
Mendapatkan kabar dari Gurunya bahwa sang Mommy Olivia akan melahirkan Andrew langsung keluar dari ruangan jelasnya saat Uncle Derry sudah menjemputnya bersama dengan Aunty Elisa.
" Bagaimana keadaan Mommy Uncle? " Tanya Andrew yang terlihat begitu panik.
Melihat anak seusia Andrea bisa begitu sangat mencintai Olivia sebagai ibu sambungnya membuat Derry merasa tercubit hatinya saat dia tidak berani mengatakan perasaannya yang selama ini di sembunyikannya dari Elisa.
Dia bertekad bahwa nanti dia akan mengatakan pada Elisa bahwa dia juga memiliki perasaan yang saman dengan wanita itu.
" Mommy Olivia sudah melahirkan dan mereka tengah menunggu kamu di sana. " Mereka pun masuk ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit.
Di depan, Elisa terus saja melihat ke arah Derry yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu dan kegelisahan di dalam hatinya saat ini.
" Jangan memikirkan apa pun lagi Tuan. Aku tidak akan mengejar anda lagi. Seperti yang telah di katakan Nyonya Matilda, berhenti jika kamu lelah dan saat ini aku sudah lelah mengejar anda Tuan. " Elisa memberikan senyuman manisnya pada Derry walau senyuman itu hanya senyuman palsu yang dia berikan.
Hatinya tidak seindah senyumannya saat mengatakan hal ini. Dia merasa bahwa dirinya sedang hancur saat ini.
" Siapa yang menyuruhmu untuk berhenti mengejar ku?" Derry menatap pada Elisa yang terlihat juga menatapnya sementara Derry kembali memfokuskan dirinya pada kemudinya saat ini.
" Maksud Tuan? " Elisa tidak berani berharap banyak lagi dengan angannya karena dia tidak ingin di jatuhkan nantinya jika dia berharap untuk semua itu.
" Jangan pernah berhenti mengejar ku dan memberikan cinta mu untuk ku karena pada dasarnya aku pun merasakan hal yang sama dengan mu. hanya saja aku yang terlalu kaku dan bingung bagaimana cara mengatakan semua ini pada mu. " Senyum Elisa benar-benar terbit saat ini.
Hatinya dan perasaannya saat ini seperti di hujani jutaan kelopak bunga mawar yang membuatnya begitu bahagia dengan semua penjelasan Derry yang terkesan datar tapi Elisa suka.
" Aku akan terus mengejar mu dan membuat mu semakin mencintai ku. Lihat saja nanti. " Derry tersenyum sambil mengusap puncak kepala Elisa.
Dan apa yang di lakukan Derry membuat hati Elisa bertambah bahagia dengan perlakuan sederhana seperti ini.
Murahan? biarkan saja dia di katakan murahan karena dia tidak perduli dengan apa yang orang katakan tentangnya.
Yang terpenting saat ini dia sudah mendapatkan kejelasan dari Derry tentang perasaannya dan status hubungan mereka saat ini.
" Lalu apa hubungan kita saat ini? " Derry semakin bingung jika di tanya status seperti ini.
Memangnya status apa yang di maksud Elisa? kenapa Derry merasa bahwa dia sangat payah sekali dalam hal ini?
" Memangnya hubungan kita apa? " Tanya Derry lagi karena memang dia tidak tau harus menjawab apa tentang pertanyaan dari Elisa tadi.
__ADS_1
" Baiklah, begini saja hubungan kita saat ini adalah sepasang kekasih. Aku akan memanggil kamu dengan panggilan Bee, kamu adalah lebah jantan ku. "
" Apa yang Aunty katakan? kenapa memanggil uncle Derry dengan sebutan Bee? Apa uncle Derry terlihat seperti lebah? " Wajah Derry sudah memerah menahan malu dengan apa yang di tanyakan Andrew padanya.
Ini semua Elisa punya ulah. Jika saja dia tidak terus berbicara seperti itu mungkin Andrew tidak akan bertanya sampai sejauh ini.
" Sebenarnya--"
" Berhenti mengatakan apapun saat ini El, kita akan bicarakan semua ini nanti. " Elisa mengangguk saat mendapatkan teguran seperti itu dari kekasih hatinya.
Jika tau akan semudah ini membuat Derry mengakui perasaannya Elisa akan melakukan hal ini dari jauh hari.
Akhirnya mereka sudah sampai di rumah sakit tempat dimana Mommy dan Daddy Andrew berada berserta adik bayinya.
