
Setelah selesai memakan makan siang yang
ada di atas meja. Cyla menuruni tangga lantai dua menuju lantai bawah. Mencari keberadaan kakaknya ataupun suaminya.
"Kepala pelayan bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Cyla kepada kepala pelayan yang lewat di dekatnya.
"Tentu saja nona, sebuah kehormatan mendapatkan pertanyaan dari atasan sopan kepala pelayan kepada istri atasannya yaitu tuan muda Alexander Johnson.
"Apa anda tau dimana Leon atau Alex berada?" tanya Cyla.
"Tentu saja nona, tuan Leon sedang berada di ruang rapat untuk mengurus agenda bisnis ditemani oleh tuan Rangga sedangkan untuk tuan muda, ia sedang berada di halaman belakang bersama tuan muda kecil" jelas kepala pelayan.
"Terimakasih atas infonya" senyum Cyla dan berjalan pergi. Langkah kakinya berjalan mengelilingi mansion dan beruntungnya dia menemukan keberadaan Mex. Dimana Mex merupakan tangan kanan sekaligus orang kepercayaan dari Alex.
"Mex!" panggil Cyla sambil berjalan ke arahnya cepat.
"Nona muda, apa yang anda lakukan di sini?" tanya Mex yang mendengar panggilan dari Cyla.
"Huft, maaf memanggilmu tetapi sepertinya aku tersesat" jelas Cyla dengan nafas yang sedikit terengah-engah. Dirinya masih belum menghafal semua lokasi yang ada di mansion. Membuat dirinya cepat tersesat dan tidak mengetahui lokasi lainnya kecuali kamar milik Rei, milik Alex, tempat kerja, ruang tengah, ruang makan, dapur, salah ruang tamu yang merupakan kamarnya tinggal dulu dan sisanya tidak diketahui.
Mex yang mendengar penjelasan dari istri atasannya menggangukkan kepalanya paham. Apalagi dengan maksud tersesat sampai tempat sejauh ini.
'Patut saja nona muda berjalan sampai sejauh ini. Untung saja nona muda tidak tau bahwa aku baru keluar dari pintu menuju ruang bawah tanah' pikir Mex dan melirik ke arah pintu samping yang sudah tertutup.
Dimana pintu yang baru saja ia masuki adalah salah satu pintu menuju ruangan bawah tanah. Yang sekarang sedang melaksanakan rapat secara besar-besaran dengan tentara yang dibawa dari Canada.
"Baiklah saya memahami situasi anda dan juga nona muda ingin pergi kemana? jika anda mengatakan sebuah tempat saya akan menunjukkan dan membawa anda berkeliling juga untuk mengenal mansion sedikit demi sedikit" jelas Mex sopan.
"Terimakasih Mex, kalau begitu bisakah kamu membawaku ke halaman belakang?" tanya Cyla.
"Saya akan membawa anda ke halaman belakang, tetapi bisakah nona muda mengatakan halaman belakang bagian mana?" tanya Mex yang membutuhkan rincian lebih. Karena halaman belakang mansion terbagi tiga bagian. Bagian helikopter mendarat, tempat bersantai yang terlepas kolam berenang dan tempat santai dan sisanya merupakan halaman belakang yang terlepas alat untuk menembak dengan panah.
"Tempat Alex dan Rei berada" jelas Cyla yang tidak diberi tau juga spesifikasi lengkap yang dibutuhkan nya.
"Baik, silahkan lewat sini nona" ucap Mex sopan dan membuka jalan. Berjalan menjauhi pintu ruang bawah tanah dan membawa istri tuannya menuju halaman belakang.
Berjalan melewati ruangan dan beberapa pintu yang ada. Sambil memberikan petunjuk kepada istri tuannya. Karena mansion keluarga Johnson berukuran besar mampu memakan korban orang dalam ketersesatan. Membuat Mex menjelaskan semua ruangan yang mereka lewati sampai mereka berakhir di halaman belakang yang di sana sudah ada Alex dan Rei.
"Tuan muda, nona muda mencari anda" jelas Mex yang mendatangi Alex dan Rei yang sedang berlatih.
__ADS_1
"Kenapa kamu membawanya?" tanya Alex dingin. Tangan kanannya memegang sebuah busur panah dan tangan kirinya memegang anak panah. Memegang nya erat sambil mengeluarkan aura yang dingin.
Membuat Mex yang mengerti akan kemarahan atasannya langsung menjelaskan maksud dan tujuannya. Dimana dirinya datang bersama dengan istri tuannya.
