My Hot Daddy

My Hot Daddy
Ngidam Yang Tertunda


__ADS_3

Semakin hari William semakin tidak habis pikir dengan jalan pikiran Olivia yang membuatnya geleng kepala sendiri jika memikirkannya.


Mereka tengah di sibukkan untuk acara pernikahan yang sebentar lagi akan di selenggarakan. Walau hanya dengan acara yang sangat sederhana sekali tadi rasanya William tidak ingin moment paling membahagiakan bagi dirinya terlebih olbia terlihat biasa saja.


Walau hanya di selenggarakan di rumah mereka tapi William akan membuat acara itu terlihat mewah untuk menggambarkan suasana hatinya yang begitu bahagia bisa mempersunting Olivia nantinya.


Tapi di sela-sela kesibukan mereka yang mengurus pesta pernikahan, William justru di buat pusing dengan tingkah Olivia yang mengidam ini dan itu.


Entah apa yang membuatnya bisa mengidam begitu luar biasa tapi William bahagia karena Olivia meminta itu secara langsung padanya dan bahkan bersikap lebih manja lagi.


" Hubby, aku mau melihat hubby memasak dengan Appron berwarna pink itu, ayo lakukan itu untuk ku dan Baby boy. " Pintanya dengan manja pada William.


Sebenarnya William sangat lelah, dia harus bekerja lembur menyelesaikan semua itu demi acara pernikahan mereka tapi Olivia sudah ngidam seperti ini lagi yang membuatnya semakin geleng kepala saja.


" Bisa aku mandi lebih dulu Baby? Rasanya tubuh ku lengket sekali. " William berusaha membuat pengertian pada Olivia yang tiba-tiba saja langsung berlari ke arahnya saat dia baru pulang dari kantor malam ini.


" Tapi aku sudah lapar. Baby Boy sudah lapar dan bahkan aku tidak bisa makan Hubby. "


" Setidaknya biarkan aku istirahat 5 menit saja Olivia, please aku benar-benar lelah. " Masih berusaha membuat pengertian pada wanitanya agar mengerti keadaannya saat ini.


Bahkan tadi malam pun William harus semalaman mengusap punggung dan pinggang Olivia karena dia merasa pegal dengan daerah itu.


Karena memang dokter mengatakan semakin besar kandungannya maka semakin besar pula beban yang harus di tanggung punggung dan pinggul seorang ibu hamil. Maka untuk itu William berusaha menjadi suami dan ayah yang siaga untuk wanita yang tengah mengandung anaknya.


" Tapi kami benar-benar sudah sangat lapar. " Melihat Olivia yang langsung menundukkan wajahnya seperti itu membuat rasa lelah William langsung hilang seketika.


Entah kemana perginya rasa lelah tadi karena kini hanya ada rasa tidak tega saat melihat raut wajah kesedihan di wajah cantik sang wanita.

__ADS_1


" Baiklah Baby come on. " Olivia ikut bersama William yang mengajaknya ke dapur.


Dia langsung memakai Appron yang berwarna pink itu demi sang wanita tercinta. William sendiri sudah siap di dapur untuk memanjakan perut wanita kesayangannya itu dan entah apa lagi yang di mintanya malam ini.


Tapi yang pasti itu akan membuat William harus bekerja keras untuk itu semua.


" Baiklah Nyonya William, apa yang Nyonya inginkan malam ini ? "


Blush...


Wajah Olivia tersipu malu saat William mengatakan bahwa dirinya adalah Nyonya William. Itu artinya hanya Olivia saja lah pemilik jiwa dan raga William seutuhnya.


Melihat Olivia yang tersenyum seperti itu membuat William ikut merasakan kebahagiaan yang bahkan dia tidak bisa membelinya dengan semua uang dan harta yang di milikinya.


Olivia dan Andrew adalah kehidupannya saat ini. Apalagi hadirnya sang ibu serta anak yang ada di kandungan Olivia saat ini semakin membuat hidup William yang dulunya begitu buruk kini berubah menjadi kehidupan yang sangat sempurna.


Tapi Tuhan memberikannya kehidupan yang begitu sempurna ini untuknya.


" Hey Nyonya, ayo katakan apa yang anda inginkan malam ini ? Apa anda menginginkan kehangatan dari tubuh ku ini ?" Olivia menganggukkan kepalanya lalu kembali menggelengkannya lagi saat dia menyadari apa yang dilakukannya bisa saja memancing William untuk melakukan hal itu padanya.


" Baiklah jawaban pertama adalah jawaban yang paling benar! Jadi aku akan menghangatkan tubuh mu malam ini. "


" Tidak bukan seperti itu Hubby, maksud ku bukan begitu. "


" Lalu bagaimana ?" William mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia hingga membuat wanita itu memundurkan wajahnya.


" Hubby jangan seperti ini, aku malu. Bagaimana jika ibu tau nanti ? kita akan di marah lagi oleh ibu dan hubby akan di katakan mesum lagi. "

__ADS_1


" Memang dia mesum!" Ucap nyonya Matilda yang entah datang dari mana saat tiba-tiba ikut dalam pembicaraan mereka malam ini.


Mendapati mereka kembali kepergok oleh sang ibu membuat William dan Olivia kembali kikuk dan bingung harus melakukan apa lagi saat ini.


Terlebih Olivia, dia sangat malu sekali karena entah sudah berapa kali dia dan William ketahuan oleh ibunya dalam keadaan dan posisi yang intim seperti ini.


" Ibu aku tidak mesum. " William membela dirinya karena tidak terima di katakan mesum oleh ibunya dan entah sudah berapa kali ibunya mengatakan dia mesum saat berinteraksi seperti ini dengan Olivia.


" Jadi jika buka mesum apa namanya? pedofil ?"


" Ibuuuu....." William merengek pada ibunya saat sang ibu semakin membuatnya mati kutu di depan Olivia.


Dia di katakan mesum saja tidak menerima itu apalagi ini di katakan pedofil.


" Apa lagi William ?" Tanya ibunya dengan nada malas.


Apalagi melihat raut wajah William yang sangat menggelikan itu.


" Kau tidak cocok menunjukan ekspresi seperti itu dengan muka seram dan jambang mu itu. Bukannya menjadi imut dan manja malah terlihat menyeramkan !" Nyonya Matilda langsung meninggalkan sepasang anak manusia yang sedang di mabuk cinta itu.


Terlebih lagi putranya, William benar-benar sudah seperti orang gila jika sudah berhadapan dengan Olivia.


Dan Olivia sendiri, ah sudah lah nyonya Matilda tidak ingin menjelaskannya karena menurutnya mereka berdua itu sama.


Bagai tutup dan botolnya yang saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing.


...💦💦💦...

__ADS_1


__ADS_2