
Kondisi tubuh Cyla semakin membaik dengan pola makan yang terjaga dan keamanan yang selalu berada didekatnya. Dimana saat ini dirinya sedang berada di mansion yang terjaga ketat. Tingkat keamanan mansion yang mulanya tingkat pertama berubah menjadi tingkat ketiga dengan hilangnya Cyla. Bahkan saat ini dua helikopter yang mendarat di halaman belakang masih ada di sana. Karena para tentara masih memiliki tugas sampai pernikahan cucu milik atasan mereka, yaitu Alexander Johnson.
Sehingga dari pengawal yang dimiliki oleh Alex dan para tentara menjaga acara bergiliran dengan senjata yang ada di tangan mereka masing-masing. Bagaimanapun kejadian beberapa hari lalu cukup membuat keluarga ini sedikit terguncang. Menjadikan mansion seperti gedung putih kepresidenan yang dijaga ketat sekali. Bahkan wartawan yang ingin masuk saja langsung diblokir oleh para penjaga untuk keamanan penghuninya.
"Apa kamu sudah siap, Cyla?" tanya Alex.
"Tentu saja" senyum Cyla.
Hari ini sesuai jadwal yang ada mereka semua akan pergi ke persidangan milik Felentino. Dengan waktu yang di sesuaikan saat ini keluarga Johnson sudah siap pergi. Keluarga Felentino akan datang terlambat yaitu di saat hukuman sudah diputuskan. Dimana jadwal penerbangan milik ayah Felentino tertunda karena cuaca di tempatnya. Membuat keluarga Felentino akan datang di saat pemberian hukuman sudah diberikan untuk Felentino.
"Mommy jika dingin, mommy bisa gunakan syal ini" ucap Rei sambil memberikan syal putih.
"Tenang saja Rei, mommy tidak apa-apa" senyum Cyla.
"Tetap saja dek kau harus menggunakan nya, ingat luka di lehermu masih belum sembuh sempurna" jelas Leon yang membuat Cyla parah dan memakai syal putih tersebut di lehernya. Kemudian mereka semua pergi dari mansion menuju ke mansion. Dengan mobil yang terbagi dua kelompok dan di dalamnya terdapat dua penjaga. Demi keamanan dan keselamatan mereka dalam bepergian ke persidangan.
Tidak terlalu lama kemudian, dari luar kaca mobil mereka bisa melihat pilar-pilar putih yang berjajar rapi di depan sana. Pilar yang merupakan tanda bahwa mereka sudah sampai ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat yaitu Distrik Timur New York (dalam rujukan kasus, E.D.N.Y.)
Pengadilan ini adalah pengadilan distrik federal yang yurisdiksinya mencakup seluruh Long Island (termasuk sebagian New York City) dan Staten Island. Yurisdiksi teritori pengadilan ini mencakup County Kings (Brooklyn), Queens, Richmond (Staten Island), Nassau, dan Suffolk beserta, bersama dengan Distrik Selatan New York, perairan New York dan Bronx County (termasuk New York Harbor dan Sungai East).
Gedung pengadilan ini terletak di Brooklyn dan Central Islip. Dimana tempat mereka tinggal mencakup wilayah yang merupakan tempat bagian pengadilan distrik Amerika Serikat. Tempat ini juga dibangun pada tanggal 25 Februari 1865. Membuat Cyla berhenti sejenak dan menarik nafasnya pelan. Dirinya benar-benar gugup untuk masuk ke dalam bangunan pilar tersebut.
Bagaimanapun juga ini pertama kalinya dia masuk ke dalam gedung pengadilan. Karena di Indonesia sekalipun dia bahkan tidak pernah berbuat kesalahan dan tidak pernah masuk ke dalam persidangan. Sehingga dirinya gugup dan menelan Saliva nya pelan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Cyla aku ada di sini" bisik Alex kepada Cyla.
Alex menggenggam tangan Cyla erat. Dia mengetahui bahwa Cyla gugup dengan ala yang akan terjadi nanti. Dimana saat ini yang mereka lawan merupakan keluarga sendiri yaitu Felentino Ricard atau nama aslinya Felentino Johnson.