"Nona muda tersesat tepat di depan pintu yang mengarah ke ruang bawah tanah" bisik Mex menjelaskan kecemburuan tuannya yang tidak masuk akal.
"Ruang bawah tanah?" gumam Alex sambil mengingat pintu yang mengarah ke arah ruangan tersembunyi.
"Kenapa kamu bisa bertemu di sana?" tanya Alex dingin melanjutkan kebingungan miliknya.
"Rapat besar sedang diadakan oleh kakek, ayah anda tuan dan juga bersama para tentara. Karena itulah saya ada di sana sambil membereskan darah yang masih menempel di dinding" jelas Mex yang membuat Alex mengganggukkan kepalanya paham.
"Baiklah kalau begitu kamu pergilah" usir Alex dingin.
"Baik, saya permisi tuan muda" ucap Mex dan berjalan menjauhi halaman belakang. Mengerjakan kembali tugas miliknya untuk membersihkan semua noda yang dibuat mereka untuk menyelesaikan orang-orang pemberontak.
Meninggalkan Alex, Rei yang sama-sama memegang panah dan Cyla yang berdiri di dekat mereka.
"Anu... Lex bisakah kita bertemu dengan kakakku?" tanya Cyla yang ingin bersama-sama dengan Alex untuk pergi ke tempat kakaknya.
Tuk**
Suara busur yang dilepaskan secara bersamaan terdengar. Angka yang dicapai dari tancapan terlihat di sana. Angka 10 dan juga angka 9 merupakan hasil dari permainan kedua lelaki itu.
"Sepertinya kau kalah lagi, Rei" ucap Alex yang melihat panahnya menancap tepat di angka 10.
"Huh"
"Aku baru tau kamu juga pintar memanah, Rei" puji Cyla yang tidak melihat tatapan permusuhan di antara kedua orang itu.
"Apa mommy senang?" tanya Rei sambil memberikan tatapan kemenangan kepada ayahnya.
"Tentu saja, bukankah ini sebuah bakat? apalagi umurmu masih kecil dan memiliki bakat yang hebat seperti ini" puji Cyla terus terang.
"Uh, senangnya dipuji oleh mommy" senang Rei lalu membuang busurnya ke arah ayahnya dan secepat mungkin memeluk ibunya.
"Kamu" dingin Alex yang kakinya terkena busur Rei.
__ADS_1
"Bleeee" ejek Rei sambil memeluk erat kaki Cyla.
"Alex, bisakah sekarang?" tanya Cyla kembali.
"Tentu saja bisa, Cyla" ucap Alex dan mengembalikan kedua busur miliknya DNA juga anaknya.
"Sebelum kita ke tempat uncle Leon, bolehkah aku bertanya sesuatu." jelas Rei menghentikan pergerakan kedua orang itu.
"Ya" jawab keduanya bersamaan.
"Aku mencoba menghilangkan kejanggalan yang ku rasakan dari tadi pagi, tetapi tetap tidak bisa. Membuatku ingin bertanya kenapa Mommy dan Daddy masih memanggil dengan nama depan?" tanya Rei membuat Cyla tersedak pelan.
"Uhuk..." batuk Cyla mendengar pertanyaan dari anaknya. Bukannya ia tidak ingin memanggil nama Alex dengan nama penuh kasih sayang. Tetapi jantungnya selalu berdebar-debar saat Alex memanggil namanya dengan sebutan sayang ataupun istri. Apalagi saat malam pertama mereka Cyla masih membayangkan rasanya.
"Daddy setuju denganmu, Rei" smirk Alex dan menatap ke arah Cyla yang wajahnya sedang merona.
"Mommy?" tanya Rei yang ikut menatap ke arah ibunya.
"A..apa" gugup Cyla.
"Panggilan" singkat Rei yang membuat wajah Rei bertambah merah.
"I..itu"
"Bagaimana kalau sayang? istri? atau..."
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya
My Ex Secretary
β’Ngomong-ngomong tentang malam pertama part 1, part 2 dan bonus yang baca di grup WA ataupun Story IG pasti tau MP mereka bagaimana. Karena sudah saya sebar di sana! Jadi maaf saya tidak bisa sebar di sini karena ditolak!
{Saya tidak berbohong karena buktinya ada dan setiap author memiliki admin MT yang berbeda!}
#JanganSindirSecaraSepihakBung!
β’Dan juga buat kalian yang sedang baca, apanih panggilan untuk suami-istri kita kali ini? Silahkan beri pendapat anda di kolam komentar!
__ADS_1