My Hot Daddy

My Hot Daddy
Wedding Off Love


__ADS_3

Sejak pagi William terus saja gelisah, jantungnya berdetak tak karuan seakan dia akan menghadapi perang besar nantinya.


Bahkan sejak malam pun William tidak tidur dengan tenang. Beruntung ada Derry yang bisa menangkannya hingga dia mulai merasa nyaman saat bisa mendengar suara Olivia.


Itu semua berkat Elisa yang selalu bertukar kabar walau hanya mendengar suara Olivia saja William sudah merasa lebih baik.


Dan hari ini adalah hari yang paling di nantinya. Derry tidak pernah melihat William seantusias ini untuk kehidupannya dan bersama Olivia lah dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus memikirkan bagaimana cara dia menjalani hidup.


Saat ini Derry juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang di rasakan bosnya. Bagaimana William yang tersenyum penuh kebahagiaan seperti itu membuatnya juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa ini.


" Anda sudah terlihat sangat gagah dan tampan tuan. Jadi jangan merusaknya dengan kegugupan anda. " Derry berusaha untuk membuat William tenang.


William yang mendapatkan nasihat seperti itu dari Derry hanya bisa membuang nafasnya panjang.


" Kau akan merasakannya nanti saat kau menikah dengan Elisa. "


Uhuk!


Derry tersedak ludahnya sendiri saat mendengar jawaban dari william yang mengatakannya akan merasakan semua itu jika menikah dengan Elisa nanti.


Bagaimana bisa tuannya itu bisa berpikir hingga jauh ke sana Tetang pernikahannya dengan Elisa ?


Membayangkannya saja Derry tidak pernah lalu kenapa William bisa membayangkannya ?


" Sudahlah, jangan memikirkan aku Tuan. Saat ini yang menjadi bintangnya adalah Tuan, maka jangan merusak hari indah ini dengan pikiran anda. " Derry pun membantu William untuk memakai jasnya sebelum mereka turun dari apartemen dan menuju rumah besar tempat dimana mereka akan melangsungkan pernikahannya.



" Ayo rapikan lagi rambut Tuan William. " Para pekerja salon itu membantu untuk merapikan penampilan William lagi.


Setelah itu mereka berangkat untuk pergi ke rumah tempat dimana Olivia tengah menunggunya saat ini.

__ADS_1


Apa yang di rasakan William tadi juga di rasakan oleh Olivia.


Dia terus saja mendapatkan pertanyaan dari ibunya tentang apakah dia nyaman dengan gaun itu atau tidak karena dia tidak ingin Olivia merasa tidak nyaman dengan gaun yang di kenalannya saat ini.


" Aku baik-baik saja ibu, ibu jangan khawatir ya. " Nyonya Matilda pun mendesah lega saat mendengar bahwa Olivia baik-baik saja dan nyaman dengan gaun yang di pakainya sekarang.


" Sudah, jika kau baik-baik saja. " Nyonya Matilda menarik nafasnya dalam sebelum kembali menghembuskannya.


Bukan hanya Olivia saja yang gugup, dia juga merasakan hal yang sama gugupnya karena ini adalah pengalaman pertama baginya untuk melihat putranya menikahi seorang wanita yang sangat di cintainya dan nyonya Matilda bahagia dengan itu.


Setidaknya hidupnya tidak terlalu buruk di hari tua karena dia bisa hidup bersama anak dan cucu serta menantunya.


Itu sudah jauh lebih dari kata cukup baginya.


" Waktunya sudah tiba, dan ibu rasa William sudah sampai. " Olivia menerima uluran tangan ibunya yang akan membawanya pada William.


" Apa aku terlihat cantik ibu ? Aku takut jika putra ibu malu memiliki istri seperti ku. "


Mereka berdua sudah keluar dari pintu utama hingga Olivia bisa melihat bahwa acara pernikahan mereka memang di gelar sangat sederhana, tapi William memberikan yang terbaik untuknya saat ini.


Dari jarak yang masih cukup jauh William sudah bisa melihat bagaimana cantiknya sang bidadari tambatan hatinya yang sedang berjalan ke arahnya.


