
"Hamil... Cyla.... benar-benar hamil" gumam Alex pelan.
Ia tidak percaya bahwa istrinya Cyla akan benar-benar hamil. Padahal baru saja ia berbicara dengan Cyla tentang anak perempuan saat sarapan tadi. Dimana anak perempuan itu akan membuat Rei menjauhi Cyla walaupun sebetar.
Tapi ini benar-benar membuatnya terkejut, terkejut dengan kabar yang diberikan. Bahwa anak yang tadi ia bicarakan kini sudah berada di dalam perut istirnya.
"Daddy..." panggil Rei yang membuat Alex menoleh pelan ke arah anak laki-lakinya.
"Hmmm?"
"Daddy apa kau baik-baik saja?" tanya Rei manis.
"Memang kenapa?"
"Tidak hanya aku ingin mengucapkan selamat kepada Daddy, karena untuk 9 bulan kedepannya Daddy tidak akan bisa melakukan kebiasaan Daddy" jelas Rei bahagia.
Rei sangat bahagia bahwa adiknya akan datang dan tentunya kedepannya ayahnya tidak akan bisa bersama ibunya lebih banyak lagi.
'Hehehe, ternyata inilah yang dinamakan keberuntungan' pikir Rei penuh kemenangan.
Alex yang mendengar penjelasan anaknya menatap anak itu dengan tajam. Menyentuh pundaknya lalu membisikkan kalimat penuh kedinginan.
"Sepertinya kau sangat-sangat senang melihat Daddymu ini menderita" bisik Alex dingin.
"Oooh tentu saja, jelas aku sangat menyenanginya" senyum Rei yang sama sekali tidak membantah ucapan ayahnya.
Kedua orang itu mengeluarkan senyum dingin mereka. Saling bertatapan dan membiarkan aura dingin mereka memenuhi ruangan. Membuat Leon yang merasakan aura dingin dengan cepat menegur kedua orang tersebut.
"Hei kalian berdua, jika ingin bertengkar lebih baik di luar dan juga Graham sedang apa kau disini, pergi sana" tegur Leon yang diakhiri dengan kalimat pengusirannya untuk temannya.
"Ehhhhhh....pergi? apa kau lupa aku tidak membawa kendaraan ke sini?"
"Kamu memiliki kaki bukan?"
"Ya, jadi?"
"Jika punya ya sudah pulang saja pakai kakimu itu" Jelas Leon yang sama sekali tidak peduli dengan temannya itu. Membuat Graham yang mendengar nya terkejut dan memeluk Leon erat.
"Kau tidak benar-benar memintaku untuk berjalan dari sini ke rumah sakit, bukan?"
"Le...paskan"
"Neee....Leon, apa aku harus menyebutkan barang-barang kesukaan mu untuk mengarkan aku kembali? ke rumah sakit segera" ucap Graham yang sudah memeluk Leon erat dan membisikkan kalimatnya.
"apa kau mengancamku?" dingin Leon.
"aku? mana mungkin aku berani mengancammu, hanya saja aku ingin menyebarkan barang-barang kesukaan mu kepada orang lain contohnya warna celana dalam yang saat ini sedang kau gunakan" bisik Graham pelan. Membuat Leon yang mendengarnya merona malu.
__ADS_1
"Kau....."
"Jadi bagaimana tuan? saya masih memiliki jadwal operasi pagi ini" senyum Graham yang berhasil mengancam sahabatnya itu.
"Cih baiklah aku akan mengantarmu, dan juga Alex, aku akan meminta supir membawa mobil baru untuk membawa kalian kembali ke mansion" pasrah Leon yang tidak bisa membiarkan orang-orang tau warna kesukaan miliknya.
"Hati-hati, uncle" senyum Rei sambil melambaikan tangan kecilnya. Membuat wajah kesal milik Leon bertambah, ia mendekatkan wajahnya ke arah adik perempuannya. Mengecup dahi itu dan memberikan senyum tulusnya.
"Selamat, selamat atas kehamilannya" senyum Leon yang tidak bisa melupakan momen bahagia nya.
Momen yang membuatnya harus pergi meninggalkan adiknya dan mengantarkan teman cerewet nya.
"Neeeee, neeeee Leon ayo"
"Bisakah kau hentikan kata nee-nee mu itu, aku geli mendengar nya" jijik Leon yang tidak tahan dengan kalimat amburadul milik temannya.
"Tidak bisa, saat ini aku sedang dalam mood mengikuti alur anime kesukaan ku"
"Kalau begitu cepat atau aku tinggalkan kamu di pantai ini"
"Baik-baik, sampai jumpa di lain waktu kalian berdua"
Graham dengan cepat mengikuti langkah kaki temannya, memasuki mobil dan meninggalkan ketiga orang itu di dalam ruangan.
Dimana wanita itu masih terdiam sambil memandang ke arah perutnya. Dari waktu pemeriksaan sampai selesai ia sama sekali tidak mengeluarkan suara. Bahkan saat merasakan aura permusuhan dari suami dan anaknya. Matanya masih menatap perutnya kosong, dia bingung bersamaan dengan rasa terkejut.
Mungkin jika orang biasa yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah mereka akan langsung pingsan saat melakukan nya bersama Alex. Seperti dirinya dulu yang langsung pingsan karena kekuatan tubuh suaminya saat malam pertama.
