan sofa, dimana mereka bertiga ditemani beberapa alkohol, makanan ringan sampai-sampai minuman kopi juga ada di sana. Menemani ketiga orang yang sibuk membalas semua perbuatan perempuan bernama Erika.


"Tuan Leon, tuan Alex berita" ucap Rangga membangunkan kedua orang yang masih tertidur. Sebenarnya mata Rangga masih mengantuk karena kebanyakan menatap layar monitor. Tapi tidak mungkin mereka bertiga melewati siaran berita yang mungkin akan menyiarkan tentang Erika.


"Ahh Rangga nanti saja aku masih ngantuk nih" gumam Leon dan memindah posisi tidurnya.


"Ehmm aku bangun.. aku bangun" ucap Alex sambil menggosok-gosok rambutnya. Rangga berjalan ke arah gelas yang berisi air putih. Setelah itu dengan cara seperti biasanya, tangan Rangga mencipratkan tetesan air ke wajah Leon.

__ADS_1


"Ah baiklah baiklah aku bangun" kesal Leon yang terkena basahan. Mereka bertiga berjalan ke arah ruang tengah dan menyalakan televisi. Televisi yang dinyalakan langsung menampilkan wajah Erika yang sedang berjalan di atas karpet merah sambil menggunakan dress hitam pendek.



{Visual Erika buat yang sering minta, ingat visual jadi kalau tau nama orangnya yang asli jangan di hujat hehehe}


Kamera menyorot setiap langkah kaki milik Erika dan jagung setiap gerakannya. Wawancara untuk mengkonfirmasi berita trending topik akan dimulai. Blitz dari kamera mengikuti nya sampai ke arah meja panjang yang sudah dipenuhi dengan mic yang berjajar rapi.


"Ternyata dia sudah terkenal" gumam Alex dingin.


"Bukan hanya terkenal dia sudah masuk ke dalam deretan aktris terbaik bahkan masuk global" jelas Leon.


Sedetik kemudian mereka berdua menampilkan senyum dingin mereka. Menatap layar televisi dengan tatapan dingin dan kejam. Bagaimana singa yang tidak akan membiarkan mangsanya lolos dari penglihatan miliknya.


"Ini akan menyenangkan" dingin Alex dan Leon bersamaan. Rangga yang ada di dekat kedua orang yang merupakan orang sukses dna terkemuka itu. Hanya bisa menghela nafasnya sambil merasakan aura kuat dari kedua orang yang sedang menatap televisi. Hanya menatap televisi saja mereka berdua sudah mengeluarkan aura yang kuat. Apalagi bertemu dengan langsung bisa-bisa hidup Erika akan dibuat menyedihkan.


'Selamat nona Erika anda sudah membangunkan kedua penjaga yang menjaga putri bernama Cyla dan sayangnya kedua penjaga ini sudah bersatu maka apapun bisa dilawan. Walau kau memiliki pendukung yang hebat, saya ucapkan selamat' ucap Rangga dalam hati mengucapakan selamat kepada wanita yang sudah duduk di atas meja konferensi pers.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:

__ADS_1


My Ex Secretary


__ADS_2