Dia sudah tidak sabar dengan pertemuan mereka. Andrew begitu antusias untuk bertemu dengan adik bayinya hingga dia terus saja menarik tangan Derry untuk lebih cepat lagi mereka berjalan ke tempat di mana Mommy-nya berada.
" Mommy..." Suara Andrew terlihat sangat bersemangat saat dia sampai di ruang rawat Mommy-nya.
" Andrew sayang..." Olivia merentangkan kedua tangannya pada Andrew.
Mendapatkan hal seperti itu dari Olivia membuat Andrew langsung menghampiri Mommy-nya dan membalas pelukan Olivia.
" Mommy baik-baik saja sayang. Dan lihat adik bayi, dia tampan sekali seperti kamu. " Andrew tersenyum dengan begitu tulus saat Olivia mengatakan bahwa adik bayi mirip dengannya.
Itu artinya dia benar-benar menjadi kakak sekarang ini. Dia telah memiliki seorang adik bayi yang akan menjadi temannya nanti.
" Daddy, aku ingin melihat adik bayi. " Andrew yang duduk di samping Olivia meminta pada Daddy-nya untuk membawakan adik bayi padanya.
William dengan sangat hati-hati memperlihatkan adik bayinya Andrew yang sangat dinantikannya selama ini.
" Oh my God! Dia sangat tampan sekali Daddy. " Andrew begitu kagum dengan sosok adik bayinya yang memang terlihat sangat tampan sekali.
Bibir merah, kulit putih dan rambut pirang, terlihat sangat mirip dengan Mommy Olivia.
" Hey Boy, Im Andrew. Aku adalah kakak kamu dan kamu adalah adik bayi ku. " Andrew mengusap pipi adik bayinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
" Hello Willio, Im Andrew Johnson Piero. " Dia mengenalkan dirinya sendiri pada sang adik yang tengah tertidur pulas saat ini.
__ADS_1
William dan Olivia kaget dengan Andrew yang mengatakan adik bayinya adalah Willio.
" Who is Willio boy? " Tanya William yang masih belum menangkap kemana arah pembicaraan putranya saat ini.
Dia mulai mengerti saat Andrew menjelaskan bahwa nama adiknya adalah Willio.
" Nama adik bayi adalah Willio Ernando. Dia akan menjadi saudara yang hebat. Kami akan menjadi kakak adik yang luar biasa nantinya. " Olivia dan William terlihat begitu sangat bahagia dengan semua yang telah Tuhan berikan selama ini pada mereka semua.
Kehidupan yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan akhirnya mereka rasakan juga dengan hadirnya Andrew dan juga Willio di hidup mereka saat ini.
" Nama yang bagus. " Olivia memuji nama anak keduanya yang di berikan langsung oleh Andrew.
Mereka sudah sepakat bahwa mereka tidak kan pernah membedakan kedua anak mereka karena memang itu lah permintaan Olivia pada William.
Kehidupan mereka pun berjalan dengan penuh kebahagiaan tanpa drama yang mengurai air mata lagi.
Singkat cerita hidup mereka berakhir dengan bahagia sampai di sini.
Melihat kebahagiaan di antara Nyonya dan Tuannya membuat Elisa langsung menggandeng lengan Derry dengan mesra dan berbisik sesuatu yang membuat Derry langsung menegang kaku di tempatnya.
" Jangan berbicara yang tidak-tidak El. "
" Aku tidak berbicara yang tidak-tidak. Aku mengatakan aku juga ingin memiliki anak seperti Andrew atau Willio. Bukankah itu normal?"
" Kita bicarakan ini nanti Elisa. Setelah ini kita akan membicarakan semuanya. Termasuk hubungan kita ke depannya dan juga keinginan mu yang menginginkan anak dari ku!"
...TAMAT...
Ahhh...Akhirnya kisah Manusia berhati batu telah sampai di puncaknya 🤭
Terima kasih untuk dua bulan yang penuh suka duka, tangis dan tawa di dalam cerita ini🙏🏽
Aku mau berterima kasih banyak sama kalian semua yang selalu ngikutin setiap karya yang aku buat🥺
Aku mau mengucapkan banyak terima kasih sama kalian yang telah setia menemani aku setiap harinya. Sekarang aku pamit dan kita akan bertemu di cerita selanjutnya🤭
Jangan lupa mampir di Cerita Twins Ax anaknya Penguasa generasi kedua.
__ADS_1
Sampai Jumpa di cerita Twins Ax yang terlibat dengan satu orang wanita yang sama-sama mereka sukai 💙