
Derry menatap pada bangunan mewah di depannya saat ini. Bagaimana caranya dia bisa sampai ke kamar Olivia di lantai 2 sementara penjagaannya saja sudah sekitar ini.
Menjaga satu orang ibu hamil saya sudah seperti menjaga barang langka. Seperti pameran berlian langka saja dijaga ketat hingga melibatkan banyak body guard.
Dan lihatlah dari mobilnya saat ini saja Deri bisa melihat Olivia yang dengan duduk sendirian di taman dengan ditemani beberapa orang body guard.
Baru saja Derry menemukan ide untuk mendapatkan video Olivia, niatnya sudah dihancurkan karena Olivia pergi kembali masuk ke dalam rumah.
Lalu apalagi yang harus dilakukannya agar bisa mendapatkan video Olivia ? setidaknya jika dia tidak bisa memberikan video call Olivia pada William fotonya saja pun jadi.
Tapi bagaimana dia melakukan itu jika Olivia dijaga begitu ketat dan dia sudah curiga bahwa semua penjagaan ini dilakukan oleh nyonya Matilda agar dirinya ataupun William tidak bisa mendekati Olivia.
Tapi dari tidak putus asa begitu saja karena dia masih memilih rencana cadangan. Jika dia tidak bisa masuk ke dalam rumah itu bukan berarti dia tidak bisa mewujudkan perintah William.
Jika dia tidak bisa melakukan ini jangan panggil namanya Derry. Karena dia akan mendapatkan apa yang diinginkan William.
" Jika bukan aku yang masuk aku akan tetap bisa mendapatkan apa yang di inginkan William. " Derry pun mencari kontak orang yang berada di dalam rumah.
Namun sayangnya apa yang dicarinya tidak didapatkannya karena tidak ada nomor satu orang pun yang berada di dalam rumah yang dimiliki.
Lalu bagaimana lagi dia melakukan semua ini ?
Di saat Gerry tengah berada dalam lambang batas kesabarannya berkah Tuhan turun begitu saja saat dia melihat seorang asisten rumah tangga yang keluar dari gerbang dan mengambil makanan pesanannya.
Derry buru-buru keluar dari dalam mobilnya saat melihat salah satu pelayan itu hendak kembali masuk ke dalam rumah utama.
" Hey, kau berhenti! " Derry langsung menghentikan langkah pelayan tersebut yang hendak menutup gerbang.
__ADS_1
Mendengar ada seseorang yang memanggilnya Elisa langsung mencari siapa yang memanggilnya.
Saat Elisa melihat siapa yang memanggilnya jantungnya berdetak kencang. Ternyata yang memanggilnya adalah tuan Derry.
Tuan yang memiliki sejuta pesona menurutnya.
Bahkan jika William disandingkan dengan Derry siapa yang harus dipilihnya maka Elisa akan memilih Derry.
Entah apa yang bisa membuat Elisa begitu tergila-gila dengan pesona asisten pemilik rumah tempat dia bekerja saat ini.
Tapi yang pasti dia memang sangat menyukai Derry karena pesonanya memang sangat luar biasa.
" Hey, Kenapa kau melamun ?" Derry berusaha menyadarkan pelayan tersebut karena sejak dia memanggilnya dan keluar dari mobil, pelayanan tersebut hanya menatapnya dengan bengong.
Elisa sendiri langsung tersadar dan tergagap saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Derry.
Dia benar-benar sangat gugup sekali di tatap sedekat ini oleh Derry. Sementara Derry yang di tatap seperti itu oleh Elisa hanya bisa menghela nafasnya panjang.
" Aku ingin meminta tolong padamu. Apa kau bisa membantuku ?"
" A-apa yang bisa saya bantu Tuan ?" Tanya Elisa lagi pada Derry.
Melihat Elisa yang tergugup seperti itu Derry lebih memilih untuk mengatakan apa yang harus di kerjakan Elisa untuknya.
" Berikan ponsel mu!" Derry meminta ponsel Elisa wanita itu semakin gugup.
" Cepat berikan ponselmu!" Karena tidak sabar dengan Elisa yang terlalu lama akhirnya Derry langsung mengambil ponsel Indonesia yang berada di kantong seragam yang dikenakannya saat ini.
__ADS_1
Elisa sendiri hanya bisa menatap dan melihat apa yang dilakukan Derry pada ponselnya.
" Pergi ke kamar Nona Olivia dan saat aku menghubungimu nanti kau harus menghubungi nomor yang telah ku tuliskan di sini. Hubungi tuan William dan lakukan panggilan video untuknya. Tapi ingat jangan biarkan siapapun mengetahui ini termasuk Nyonya Matilda. Kakak bisa melakukan itu untukku aku akan memberikanmu bonus. " Elisa pun langsung menganggukkan kepalanya saat mendapatkan perintah langsung dari Derry.
Setelah mendapatkan perintah dari Deret Elisa langsung pergi meninggalkan pria idamannya itu.
Jika terus-terusan berada di dekat pria itu jantungnya tidak akan aman. Maka dari itu dia langsung pergi meninggalkan Derry.
Derry sendiri yang melihat tingkah pelayan itu yang begitu malu membuatnya tidak habis pikir.
" Dasar bocah. Tapi senyumannya manis juga. "
Plak !
Derry memukul kepalanya sendiri saat dia menyadari apa yang dikatakannya. Kenapa dia bisa berpikir kesana ?
" Elisa ? Bukan kah dia pelayan terbaru di rumah ini ?" Derry kembali memikirkan Elisa yang baru dua kali di temuinya.
Yang lebih membuatnya tidak habis pikir lagi bagaimana bisa Elisa yang terus saja berbalik ke arahnya dan tersenyum.
Terlihat seperti malu-malu seperti itu dan terkesan menggemaskan.
" Aku bisa gila jika terus seperti ini. " Entah mengapa dia memegang dadanya yang juga berdegup kencang.
Dia seperti terserang happy virus yang di berikan Elisa padanya.
" Ahhh...Tuan Derry..." Elisa berteriak penuh dengan kebahagiaan saat dia memiliki nomor Derry.
__ADS_1
...💦💦💦...