Sehingga membuatnya menjaga pola dan daya tahan tubuhnya. Bahkan setiap melakukan nya Cyla sadar mereka tidak pernah menggunakan pengaman seperti kon, maupun obat kontrasepsi. Sehingga membuat cairan itu memasuki tubuhnya dan menyatu dengan sel yang ada di rahimnya.
'Apa sel milik Alex sekuat itu?' pikir Cyla yang tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi.
Cyla masih mengingat pembelajaran di masa sekolahnya dulu. Dimana sel sperm* milik laki-laki bisa bertahan hidup di dalam tubuh wanita hingga 5 hari lamanya. Sel sperm* itu juga membutuhkan perjuangan untuk mencapai sel telur dengan jangka waktu yang sedikit panjang dan di dalam perjalanannya jumlah sperm* akan semakin berkurang, bukankah begitu?
Apalagi untuk memastikan telah terjadi kehamilan, kita dapat melakukan tes kehamilan dengan test pack setidaknya 3–4 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir Anda atau 2–3 minggu setelah Anda berhubungan intim di masa subur.
Cyla juga tau bahwa sebelum pernikahan mereka dilaksanakan itu merupakan tanggal berkahir nya datang bulan. Yang berarti itu merupakan masa subur miliknya. Dimana ia masih ingat saat itu Alex tidak bisa tidur dengannya karena Rei tidak mengizinkan.
(Pertaruhan yang ada di pulau Hawaii bagian kartu poker. Rei mengikuti pertaruhan dan menenangkannya dan meminta ayahnya untuk tidak menyentuh ibunya selama 2 Minggu)
Yang artinya setelah 2 Minggu perjanjian, hari itu merupakan hari pertamanya datang bulan yang jelas membuat Alex tidak memiliki kesempatan lagi dan lagi untuk tidur bersama Cyla.
'Jika ini tidak berhubungan dengan sel milik Alex... apa ini artinya ini berhubungan dengan posisi bercint*?' pikir Cyla yang memikirkan kemungkinan nya hamil secepat ini.
Apalagi ada info mengatakan bahwa ada beberapa posisi bercint* yang dipercaya memudahkan sperm* masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur yang membuat Cyla menjadi memikirkan nya.
__ADS_1
Hingga dua buah tangan memegang kedua tangannya. Tangan itu memiliki ukuran yang berbeda di setiap pasangnya. Satunya memiliki ukuran besar dan yang satunya memiliki ukuran lebih kecil. Membuat pikiran Cyla yang dilanda kebingungan kembali dan melihat ke arah kedua orang yang ada di dekatnya.
"Apa mommy tidak apa-apa?" tanya Rei yang melihat ibunya tidak berasa di posisi yang membahagiakan.
"Itu...."
"Sun, jika kamu tidak siap untuk memiliki anak kita bisa menggugurk...."
"Tidak moon, a..aku tidak ia tidak bersalah" potong Cyla yang tidak ingin mendengar kata keguguran diucapkan dari mulut suaminya.
"Kalau begitu kenapa wajahmu tidak bersemangat seperti itu?" tanya Alex yang ingin mengharapkan istrinya frustasi atau stress karena perbuatannya.
"Itu karena... aku... aku tidak percaya bahwa aku benar-benar mengandung. Moon kau tau bukan aku..."
"Mommy... tenang saja Rei dan Daddy akan ada untuk mommy dan tentunya merawat adik yang ada di dalam perut mommy sampai lahir" senyum Rei yang tidak ingin ibunya memiliki perasaan gelisah.
"Terimakasih Rei"
"Tapi mommy, aku ingin anak laki-laki yaa" lanjut Rei yang membuat Alex yang mendengarnya menatap tajam Rei.
"Tidak, tidak bisa anak yang ada di perut Cyla harus perempuan" tegas Alex yang lebih menginginkan anak perempuan.
"Tidak mungkin Daddy, akan ku pastikan dia laki-laki" tegas Rei balik. Membuat kedua orang itu saling beradu argumen.
"perempuan!"
"laki-laki!"
"Perempuan, Rei!"
"Hohohoho, laki-laki Daddy"
Mereka berdua tersenyum, saling tersenyum. Membuat aura dingin kembali keluar dan masuk ke permukaan, sehingga membuat Cyla yang melihatnya hanya bisa mengeluarkan senyum kecil nya.
'Sepertinya kekhawatiran dan kebingungan ku tidak perlu dilanjutkan lagi' ucap Cyla dalam hati saat melihat kedua orang yang sangat disayangi, memperlakukan nya dengan penuh kasih sayang dan mengharapkan kebahagian dari anak yang ada di dalam perutnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
•Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
•Arghhhh Bab ini sangat-sangat menggemaskan, apalagi di bab ini kita bisa mempelajari siklus reproduksi manusia. Terutama tentang kehamilan dan buat para readers semuanya, Alex dan Cyla akan punya anak jenis kelamin apa nihhh?
a. Laki-laki
b. Perempuan
__ADS_1
Ingat ambil yang positif nya dan kebahagiaan nya aja dan juga terimakasih atas komentar kalian yang di bab sebelumnya, buat yang ngidam akan dihitung dulu menang Alex atau Cyla.
Sekian terimakasih, sampai jumpa lagi. Mata Ne~