Mengingat semua hal yang dilakukan oleh laki-laki itu saja cukup membuat Alex mengeluarkan aura yang menyeramkan. Sayatan luka milik Cyla yang berasal dari laki-laki yang berstatus sepupu. Tetapi tidak untuk hari ini, bahkan jika dia merupakan keluarganya. Alex tidak akan mengampuni orang yang telah melukai Cyla.
Alex yang mengeluarkan aura dingin nan mencekamnya tidak mengetahui bahwa orang-orang yang ada di dekatnya merinding seketika. Apalagi Cyla yang merasakan kekuatan yang sangat kuat saat Alex menggenggam tangannya.
"A...Alex" panggil Cyla gugup. Dia harus menghentikan Alex untuk menggenggam tangannya kuat, karena kekuatan tubuhnya dan tubuh Alex jelas berbeda. Membuat tangan Cyla semakin kesakitan sebab genggaman Alex yang kuat.
"A..Alex" panggil Cyla lagi.
Tuk***
"Lepaskan tanganmu dari mommy, apa Daddy tidak melihat mommy kesakitan" dingin Rei.
"A...Alex itu'" ucap Cyla yang melihat ke arah tangannya.
"Maafkan aku Cyla" ucap Alex meminta maaf dan melepaskan genggaman tangannya. Cyla yang mendengar permintaan maaf Alex hanya bisa mengganggukan kepalanya. Berbeda dengan Leon yang langsung memegang adiknya lembut.
"Jika kau marah kepada seseorang jangan limpahkan amarahmu kepada adikku" tegur Leon yang langsung membawa Cyla menjauh dan memasuki gedung pengadilan.
__ADS_1
"Hah... Daddy seharusnya kau menembak saja orang itu jika semarah ini" jelas Rei lalu menyusul orang-orang yang sudah berjalan masuk ke dalam pengadilan.
"Tuan, sepertinya anda lepas kendali lagi" ucap Mex yang berada di samping Alex.
"Ya kau benar aku lepas kendali" dingin Alex yang berjalan bersama Mex masuk ke dalam persidangan. Persidangan kali ini dijaga dengan ketat dan para awak media tidak bisa masuk karena persidangan kali ini bersikap pribadi bukan umum.
Di dalam persidangan juga sudah terdapat Felentino yang dikawal oleh para keamanan. Ditempatkan ke tempat tersangka dan Alex berada di tempat yang merupakan korban. Dirinya menggantikan Cyla untuk berbicara dan beberapa hal juga sudah disiapkan untuk memberatkan hukuman Felentino.
Alex menyiapkan beberapa hal bukti karena jika mereka tidak mendapatkan sebuah bukti lainnya maka persidangan ini hanya dilakukan untuk menghukum atas tindak kejahatan yaitu perencanaan pembunuhan. Jelas saja hukuman yang didapatkan oleh Felentino akan ringan karena kejahatan yang dilakukan hanyalah perencana. Sehingga Alex membutuhkan beberapa hal untuk memberatkan nya yaitu tindak kejahatan kasus korupsi dan penyuapan.
Kedua kasus yang akan menambah berat hukuman Felentino dan denda yang akan dibayar oleh pihak Felentino.
"Mari kita mulai persidangan kali ini" ucap jaksa utama. Pengacara yang dibawa masing-masing orang sudah siap membawa bukti dan menyiapkan kesaksian mereka masing-masing. Di sinilah hukuman milik Felentino akan ditetapkan dan di sini jugalah suara ketukan dari palu berbunyi. Menandakan persidangan di mulai dan setiap pihak memulai perlawanan mereka.
Tuk** Tuk** Tuk**
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
• Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
•Terimakasih untuk 40 orang yang telah memberikan keputusan kalian dalam hukuman untuk bab selanjutnya. Dimana pilihan a sebanyak 6 orang, pilihan b sebanyak 23 orang dan pilihan c sebanyak 11 orang.
__ADS_1
Bab selanjutnya merupakan akhir dari bagian hukuman Felentino dan juga saya mau minta jawaban lagi nih sama kalian. Malam pertama milik Alex dan Cyla dibuat atau enggak? kalau dibuat maka novel ini bakal gak up selama 3 hari? jadi pilihan berada di tangan kalian.
Ada pertanyaan? DM :Ig @dna2005_