
Cyla sudah menyelesaikan makan siang miliknya dan berjalan menuju ruang kerja milik Alex. Di tanganya terdapat sebuah makan siang untuk Alex yang berisi daging steak dan beberapa hal lainnya.
Tok** Tok** Tok**
Bunyi pintu diketuk terdengar di ruangan itu, tangan kanannya mengetuk pintu milik Alex. Menghasilkan sebuah dorongan dari dalam ruangan dan membiarkan pintu itu memperlihatkan tampilan dalamnya.
"Masuklah" ucap Alex mempersilahkan.
Cyla berjalan masuk ke dalam ruangan milik Alex, meletakkan nampan yang berisi makan siang Alex di atas meja kosong yang ada di sana. Kemudian duduk di sofa bewarna hitam yang dilapisi dengan bahan yang bertekstur lembut.
Suara pintu tertutup terdengar di sana ditemani bunyi-bunyi angka yang ditekan oleh Alex untuk mengunci ruang kerja miliknya. Alex berjalan mengambil beberapa barang yang salah satunya merupakan album berisi foto lamanya. Memberikan semua barang-barang tersebut ke arah Cyla dan membiarkan dia memulai cerita miliknya.
"Apa ini?" bingung Cyla yang menerima barang-barang yang diberikan oleh Alex.
"Foto lama dan aku akan mulai penjelasan yang tentunya juga termasuk masa laluku" jelas Alex dan meminum jus alpukat yang ada di atas nampan. Cyla membuka album yang diberikan oleh Alex, tangannya menyentuh foto utama yang ada di dalam sana. Foto seorang anak kecil yang berdiri di tengah-tengah antara kedua orang tuanya. Wajahnya yang begitu membahagiakan tertampil di sana dengan senyum lembar nan hangat menghiasi kebahagiaan di antara kedua orang tuanya.
"Ini foto mu waktu kecil?" ucap Cyla yang melihat foto tersebut. Walau dirinya jarang berfoto untuk dirinya sendiri atau berfoto dengan keluarga kandungnya tetapi dia tau foto itu sama dengan foto teman-teman nya. Foto yang dipenuhi dengan harmoni kebahagiaan dan kehangatan yang dituangkan di dalam detail foto tersebut.
"Hangatnya" gumam Cyla sambil mengelus foto tersebut.
"Hanya sampai aku berada di bangku Sekolah Atas" ucap Alex. Matanya bewarna kelam dan tenang tidak ada kemarahan di sana yang ada hanya ada ketenangan.
"Maksudnya?" bingung Cyla.
__ADS_1
"Tugasku dimulai di saat aku sekolah atas dari pembelajaran yang ditingkatkan menjadi 10Γ lipat dari biasanya dan pelatihan sebagai penerus keluarga" jelas Alex. Itu adalah Cerita lama yang tidak pernah dia ceritakan Dnegan orang-orang. Karena dirinya berpikir semuanya adalah tanggung jawab yang memang harus ditanggung nya.
"Sebagai keluarga Johnson yang sesungguhnya" ucap Cyla pelan.
"Ya benar semuanya berubah selama 3 tahun hidup seperti di dalam penjara dan hanya dipenuhi dengan ketegasan tetapi semuanya berubah di saat aku bertemu dengannya" jelas Alex, matanya yang kelam berubah menjadi lebih gelap. Ketenangan yang tadinya ada berubah menjadi kemarahan dan kegelapan yang mendalam. Bahkan aura miliknya sudah menjadi dingin dan menakutkan.
Salah satu masa lalu yang sangat diingat nya, masa lalu yang dirinya pikir adalah sebuah masa lalu indah dan penuh dengan cinta seperti orang tuanya. Berubah hanya karena penghianatan cinta dan rasa yang begitu menyakitkan. Tapi sayangnya dia tidak bisa mengalahkan orang tersebut karena sebenarnya dirinya jugalah yang salah.
Salah memilih orang dan salah memberikan perasaan miliknya kepada wanita j*l*ng itu. Dan waktu tidak bisa diulang maka status, perasaan, harta semua nya tidak bisa ia ulang. Hanya saja walau di balik itu ada penyesalan ada pula sebuah berkah yang diberikan. Di mana dari sanalah dia bisa bertemu dengan Cyla karena tidak kedengaran yang terjadi antara anak laki-laki yang dulunya tidak pernah dia anggap ada.
