My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 22


__ADS_3

Langit itu bewarna biru cerah, secerah matahari pagi. Ia menyinari dunia, membuat ombak yang sebelumnya memantulkan kecantikan malam menjadi kecantikan pagi yang indah. Dengan hamparan pasir putih lembut, kerang-kerang terlihat di sekitarnya.


Bahkan kedua orang yang berada di atas ranjang itu masih tertidur dan belum bergerak sama sekali untuk melihat kecantikan alam itu. Mereka berdua tersembunyi di balik selimut putih lembut. Nafas mereka bersatu, membuat rasa dingin yang diberikan oleh laut menjadi hangat dan panas.


Mata mereka tertutup di balik bayangan gelap kain yang menutupi cahaya. Sinar matahari yang muncul mencoba untuk menembus ruangan itu dari sela-selanya. Hingga tidak lama kemudian suara erangan kenikmatan terdengar di kamar yang berhiaskan bunga Kamboja.


"Ehmmmm" erang seorang wanita yang mulai membuka kelopak matanya pelan.


Wanita itu membuka matanya pelan, melihat sesosok laki-laki tertidur di sampingnya. Laki-laki itu memiliki wajah yang tampan dan tampan, dengan garis-garis halus wajah yang membuat wajahnya seakan-akan diukir oleh dewa Yunani.


"ahhh seperti nya aku tertidur lagi karena kejadian kemarin malam" gumam Cyla yang melihat wajah terlelap suaminya.


Ia baru saja tertidur jam 2 malam yang jelas membuatnya bangun kesiangan. Bahkan saat ini dirinya sendiri saja tidak tau sudah jam berapa. Dimana alasan bangun kesiangan nya ini diakibatkan oleh kekuatan suaminya dalam melakukan hal-hal yang erotis.


"Tampan..... dan juga.... ganas" ucap Cyla pelan yang mulai menyentuh bulu-bulu halus yang ada di lehernya itu. Membuat suara erangan keluar dari mulut laki-laki itu.


Memegang tangannya pelan lalu mencium dahinya dengan lembut. Ia manis dan manis bahkan saat bangun tidur saja dia tidak pernah lupa untuk mencium dahi itu.


"Apa kau mencoba menggodaku, sun?" tanya Alex yang menyadari gerakan lembut dari istrinya.


"Apa aku? tidak aku tidak mungkin menggodaku dan juga berapa hari lagi sisa bulan madu kita?"


"Memang kenapa?"


"Tidak, hanya saja aku ingin bertemu dengan orang tuaku dan juga Rei. Apalagi anak itu selalu menelpon setiap hari" kekeh Cyla yang membuat Alex memeluk tubuh Cyla erat dan mengeluarkan tatapan tajamnya.


Ia mengingat hari-hari nya selama bulan madu ini. Dimana anak laki-lakinya itu selalu menelpon Cyla dan membuat bulan madunya terganggu. Bahkan waktu berhubungan intim nya juga harus diganggu saat anak itu menelepon setiap malam dan meminta video call dengan ibunya.


'Sial, jika aku mengingatnya lagi aku benar-benar ingin membuangnya ke kolong jembatan' pikir Alex mengingat kejadian malam itu.


Beberapa hari yang lalu~


Langit malam yang dipenuhi bintang itu menambah keromantisan yang sedang dilakukan oleh kedua orang yang sedang melakukan bulan madunya. Mereka berdua sudah menyelesaikan makan malam di dekat pantai. Ditemani hidangan seafood yang lezat, pesona pantai Bali tersebut membuat mereka merasakan kenyamanan.


Hingga saat mereka berdua di dalam kamar hotel, suara hembusan angin dan juga ombak terdengar. Pakaian mereka sudah ditanggalkan dan menyisakan tubuh yang polos tanpa busana.Warna kulit itu terekspos bahkan nafas dingin dari milik laki-laki bisa dirasakan oleh sang wanita.


"Sun, aku senang hanya ada kita berdua di sini" bisiknya menggoda.

__ADS_1


"Ehmmmm ya"


"Sun, aku akan memulainya sekarang" lanjutnya yang mulai memainkan jari-jarinya.



Namun sayang sebuah deringan telpon terdengar di tengah-tengah kegiatan panas itu. Bahkan di saat kedua orang itu mencoba untuk tidak mempedulikan telpon tersebut, suaranya masih menggema tanpa henti. Membuat wajah Alex yang mulai bergairah menjadi merah padam karena marah.


