My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 11


__ADS_3

'Apa yang sebenarnya terjadi dengan ibu? kenapa ayah kandungku memiliki wajah yang seperti itu?" bingung Cyla.


Matanya yang hitam melihat wajah sendu laki-laki paruh baya yang tadinya bercanda dan tertawa bahagia. Wajah yang kini berubah menjadi kesedihan yang dalam. Sebuah wajah yang memperlihatkan sebuah rasa sakit yang ditahannya selama bertahun-tahun lamanya. Membuat senyum anggun tersebut terkikis oleh rasa pedih yang mulai muncul.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Cyla bingung. Dia hanya mengetahui bahwa ibu kandung yang pernah melahirkan nya itu memiliki penyakit. Namun dirinya tidak pernah diceritakan penyakit apapun. Bahkan jika dirinya tau ia akan berpikir bahwa itu penyakit ringan seperti demam atau asma saja. Bukan sesuatu yang membuatnya memiliki firasat buruk seperti hari ini.


Padahal dirinya baru sampai ke negara Indonesia. Bukan melihat kesenangan tetapi dia melihat sebuah kesedihan yang cukup dalam. Membuat tangannya menambah genggaman erat di tangan milik Alex.


'A..aku punya firasat buruk' pikir Cyla.


Pertanyaannya tidak dijawab oleh laki-laki paruh baya tersebut. Membuat ruangan yang tadinya penuh dengan candaan menjadi hening seketika. Bahkan hembusan nafas milik mereka terdengar di sela-sela telinga.


"Kenapa kita tidak langsung melihatnya saja?" senyum Lion menyakitkan. Membuat Cyla menelan salivanya pelan.


"pelayan bawa Rei ke taman bermain" perintah Lion kepada pelayan yang ada. Membuat pelayan tersebut mengganggukan kepalanya pelan.


"Tuan muda kecil, silahkan" ucap pelayan membuat Rei menggangguk dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya. Mata kecilnya menatap ke arah ayah dan ibunya. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan neneknya, tapi Rei sadar ada sesuatu yang tidak boleh diperlihatkan kepada nya.


'Apa mommy akan baik-baik saja?' pikir Rei mengkhawatirkan kondisi ibunya yang masih gugup dan sedikit tegang. Langkah kaki kecilnya pergi meninggalkan dan berjalan menuju ke taman bermain.


Di saat itu pulalah langkah kaki Cyla dan Alex saling beriringan. Berjalan bersama melewati lorong dan sampai ke sebuah ruangan yang berada di pojok. Ruangan itu dijaga oleh dua pelayan perempuan dan laki-laki. Saat kepala mereka menoleh mata mereka bertemu dengan mata Lion. Membuat kedua pelayan itu mendudukkan kepala mereka bersamaan.


"Selamat datang, tuan besar" ucap keduanya pelan.


"Apa mereka ada di dalam?" tanya Lion.


"Masih tuan besar, nyonya besar sedang dalam proses pemeriksaan bagian ke empat" jawab pelayan laki-laki. Sedangkan pelayan perempuan mendekat ke arah Leon, Cyla dan Alex sambil membawa nampan putih kosong.


"Untuk apa ini?" tanya Alex bingung.


"Nampan ini digunakan untuk meletakkan barang-barang teknologi seperti handphone maupun sebagainya, tuan" jelas pelayan perempuan yang bukan membuat Alex mengerti tetapi mengernyit kebingungan.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan?" bisik Alex yang tidak mengerti ucapan yang dikatakan oleh sang pelayan. Membuat Cyla terkekeh kecil saat mendengar bisikan Alex.


"Ada apa?" bingung Alex.


"Ah tidak apa-apa, hanya... hehehe" kekeh Cyla yang membuat Leon yang melihatnya menggeleng kan kepalanya.


"Kamu gunakan bahasa inggris saja saat mengobrol nya, laki-laki yang ada di depanmu masih belum tau bahasa Indonesia" jelas Leon yang membuat pelayan yang juga ikut kebingungan mengganggukan kepalanya.


"Baik, maaf tuan atas ketidaknyamanan nya karena saya pikir anda bisa menggunakan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa saya sehari-hari di sini, sekali lagi saya minta maaf" ucap pelayan perempuan tersebut menggunakan bahasa Inggris.


Ket : Bayangin aja jangan marah-marah dulu, tak tabok nih nanti( ง ᵒ̌皿ᵒ̌)ง⁼³₌₃


"Tidak apa-apa" dingin Alex. Dia memang tidak pandai menggunakan bahasa Indonesia dan Rusia mengetahuinya sana sekali kecuali hal-hal dasar yang sudah diajarkan oleh Cyla kepadanya. Namun tetap saja saat ini aura dinginnya keluar karena perbuatannya pelayan yang membuatnya jengkel.


'Cih, sial karena pelayan ini aku jadi diketawai oleh istriku sendiri' pikir Alex jengkel.


