
"Hah. . . Hah. . ."
Suara nafas yang terengah-engah, membuat mata pria itu berkilat nafsu. Terutama saat melihat tubuh istrinya yang semakin lemas dan tidak bisa menahan beban tubuhnya lagi. Membuat Alex yang melihat kondisi istrinya, dengan berat hati memisahkan kedua bibir yang saling menyatu itu.
Membawa istri manisnya ke dalam pelukannya dan melihat wajah cantik tersebut. Mata yang tadinya penuh dengan kebahagiaan dan kilau kini penuh dengan embut. Membuat mata yang berkaca-kaca terlihat sangat menyedihkan.
Membuat Alex yang menerima pandangan tersebut terasa digoda oleh sang istri. Dan api yang tadinya padam kini mulai bangkit kembali dan siap untuk menerkam istri kecil yang ada di dalam pelukannya.
"Cup."
Dengan kecupan ringan, Alex dengan cepat mengangkat istrinya ke dalam pelukannya dan menggedong wanita yang lemah tersebut ke dalam vila. Meninggalkan anak laki-lakinya yang tertegun dan berdiam diri di tengah-tengah hamparan pasir putih yang indah.
"Eh, Daddy!" teriak Rei saat melihat ayahnya telah meninggalkan dirinya sendirian dan tidak lupa membawa ibunya pergi.
Rei yang melihat hal tersebut kesal dan mencoba mengejar kedua orang tuanya. Namun ditahan oleh bawahan ayahnya, yang akhir-akhir ini menghalangi setiap gerakan dan tindakan yang ia lakukan setiap hari.
"Apa kau tidak bisa tidak mencegahku setiap hari?" tatap Rei sengit.
"Maafkan saya tuan muda, tapi kami diperintahkan oleh tuan untuk memperhatikan setiap tindakan tuan muda dan menghentikan gerakan tersebut apabila gerakan tersebut menganggu." Jawab Mex panjang lebar.
Membuat Rei yang mendengarnya mengangkat sebelah alisnya dan mendengus kesal ke arah bawahan ayahnya tersebut.
"Menggangu? Gerakan mana yang kau lihat bahwa aku menganggu hal baik yang Daddyku lakukan?" Tatap Rei dingin.
Mex yang mendengar ucapan tuan muda merasa bingung sekaligus takut. Dia bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan tuan mudanya, karena dia juga tau bahwa tindakan yang dilakukan oleh tuan muda tidak lah menganggu.
__ADS_1
Hanya saja tuan yang memerintahkan mereka untuk menghentikan setiap tindakan yang memperlihatkan nyonya muda. Terutama baru-baru ini tuan mereka terganggu dengan gerakan tuan muda dan tidak bisa melakukan hal baik dengan istrinya.
Jika kalian pikir hal baik adalah melakukan komunikasi antara suami dan istri, tapi sayangnya hal baik yang dilakukan oleh tuan mereka ialah tindakan bercocok tanam bersama nyonya muda yang berakhir dengan dihalangi oleh anaknya maupun istrinya yang mencoba melarikan diri dari sang suami.
Selain bingung dengan jawaban apa yang harus dia berikan kepada tuan muda, Mex juga takut dengan tatapan yang diberikan oleh tuan muda kepadanya. Terutama mata itu menatap Mex dengan dingin dan tajam.
Membuat Mex yang menerima tatapan tersebut membeku dan terasa takut saat melihatnya. Karena tatapan tuan muda saat ini terlihat familiar dan sangat mirip dengan tatapan yang diberikan oleh tuan kepada mereka. Saat mereka melakukan kesalahan terhadap tuannya, Alex.
'Tch, dipastikan tuan muda akan menjadi bibit unggul yang lebih baik dari tuannya. Terutama mata itu terlihat dingin dan menyeramkan dan tentunya berbau asam (cemburu)' Ucap Mex dalam hati saat melihat tatapan yang diberikan oleh tuan muda mereka.
Rei yang melihat bahwa ucapannya dihiraukan dan tidak ada perubahan tindakan dari bawahan ayahnya. Membuat Rei yang melihatnya semakin kesal dan dengan cepat menundukkan tubuhnya. Melalui tubuh besar yang menghalanginya dan berlari menuju vila tepi pantai yang ada di seberangnya.