"Sial, siapa yang menelpon malam-malam begini?" kesal Alex yang mencoba tidak menanggapi telpon tersebut, tapi sayangnya telpon itu tidak pernah berhenti berbunyi.


"Hahaha, tidak perlu marah moon. Mungkin itu telpon penting, jadi mari kita angkat sebentar yaa" senyum Cyla yang membuat Alex mendengus kesal.


"Lihat saja jika aku tau yang menelpon adalah salah satu karyawan maupun bawahan ku, akan kupastikan dia pergi ke Afrika" dengus Alex sambil mengutuk orang yang menelponnya.


Dia memakai baju kaos miliknya dan mengambil handphone yang terletak di sebrang. Melihat nama penelpon itu lalu mengeluarkan aura dinginnya.


"Moon...ada apa?" tanya Cyla yang merasakan aura dingin milik suaminya.


"Siapa yang menelpon?"


"Maksudmu?"


"Siapa lagi jika bukan kakak laki-laki mu itu" dingin Alex yang memperlihatkan nama pemanggil yang ada di handphone nya.


"Maksudmu Leon? astaga kenapa kau mengatainya seperti itu. Nanti dia marah loh dan juga angkat saja telponnya kali saja iru penting" senyum Cyla yang membuat Alex menggeser simbol hijau dan mengangkat telpon tersebut.


"Jika kau tidak ingin aku mengirim mu ke Afrika sekarang, cepat katakan apa yang ingin kau katakan?" tanya Alex dingin.


"Huwaaa Mommy, cepat pulang!!!!" teriak seorang anak laki-laki yang membuat keduanya terkejut.


Alex dan Cyla yang mendengar suara tersebut terkejut karena suara yang seharusnya terdengar serak-serak dan tegas itu kini berubah menjadi suara rengekan anak kecil. Dimana anak kecil yang mereka dengar ini merupakan salah satu anak yang sangat mereka kenal.


"Rei..." ucap Alex dan Cyla bersamaan.


"Huwaaa mommy...cepat pulang! Rei ingin bertemu dengan mommy!!!" rengek Rei.


"Rei... kenapa bisa kau yang memegang handphone pamanmu?" tanya Alex dingin. Ia tidak menyangka anak laki-laki nya yang ada di sebrang sana.

__ADS_1


"Tentu saja aku memang siapa lagi, dan juga jika aku yang menelpon dengan nomor ku sudah dipastikan Daddy tidak akan mengangkat nya bukan?" dingin Rei yang menggunakan triknya.


"Kau..."


"Mommy! aku ingin bertemu mommy!" teriak Rei yang memotong cepat ucapan ayahnya.


Suara rengekan itu menggema di ruangan, membuat kebisingan terjadi di ruangan yang tadinya senyap. Bahkan suara rengekan yang mereka pikir hanya akan terjadi dalam sehari saja, malah berulang-ulang kali sampai membuat Alex kesal.


'Arghhh kenapa hal ini tetap membuatku kesal' pikir Alex.


"Moon...moon apa kau dengar ucapanku?" ucap Cyla yang mencoba memanggil Alex sang suaminya dari tadi.


"Maaf Sun, aku hanya memikirkan sesuatu hal. Jadi apa yang tadi kau katakan?"


"I..itu kapan kita akan pulang?"


"Apa kau sangat ingin pulang? apa jangan-jangan kau tidak suka berduaan denganku?"


"Tidak, tidak-tidak bukan begitu. A..aku suka berduaan denganku tapi..."


Cup***


"Baguslah, senang aku mendengarnya" ucap Alex sambil mengecup bibir manis milik Cyla. Senyumannya yang lembut dan perbuatanya itulah yang membuat Cyla bersembunyi di balik dadanya yang berotot.


'arghhh kenapa dia memperlakukan aku seperti ini?' pikir Cyla malu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Arghhh Rei kau memang pengacau kecil dan juga Alex dan Cyla kenapa kalian bisa semanis ini Β°^Β° dan juga buat yang nanya kenapa banyak di timeskip jawabannya karena author udah pernah bilang bakal ada bagian timeskip. Masalahnya saya mau buat bab hamil jadi pantengin yaa...


Ditambah Bunga kamboja dengan warna yang indah dan wangi melambangkan keindahan alam. Selain itu juga mewakili kehidupan baru, awal yang baru, atau kelahiran.


Sekian terimakasih, Mata Ne~

__ADS_1


__ADS_2