
"Cocok" ucap Leon semangat, suara jantungnya berdebar kencang saat mengetahui hasil tes yang dilakukan. Semua jerih payahnya terbayar saat perempuan yang dia cari sudah dipastikan adalah Rosena Cylame adik perempuan nya. Adik perempuan kandung yang sama-sama dilahirkan dari janin sang ibu.
"Angga apa mata ku bermasalah kata ini benar dituliskan?" tanya Leon mempastikan. Angga yang berdiri di dekat atasannya itu mengambil kertas yang sedang dipegang oleh bos nya dan membacanya cepat.
"Tenang Pak Leon mata anda tidak bermasalah dan juga 100% tulisan yang ada kertas ini berisi kata Cocok" jawab Angga yakin yang membuat Leon berteriak sekeras-kerasnya.
"Akhirnya aku mendapatkan mu!!" teriak Leon semangat dan penuh dengan aura kebahagiaan.
"Leon kamu sudah hilang urat malunya ini rumah sakit bukan hutan" ucap Dr.Bromocs memperingati temannya yang sudah seperti orang gila dengan cara berteriak tidak jelas sambil berlari ke arah jendela.
"Aku tidak gila hanya senang" jawab Leon dan sudah memperbaiki citra nya. Kakinya berjalan ke arah Angga dan mengambil kertas hasil tes lalu memasukkan nya ke dalam saku jasnya.
"Cepat ke kantor" perintah Leon yang sudah tenang dan kembali menjadi orang yang profesional. Angga menganguk dan menunduk hormat kepada Dr.Bromocs dan mengucapkan terima kasih secara singkat.
"Terima kasih, dokter" ucap Angga dan berbalik mengikuti langkah atasannya. Sedangkan Dr.Bromocs hanya bisa mengehela nafas lega saat temannya itu pergi karena jujur saja menyenangkan memiliki teman seperti Leon tapi ada sulitnya karena laki-laki itu bisa berubah-ubah seperti orang yang memiliki penyakit Kepribadian ganda.
'Semoga kau bisa membawa adikmu pulang Leon agar ibuku bisa melihatnya' ucap Dr.Bromocs sambil menatap keluar jendela dan melihat kepergian mobil temannya.
__ADS_1
Di dalam mobil di balik wajah santai dan tenang Leon tersimpan kebahagian yang teramat banyak di hatinya saat mengetahui hasil tes DNA milik nya dan juga Cyla. Tes yang mungkin bisa membuat ibunya mau menjalani pengobatan dan tidak akan mengurung diri di dalam rumah.
Leon Pov~
Jika banyak orang bertanya kenapa ini bersangkutan dengan ibu ku jelas saja ada karena Ibu ku drop saat mengetahui anak yang baru dilahirkan nya diculik oleh seseorang dan lebih parahnya lagi orang suruhan itu di perintahkan oleh paman kami.
Di dunia bisnis ini asalkan menghasilkan uang maka kehidupan akan berjalan mulus dan tidak peduli yang harus di sakiti itu rekan kerja, teman atau bahkan keluarga agar semua yang di inginkan tercapai. Saat itulah keluarga kami dan beberapa keluarga dari anak kakek dan nenek sedang dalam permusuhan untuk mendapatkan hak waris yaitu aset-aset milik keluarga.
Tapi sayangnya semua sanak saudara kamu kalah oleh kedudukan ayahku dan membuat kami mendapatkan semua aset-aset keluarga yang dipercaya oleh Kakek dan nenek sebelum keduanya memasuki ajal mereka masing-masing. Karena itulah anak kedua dari keluarga Dicapri diculik karena paman kami merasa iri dan cemburu dengan apa yang didapatkan kami.
Kehilangan anak kedua yang merupakan jenis kelamin perempuan cukup membuat Ibu ku merasa stres dan drop yang tentunya membuat dia menjadi sakit di saat itu. Setiap cara kami lakukan untuk membuat ibu menjadi perempuan yang kuat dan sehat tapi apa daya bila sang pemilik tubuh tidak ingin berkerja sama maka tidak akan ada yang bisa dilakukan. Sampai sekarang ibu hanya duduk di dalam kamar nya ataupun beristirahat di taman.
Leon menghela nafas bila mengingat kondisi ibunya saat ini sudah sedikit membaik hanya saja ibunya hanya memiliki nyawa tidak dengan hati ataupun kehidupannya.
"Tuan menghela nafas lagi" tegur Angga yang sedang duduk di sebelah supir pribadi keluarga Dicapri.
"Begitukah sepertinya aku mengingat lagi penderitaan ibu" ucap Angga sambil menatap keluar jendela. Langit di Indonesia tepatnya di daerah Jakarta bewarna biru terang dan tidak terlalu memiliki awan tetapi itu sudah cukup membuat Leon melihat pemandangan dari sang maha kuasa itu sendiri.
"Tidak perlu diingat tuan bukannya tuan melakukan pencarian selama beberapa tahun dekade ini hanya untuk mencari kebahagiaan dan membuat nyonya besar kembali ke kehidupannya sehari-hari" jelas Angga dan menatap ke arah kaca spion dalam mobil. Di kaca itu dia dapat melihat wajah tuannya, wajah yang sudah menjadi atasannya selama bertahun-tahun dan mengetahui semua luka tuan nya sendiri.
__ADS_1
"Ya kau benar aku sudah menemukannya dan tinggal membawanya kembali" ucap Leon dan mengambil kertas dari saku jasnya. Matanya menatap lembut kertas yang bertulisan hasil itu.
"Apa saya kirimkan mata-mata tambahan untuk menjaga nona?" tanya Angga sambil mengeluarkan Handphone nya.
"Tambahkan satu atau dua dan beri tau aku apa yang dia lakukan bersama laki-laki itu agar aku bisa membawanya kembali dengan status sendiri atau bersuami" jawab Leon dan melipat kakinya. Jika hasil yang dia dapatkan sudah ada maka dia hanya perlu mencari cara untuk bertemu lagi dengan Cyla dan akan menjelaskan kepada perempuan itu siapa dia sebenarnya.
"Baik tuan" ucap Angga menerima perintah dari bosnya dan menelpon beberapa orang untuk menjaga nona Cyla.
"Dan juga tanya Freng apa pesawat pribadi milik ku masih dipakai ayah atau tidak, karena kita harus ke New York" Perintah Leon yang diangguki oleh Angga.
"Yang tentunya lebih cepat lebih baik" Smirk Leon di akhir kalimatnya.
ππππππππππππ
β’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya :
My Ex Secretary
β’Teka-teki sudah terjawab dan masih akan banyak lagi nanti jadi sabar ya tetap support dan bersabar okay.
__ADS_1