"Alex..Alex" panggil Cyla yang membuat Alex terbangun.
"Dia adalah Erika Martinez, seorang perempuan yang merubah hidupku dan menghancurkan nya juga" lanjut Alex. Tidak ada senyum dan ekspresi yang dia tampilkan. Melainkan sebuah kekosongan dan kedinginan yang tambah kuat yang dirasakan oleh Cyla.
"Lalu?"
"Dia mengubah hidupku dari senyuman dan kencatikannya yang seperti bidadari bagiku tapi sayang saat aku sudah menikah dengannya dan berhubungan intim dia melakukan semua hal yang tidak pernah ku bayangkan" dingin Alex.
"Alex"
"Ya di saat aku pulang dari rumah sakit untuk menyelesaikan kelahiran milik Rei, aku melihat dia di dalam apartemenku melakukan hubungan intim dengan orang lain" Lanjut Alex. Tangannya mengambil pisau daging dan menusuk nya dengan kasar ke arah daging sapi di sampingnya. Amarah yang dia rasakan mengalir ke dalam darahnya dan dia lepaskan ke makan siang miliknya.
__ADS_1
"Apa itu laki-laki yang ditayangkan di berita?" tanya Cyla. Sebenarnya dia tidak ingin menanyakan nya, apalagi dirinya merasakan aura membunuh yang kuat dari diri Alex. Tetapi apa boleh buat jika dia membutuhkan semua jawaban yang ada didalam otak miliknya ini.
"Tidak itu laki-laki lain dan juga karena itulah aku mendapatkan sebuah penyakit yang bisa kau baca dari map bewarna hitam itu" ucap Alex. Dia hanya menjelaskan secara singkat dan jelas. Walau apapun yang terjadi tetap saja dia sangat enggan membahas ini lebih lama. Dimana semua hal bersangkutan dengan wanita j*l*ng yang sekarang kabarnya entah berantah.
Cyla meletakkan kembali buku album dengan beberapa foto yang di lihat. Tangannya mengambil lalu membuka setiap lembar yang ada di sana. Tulisan dokter, beberapa huruf singkatan dari zat yang terkandung. Periode pengobatan, tanda tangan resmi dari dokter yang menangani. Semua hal tertulis dengan lengkap dan rapi, menjelaskan bahwa Alex pernah mengidam penyakit seperti orang gila.
"A..Apa ini benar?" tanya Cyla gugup. Dirinya tidak mempercayai bahwa laki-laki yang ada dihadapannya memiliki penyakit yang begitu menyakitkan. Tidak ada jiwa hanya ada jiwa kosong di dalam sana dan hanya ada suara dingin dari pemilik tubuh tersebut. Semua hal yang disembunyikan oleh keluarga Alex dan ditutupi dari seluruh awak media. Cukup membuat Cyla tidak mempercayai semuanya, semua hal yang tertulis di sana.
"Ya benar, bahkan aku pernah meninggalkan Rei kepada ayah dan ibuku. Hanya untuk membakar apartemen lamaku yang dulu pernah ku tempati dengan mantan istriku" dingin Alex, dia masih ingat sekali kejadian dirinya membakar apartemen lama miliknya yang berharga ribuan dollar tersebut. Karena dia tersulut emosi saja.
"Tunggu apa kamu tidak dimarahi oleh kedua orang tuamu? dan juga bukankah seharusnya kedua orang tuamu menahan wanita itu agar tidak pergi?" bingung Cyla. Seharusnya kedua orang tua membantu yang terbaik untuk anaknya. Apalagi Alex merupakan anak tunggal yang artinya satu-satunya dari keturunan resmi keluarga Johnson.
"Ekspetasi tidak sama dengan realita, Cyla" jelas Alex
"Maksudnya?" bingung Cyla.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Masa lalu Alex tragis juga yaa (βΜ₯Μ₯Μ₯α·Π΄βΜ₯Μ₯Μ₯α· ΰ₯ ) dan gak kebayang tingkah Alex kalau gila, sampai rela bakar Apartemen harga ribuan dollar\=ΝΝΝΝ(κͺβκͺ*) Jadinya kan dompet author berteriak karena jiwa miskinnya meronta-rontaΩ©(ΰΉ`^Β΄ΰΉ)ΫΆ
__ADS_1
β’ Dan juga selamat hari kemerdekaan republik Indonesia untuk semua rakyat Indonesia, semangat 45(q>οΉ<q)π²π¨