Dengan gerakan yang cepat, Mex yang akhirnya sadar menyadari bahwa tuan mudanya telah lolos dari pandangannya dan mencoba memasuki vila tersebut.
Dengan suara teriakan keras yang dihasilkan oleh Mex, bawahan yang tadinya bersembunyi dengan cepat menampilkan sosok mereka dan menghalangi setiap tindakan yang dilakukan.
Rei yang medengar tersebut melihat orang-orang yang bersembunyi kini mencoba menghalangi dirinya. Membuat Rei yang melihatnya mendengus dan mempercepat langkah kakinya sambil menghindari jebakan yang ada di sekelilingnya.
Kedua belah pihak tersebut saling beradu kecerdasan dan juga kecepatan. Sampai sebuah jaring lebar dan luas menampilkan dirinya dan menangkap sosok kecil yang ada di atas pasir itu. Sehingga Rei yang sedang berlari dan mencoba menghindari tangkapan dari segala pihak tertanggal dan terkurung di dalam jaring yang berkamuflase dengan pasir yang ada di bawahnya.
"Hey, Siapa yang meletakkan jaring di bawah pasir! Bukankah kalian curang!" Teriak Rei kesal saat merasakan dirinya terjebak di dalam jaring tersebut. Dan membiarkan pandangan tersebut terlihat jelas oleh seluruh bawahan yang ada.
Dengan hembusan nafas yang lega, semua bawahan yang ada di sana saling melakukan TOS dengan sesama rekan mereka. Apalagi saat melihat tuan muda mereka akhirnya tertangkap juga dengan jaring yang telah mereka siapkan tadi malam.
__ADS_1
'Hah, untung saja jebakan itu berhasil menangkap tuan muda, jika tidak- tch sepertinya gaji kita akan tertunda dan nyawa kita akan melayang dengan sangat cepat.' Pikir mereka senang saat melihat aksi tuan muda mereka.
Mereka semua juga diperintahkan untuk menghalangi setiap gerakan mengganggu yang dihasilkan oleh tuan muda mereka dan tentunya menculik tuan muda untuk kembali ke ibu kota dan meninggalkan pulau pribadi ini.
Sebab selama beberapa hari ini, tuan mereka Alex meminta mereka datang ke pulau pribadi ini dan menjadikan mereka samsak pribadinya. Menghajar, menendang dan menjatuhkan mereka ke lantai yang dingin.
Hanya karena perbuatan baik yang tuan mereka lakukan selama ini terganggu oleh iblis kecil di hadapan mereka.
"Aku sudah menerima pesan bahwa pesawat pribadi telah sampai di bandara, kalian bisa pergi dari sini dan membebaskan diri kalian semua." Jelas Mex sambil memeriksa notifikasi dari handphone nya.
Membuat semua bawahan yang mendengarnya merasa senang dan bahagia saat tau bahwa mereka bisa pergi dari pulau pribadi ini dan melepaskan diri dari hukuman tuan mereka. Namun berbeda dengan kondisi para bawahan, Rei yang mendengar bahwa pesawat pribadi telah sampai di oulai ini merasa kesal dan marah.
Rei mencoba melapaskan jaring yang ada di tubuhnya, tapi sayangnya dia kalah cepat saat melihat semua bawahan yang ada mengangkat tubuhnya seperti orang mati dan membawanya jauh dari tempatnya berada,
"Tidak, apa yang kalian lakukan?! Cepat lepaskan aku dan bawa aku kembali, aku ingin bertemu Mommy!" Teriak Rei marah.
"Tenang saja, tuan muda pasti akan bertemu dengan nyonya muda kelak saat tuan telah menyelesaikan masalahnya di sini."
"Ya benar, tuan muda pasti akan bertemu."
"Tuan muda, anda harus bersabar kita akan kembali terlebih dahulu ke ibu kota dan nyonya muda pasti akan menyusul nanti.
"Ya, ya benar." Seu bawahan lainnya membuat Rei yang mendengarnya kesal dan mendengus lalu memandang orang-orang yang membawanya pergi satu persatu. Dia akan mengingat setiap wajah yang menghalanginya dan menghukum mereka semua.
'Sial, berani-beraninya mereka menahanku di sini.'
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