"Saya akan menjelaskan nya lagi tuan, bahwa nampan ini digunakan untuk meletakkan barang-barang teknologi seperti handphone maupun sebagainya karena jika anda ingin mengunjungi pasien semua peralatan teknologi harus dijauhkan" jelas pelayan perempuan membuat Cyla mengeluarkan handphone miliknya dan meletakkan nya di atas nampan.


"Ya nona, jadi silahkan letakkan barang-barang teknologi anda agar tidak menggangu pasien saat anda ada di dalam" sopan pelayan.



Leon yang sudah mengetahuinya mengeluarkan handphone maupun airpods yang ia bawa dan meletakkan nya di langsung ke atas nampan. Merapikan pakaian maupun celana yang dia gunakan saat ini. Dan tidak lupa melepas jam tangan yang ada di tangannya.


"Apa memang harus seperti ini?" dingin Alex yang juga ikut melepaskan semua alat-alat elektronik yang dia bawa.


"Sudahlah diam saja, kau akan mengetahuinya saat kau ada di dalam" ucap Leon sambil menatap dirinya sendiri kaca. Menilai bahwa dirinya sudah siap untuk masuk dan bertemu dengan ibu yang sangat di sayanginya.


"Sudah-sudah, kenapa kalian tidak mencoba untuk berteman hari ini" senyum Cyla yang selalu melihat pertengkaran Alex dan Leon yang mengalahkan pertengkaran milik Rei. Bahkan saat ini hidupnya seakan-akan kurang jika suami dan kakak kandungnya tidak bertengkar.


"Hah?! aku berteman dengan suamimu? dik ingatlah jika saja dia menyerahkan kamu kepadaku sehariiii saja sudah ku pastikan aku akan berteman dengannya, okay" jelas Leon dan menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Jika kamu ingin mati sebelum kamu memiliki istri maka akan ku kabulkan" dingin Alex yang tidak ingin membiarkan Cyla nya diambil oleh orang lain selain dirinya sendiri. Cyla yang melihat sikap keduanya hanya bisa terkekeh kecil lalu tersenyum manis. Tanpa tau bahwa seorang laki-laki paruh baya menatap hangat ke arah mereka.


'Sayang, lihatlah kedua anakmu mereka sangat akrab seperti bunga sakura yang baru mekar. Aku berharap dia bisa menjadi penyembuh mu dan mengembalikkan senyum manismu lagi' ucap Lion dalam hati dan menarik nafasnya pelan.


"Baiklah mari kita masuk" ucap Lion memberitahu ke arah ketiga orang yang sedang berbicara.


Kenop pintu itu diputar oleh pelayan laki-laki, membukanya secara perlahan dan membiarkan keempat orang tersebut masuk. Langkah kaki mereka pelan hingga mata mereka semua bisa melihat seorang wanita yang sedang bersandar di sandaran ranjang.


Wanita itu ditemani oleh seorang dokter dan dua perawat lainnya. Dimana tangannya masih terpasang barang-barang yang mengartikan pengobatan masih dilakukan.


"Jasmine" panggil Lion yang membuat wanita paruh baya nan cantik itu menoleh pelan ke arahnya. Sebuah panggilan yang memperlihatkan kecantikan masa muda. Di sanalah mereka bisa melihat seorang wanita paruh baya dengan rambut panjang dan mata hitam yang kosong. Wajah yang datar tapi tidak membuat kulit wajahnya menua.


Malah membuat wanita yang bersender itu terlihat cantik, muda dan berkharismatik. Walaupun dia memiliki kekurangan yaitu jiwanya lenyap saat kehilangan orang yang di sayangi.


"Ibu...." panggil Leon pelan. Kepercayaan diri saat berada di luar ruangan tiba-tiba memudar saya melihat kondisi ibunya yang lebih parah dari yang dia duga. Ibu yang biasanya akan menjawab dengan anggukan kini menatap mereka dengan kosong dan hampa. Seperti manusia yang tidak memiliki perasaan sama sekali.


'Apa yang terjadi, kenapa ibu bisa seperti ini?' pikir Leon dan memegangi detak jantung yang begitu menyakitkan.


Cyla yang melihat kesedihan di mata kedua orang laki-laki tersebut merasakan rasa yang sama. Sebuah rasa yang menyakiti hatinya secara langsung. Walau kebenaran nya dirinya baru pertama kali melihat wanita yang sedang bersender di ranjang dengan kekosongan itu.


"A..Alex" panggil Cyla gugup.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


•Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


•Arghhhh jiwa kenapa ini sangat menyakitkan! arghhhh buat kalian semua jangan lupa sayangi orang tau karena jujur ini menyakitkan~


Dan juga Extra part berikutnya mari bahas kejadian masa lalu yang menimpa keluarga Dicapri^^

__ADS_1


Mata ne🍁


__ADS_2