
Setelah membawa Olivia ke dalam kamar mereka dan menemani wanita hamil itu tertidur hingga pulas William langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan pergi menjemput Andrew.
Dia tidak akan membiarkan Amber meracuni pikiran Andrew walau dia tau bahwa putranya itu tidak akan mudah terhasut oleh omongan amber walau mungkin saja yang di katakan amber semuanya adalah kebenaran tentang masa lalunya hingga membuat begitu banyak luka hati di dalam diri putranya.
William tidak takut dengan masa lalunya tapi dia hanya takut dengan Andrew yang akan terpancing dengan omongan amber hingga membuat Andrea membencinya mungkin.
Itulah yang di takutkan William saat ini. Setelah mandi William kembali menghampiri Olivia yang masih tertidur dengan pulas dan memberikannya kecupan basah di kening yang kekasih hati yang tengah mengandung anaknya saat ini.
" Aku pergi sebentar Baby. Aku akan cepat pulang oke. "
Cup...
William memberikan kecupan di kening Olivia dan pergi meninggalkan wanita hamil itu yang masih tertidur cantik di atas ranjang yang dulunya sering berderit manja bersatu dengan ******* mereka.
William buru-buru turun dari lantai dua karena dia memang akan menjemput Andrew saat ini dan dia akan membawa mobil sendiri untuk ke rumah berkedok neraka itu.
" Jika tidak bisa di ajak bicara baik-baik cangkul saja kepalanya pakai cangkul ibu. Lagi pula wanita begitu bisa-bisanya di pertahankan selama 7 tahun dan baru menceraikannya sekarang. " William menghentikan langkahnya saat mendengar sindiran dari sang ibu yang memang mengatakan semua hak fakta tentang dirinya.
Mau marah ? Tidak William tidak akan marah pada ibunya karena memang apa yang di katakan ibunya itu adalah kebenaran.
" Maafkan aku ibu..."
" Ini adalah maaf mu yang ke 328 kalinya. Jadi jika Sampek ke 400 nanti tolong belikan ibu berlian yang pernah di pakai mendiang ratu Elizabeth. " Sungguh luar biasa sekali ibumu ini William.
Bahkan kata maaf mu saja di perhitungkan olehnya dan jumlahnya pun kau sudah mendengarnya sendiri. Lalu apalagi yang bisa kau lakukan jika sudah begini ?
__ADS_1
" Ibu,kenapa ibu menghitung kata maaf ku ?"
" Ya terserah ibu. Sudah sana pergi dan bawa Andrew pulang lagi. Ibu bidan disini dengan peralatan rumah mu yang berjumlah 17 orang itu. Ada saja yang mereka tanyakan setiap kali lewat. "
" Itu memang sudah tugas mereka ibu." Jawab William pada ibunya karena memang itu pekerjaan mereka semua untuk memastikan kenyamanan dan kebutuhan para penghuni rumah ini.
" Yang bilang itu tugas mu siapa ? Sudah sana pergi. Oh iya, tolong belikan ibu makanan yang enak di makan tapi tidak bisa membuat gemuk." William terdiam memikirkan permintaan ibunya yang menurutnya agak lain sih memang.
Tapi jika dia bertanya lagi maka ibunya akan mengatakan itu urusannya nanti.
Maka dari itu William lebih baik mengambil jalan aman saja lah. Akhirnya William pun berpamitan pada ibunya karena memang dia akan menjemput Andrew saat ini.
Sepanjang jalan menuju rumah lamanya, William terus saja memikirkan Andrew yang entah sedang apa saat ini di rumah neraka itu.
Apalagi bersama dengan Amber yang menurutnya pasti telah merencanakan sesuatu yang mungkin saja berhubungan dengan mereka saat ini.
" Jadi,apa kamu tau siapa wanita yang bersama Daddy saat ini An ?" Tanya Amber pada Andrew yang saat ini tengah menikmati pusing susu dan serial kartunnya.
" Tau. Mommy dari adik bayi. "
Deg !
Jantung Amber seakan berhenti berdetak saat mendengar Andrew mengatakan bahwa itu Mommy adik bayi.
Apa itu artinya William sudah menikah dan akan memiliki anak lagi ?
__ADS_1
Apa yang harus di lakukan Amber saat ini ? Bagaimana jika posisi Andrew sebagai pewaris tunggal di geser oleh anak yang ada di kandungan wanita itu saat ini ?
Tidak ! Ini tidak boleh terjadi karena bagaimana pun caranya Amber harus memastikan bahwa Andrew adalah pewaris tunggal dari seluruh harta kekayaan milik William ini.
" Apa wanita itu juga tinggal dir rumah Daddy ?"
" Yes ! Andrew senang tinggal bersama Mommy adik bayi karena dia sayang Andrew. Dia menemani Andrew mengerjakan pr dan menyiapkan sarapan untuk Andrew."
Nyes ...
Hati Amber seperti luka tapi tak berdarah saat mendengar penuturan yang keluar dari bibir Andrew yang mengatakan bahwa Mommy adik bayi yang di katakan putranya saat inis angat menyayanginya dan banyak membantunya dalam segala hal yang tidak pernah di lakukan Amber untuk Andrew sekali pun.
" Itu hanya akting saja An,Mommy adik bayi itu ingin mengambil Daddy dan akan mengirim kamu ke sekolah asrama dan merebut Daddy dari kamu sayang. " Andrew menatap Mommy Amber yang mengatakan hal yang menganggu pikirannya saat ini.
" Tapi Mom, Mom Liv itu baik. Mom Liv tidak jahat seperti itu. "
" Itu hanya akting An, Sebenarnya Mom Liv itu ingin merebut Daddy dari kamu. "Masih berusaha menghasut Andrew namun baru saja Amber kembali hendak meracuni pikiran Andrew, William sudah datang dan menghentikan pembicaraan di antara mereka.
" Ambil tas sekolah Andrew dan bawa dia ke mobil ku sekarang !" William memberikan perintah pada pelayan untuk membawa Andrew ke dalam mobilnya karena sudah sejak tadi dia menahan dirinya agar tidak menghabisi Amber karena dia ingin tau apa yang akan di katakan Amber pada Andrew.
" Baik Tuan." Mereka langsung menyiapkan barang milik Andrew dan membawanya ke mobil William.
William terus saja menatap tajam pada Amber yang terlihat salah tingkah karena di tatap sebegitu tajam oleh William hingga membuatnya bingung harus melakukan apa saat ini.
" William, Apa kabar ?" Berusaha mencairkan suasana agar tidak mengerikan seperti ini.
__ADS_1
" Jangan berbasa-basi dengan ku karena aku ku tidak seluang itu untuk menghadapi mu. Satu yang harus kau tau dan kau ingat di dalam otak mu ini bahwa aku tidak akan membiarkan mu menghasut putra ku dengan semua rencana jahat mu. Jika sampai kau berani melakukan itu,maka aku sendiri yang akan memberikan mu pelajaran yang bahkan tidak akan pernah kau bayangkan sama sekali. " Dengan kasar William menunjuk dan mendorong kening Amber hingga membuat wanita itu merasa sangat sakit hati dengan William.
...****************...