Setiap langkah yang di lakukan Olivia menghantarkannya pada kebahagiaan yang siap menyambutnya saat ini.


Begitu juga dengan William, Dia menghitung setiap langkah Olivia yang semakin mendekat ke arahnya. Gaun indah serta kain viel yang menutupi wajah cantiknya membuat gantung William semakin berdetak kencang.


Sungguh Olivia terlihat sangat luar biasa sekali hari ini. Rasanya William merasa menjadi pria yang paling bahagia di dunia ini karena bisa menikahi wanita yang sangat cantik dan berhati tulus dan selembut salju.


" Baby..." William begitu terpana dengan riasan yang di pakai Olivia saat ini.


" Hubby..." Olivia menerima uluran tangan dari William saat mereka berdua sudah berada di depan altar pernikahan yang sebentar lagi mengantarkan mereka pada acara pengucapan janji suci membuat jantung keduanya semakin berdetak kencang .

__ADS_1


" Semua sudah siap ?" Tanya pembuka agama yang telah siap untuk menikahkan mereka berdua menjadi sepasang suami istri sebentar lagi.


" Siap..." Jawab mereka berdua dengan serempak.


Hingga akhirnya pembuka agama tersebut mulai melakukan tugasnya dengan baik dan tiba saatnya dimana William dan Olivia mengucapkan janji suci pernikahan mereka di hadapan pembuka agama dan tuhan mereka.


" Aku, William Jhonson Piero berjanji pada mu Olivia Dakota untuk terus bersama mu, mencintai mu, menyayangi mu dan membahagiakan mu seumur hidup ku. Aku bersumpah atas nama ku sendiri untuk selalu bersama mu dalam keadaan suka mau pun duka selamanya. " Olivia sangat terharu saat mendengar ucapan janji suci yang di katakan William untuknya


Kini tiba saatnya giliran Olivia yang akan mengucapkan janji sucinya pada William.


" Aku, Olivia Dakota berjanji pada mu untuk terus bersama mu, mencintai mu, menyayangi mu dan membahagiakan mu seumur hidup ku. Aku bersumpah atas nama ku sendiri untuk selalu bersama mu dalam keadaan suka mau pun duka selamanya. " Air matanya menetes saat dia berhasil mengucapkan janji sucinya para William.


Kebahagiaan begitu terasa di dalam acara pernikahan mereka berdua. Apalagi saat pembuka agama mengatakan bahwa mereka sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri dan di persilahkan untuk berciuman.


" I Love you Baby..."


" I love you to Hubby .." Mereka berdua langsung berciuman hingga membuat para tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan dan ikut bertepuk tangan seolah ikut merasa bahagia dengan sepasang kekasih yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri.


Derry juga ikut bertepuk tangan menyaksikan kebahagiaan William. Tapi rasa bahagianya langsung berubah saat Elisa datang dan berdiri di sampingnya.


" Hey, sedang apa kau di sini ?" Tanya Derry sambil melihat penampilan Elisa yang terlihat sangat berbeda hari ini.


Penampilannya tidak seperti biasanya karena hati ini Elisa memakai riasan wajah dan gaun yang di pilihannya waktu itu.


" Aku sedang menemani calon suami ku menghadiri acara pernikahan bosnya. " Mata Derry membulat sempurna saat mendengar apa yang di katakan Elisa tentang calon suami.


" Si-siapa yang kau maksud calon suami mu ?" Tanya Derry dengan gugup karena dia takut jika Elisa mengatakan bahwa dia calon suaminya.


Dan masih teringat dengan gelas bagaimana saat kemarin Derry mengantarkan Elisa pulang setelah mereka melakukan kencan, Dengan mudahnya Elisa memberikan kecupan di bibirnya hingga membuat tubuh Derry menegang kaku bahkan hingga sampai ke apartemen William.


" It's you my future husband. " Jawab Elisa dengan mudahnya yang membuat Derry semakin tidak baik-baik saja saat ini.

__ADS_1


...💦💦💦...


__ADS_2