
Cyla dan keluarganya sudah sampai ke mansion dan perawatan tubuh Cyla sudah dimulai dari beberapa jam yang lalu. Bahkan Alex yang dari tadi tidak bisa bermesraan bersamaan Cyla hanya bisa menunggu di ruangan lain, sambil berbicara dengan ayahnya yang datang sambil membawa seorang perancang pakaian asli dari Paris.
"Kau berlebihan Dad" dingin Alex yang meminum kopi hitam miliknya. Saat ini mereka berada di ruangan kerja milik Alex yang langsung memantulkan sebuah pemandangan kota tertinggi. Karena mansion mereka berada di dekat dataran tinggi langka membuat Alex bisa memiliki pemandangan kota yang indah.
"Tidak ada yang berlebihan untuk pernikahan yang sudah direstui" jelas Vero yang meminum kopinya juga.
"Lalu bagaimana dengan keluarga paman? kapan dia datang?" tanya Alex. Dia membutuhkan info secepatnya, apalagi penghukuman milik Felentino akan dilaksanakan setelah pernikahan Cyla dan Alex berlangsung, yaitu hari kedua acara pernikahan milik Alex dan Cyla.
"Mungkin paling lambat besok dan juga keluarga kakekmu akan datang dua hari sebelum pernikahan kamu" jelas Vero.
"Berarti selang 1 hari" dingin Alex yang diangguki oleh Alex.
"Kalau begitu biarkanlah desainer yang ku bawa untuk mengukur setiap inci tubuhmu" ucap Vero yang langsung ditolong mentah-mentah oleh Alex.
"Tidak perlu" tolak Alex yang langsung menekan tombol interkom yang ada dan membiarkan Mex masuk ke dalam ruangan kerja miliknya.
"Ada yang anda perlukan tuan?" tanya Mex dengan sikap patuhnya.
"Berikan ini kepada desainer yang ada dan juga..." ucap Alex yang mengambil buku kecil dari laci meja dihadapannya. Kalimatnya berhenti saat seorang anak laki-laki memasuki ruangan sambil membisikkan beberapa buah kata.
"98, 86 dan 102" bisik Rei daan mengakhiri tatapan dingin ke arahnya lalu pergi ke luar dari ruangan kantor sang ayah.
"Tuan?" panggil Mex.
"Tambahkan untuk gaun wanita dengan ukuran 98,86 dan 102" jelas Alex yang membuat Mex paham dan keluar dari ruangan milik atasannya. Alex yang berada di dalam ruangan mengingat angka yang diberikan anak lelaki yang bisa diajak kerja sama dengannya.
__ADS_1
'Ternyata tubuhnya lebih ideal daripada yang ku bayangkan' pikir Alex sambil mengingat angka tersebut. 98 merupakan angka yang melambangkan lingkaran dada, 86 merupakan lingkaran pada pinggang sedangkan 102 merupakan lingkaran pada pinggul. Sehingga membuat Alex bisa membayangkan ukuran tubuh Cyla saat ini.
"Apa itu ukuran tubuh?" tanya Vero.
"Ya seperti itulah" jawab Alex singkat.
"Dad tau Rei memiliki mata yang lebih jeli daripada dirimu, tetapi apa yang kamu janjikan padanya sehingga dia ingin bekerja sama denganmu?" tanya Vero membuat Alex tersenyum tipis.
"Hanya menjanjikan sebuah hal yang memberikan nya keuntungan" smirk Alex mengingat beberapa jam yang lalu dan berbincang dengan anak laki-lakinya. Tentang hadiah perusahaan yang Alex akan berikan dan sebuah keuntungan yang diberikan Alex jika Rei bekerja sama dengannya.
"Ehhh... sepertinya keuntungan yang menggiurkan sehingga anak yang sama dinginnya denganmu bisa mencair" dingin Vero, dirinya penuh dengan rasa selidik tehadap anak laki-laki nya.
"Tidak perlu kau selidiki pun, nanti kau akan mengetahuinya Dad" dingin Alex.
"Baiklah-baiklah, kalau begini jadinya aku akan pergi saja menyelesaikan beberapa hal dan kamu jangan lupa bereskan semua kontrak yang ada di meja itu" tunjuk Vero dan pergi meninggalkan Alex yang beraura suram.
Bagaimana tidak suram saat Mex membawa semua dokumen yang butuh persetujuan nya dari kantor dan memperlihatkan sebuah tumpukan gunung tinggi yang berasal dari kertas-kertas.
"Hah.... memikirkan ukuran tubuh Cyla sejenak saja sudah membuatku nyaman tetapi kenapa pak tua itu harus mengingatkanku tentang berkas ini" pikir Alex dan berdiri dari sofa miliknya.
Berjalan ke arah tempat kerjanya dan membaca semua dokumen-dokumen yang ada. Karena hampir 2 Minggu ini Alex sibuk menjaga Cyla dan menyerahkan pekerja nya kepada wakilnya. Sehingga berkahir dengan tumpukan dokumen resmi yang harus diperiksa sendiri.
Di Tempat Lain~
__ADS_1
Seorang perempuan dengan pakaian pelayan sedang berjalan memasuki area taman. Membersihkan halaman yang luas dan melihat-lihat daerah sekitar. Perempuan itu harus menyelesaikan tugasnya secepatnya dan membawa uang yang telah diambil oleh atasannya.
Nafasnya teratur tetapi sangat berbeda jauh dengan perasaan jantungnya yang berdebar. Dirinya melihat orang-orang berbaju hitam maupun berbaju hijau berpatroli secara bertahap. Menghasilkan rasa penakut di titik tertentu tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan ancaman yang diberikan.
Menjadikan dirinya berbuat hal-hal yang nekat dan membawa pistol di bawah celemek putih yang sedang di pakainya.
"Hei kamu yang di sana cepat angkat cucian ini!" teriak pelayan lain sambil melambaikan tangannya ke arah perempuan tersebut.
"Ah...I..iya" gugup perempuan itu dan meletakkan sapu yang sedang di pegang ke tempatnya semula. Lalu berjalan ke arah jemuran yang sudah mau kering. Dirinya harus memasuki mansion dan berjalan ke dalam untuk membunuh orang tersebut.
'Tenang, aku harus menyelesaikan nya dan secepatnya pergi dengan uangku' pikirnya.
"Hei! ayo cepat bawa ini ke dalam" tegur pelayan itu lagi yang langsung diangguki oleh perempuan tersebut. Dia sudah masuk ke dalam mansion dengan identitas palsu dan sekarang dia akan menyelesaikan misinya tanpa tau bahwa marabahaya akan menimpanya.
Di saat perempuan itu memasuki kandang singa dan kandang buaya yang saling memangsa satu sama lain.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Sedikit ya? emang bisa segini aja saya karena saya udah infokan di Ig ataupun grup bahwa kondisi saya sedang tidak baik dan salam kondisi yang tidak fit. Sehingga saya hanya bisa memaksakan sampai sini saja. Gomenne minna
β’Dan juga Alex sama Rei keren ya dalam perhitungan proporsi tubuh dan juga besok pion Felentino bakal terungkap jadi pantengin aja. Sayonara~
__ADS_1