
Kicauan burung yang merdu terdengar di sela-sela jendela. Memberikan sebuah melodi yang indah di telinga seorang wanita. Dimana sebuah selimut putih menutupi permukaan tubuhnya.
"Nona, nona muda, apa anda bisa mendengar suara saya?" panggil seorang pelayang perempuan.
"Ehmmmm..." lenguh nya
"Nona" panggil pelayan itu kembali.
"5 menit lagi" ucap wanita itu dan menarik selimutnya ke atas untuk menutupi cahaya yang semakin terang.
"Mommy! bangun" teriak Rei yang berlari dan memeluk ibunya dari luar selimut. Membuat wanita itu terbangun dan membuka matanya.
"Ahh, selamat pagi Rei" ucap Cyla tersenyum. Senyuman yang lembut dengan rambut berantakan. Memberikan sebuah aura bangun tidur yang polos.
"Rei ingin menjawab salam mommy, tapi sayangnya ini sudah siang mom" jelas Rei memberi tau ibunya.
"Oh siang" angguk Cyla pelan dan membuka matanya cepat.
"Tunggu siang katamu?" ucap Cyla yang dengan cepat mengerjapkan matanya dan menoleh ke arah kanan maupun kiri. Dimana kedua pelayan sudah berada didekat jendela dan membukakan gorden bewarna hitam yang menutupi sinar matahari.
"Argh silau" ucap Cyla yang melihat sinar matahari secara langsung.
"Maaf nona muda mungkin ini akan sedikit tidak nyaman" ucap kedua pelayan sambil berjalan mendekat ke arah Cyla.
"Tidak nyaman? maksudnya?" bingung Cyla yang masih sedikit ngantuk.
"Mari kita mulai nyonya" senyum kedua pelayan tersebut dan memindahkan Cyla dari tempat tidur ke kamar mandi. Menutup kamar mandi dan membiarkan ketiga orang itu berada di dalam.
"Ehhhh!!!! tunggu apa yang kalian pegang?! biarkan aku mandi sendiri?! ahh Rei bantu mommymu!" teriak Cyla dari dalam kamar mandi. Membuat Rei yang mendengar hanya bisa mengeluarkan kekehan kecilnya.
"hihihi, ini sangat menyenangkan" kekeh Rei.
"Hmmmm ternyata kau bisa tertawa tulus juga" sindir Alex sambil memegang sebuah nampan berisi makan siang milik Cyla.
__ADS_1
"Semua orang bisa tertawa tulus, bahkan orang dingin dan pemarah yang ku kenal saja bisa tertawa dan penuh dengan kekuatan" sindir balik Rei sambil menatap tajam mata sang ayah.
"Kekuatan?"
"Jangan Daddy pikir aku tidak tau tanda-tanda yang kau sembunyikan di balik piyama tidur, mommy" jelas Rei yang berjalan ke arah luar dan meninggalkan ayahnya sendiri. Dimana perjalanan dengan kaki kecilnya itu diiringi oleh sorotan mata tajam ayahnya.
'Ternyata memang sulit untuk menyembunyikan semua hal itu darinya' pikir Alex sambil menatap punggung Rei.
Tadi pagi setelah dia menutup pintu kamarnya, Alex berjalan ke arah Cyla dan memberikan kecupan nya yang tertunda. Menahan gairah yang kembali bangkit saat tubuh polos itu kembali terekspos. Dengan langkah kaki yang lebar Alex berjalan ke arah lemari pakaian miliknya dan mengambil kemeja yang paling besar.
Memakaikan Cyla pakaian miliknya demi menekan rasa gairah dan menutupi tubuh Cyla yang bisa saja nanti kedinginan. Lalu pergi ke lantai bawah untuk menyelesaikan beberapa hal. Karena urusan kantor dan bulan madunya masih diatur membuat Alex tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi.
Kemudian meninggalkan Cyla di dalam kamar dengan selimut lalu turun ke bawah.Hingga sampai dimana matahari berada di atas dan memberikan sinar cahaya yang terang. Membangkitkan sebuah semangat seorang anak kecil untuk membangunkan ibunya.
Disanalah Rei ditemani kedua pelayan masuk kedalam kamar ayahnya yang sudah terbuka. Memperlihatkan seorang wanita yang tertidur lembut di atas ranjang. Membangunkan dan membantu Cyla mandi. Bagaimanapun juga tubuh Cyla masih sedikit karena pertempuran nya tadi malam. Membuat Alex datang melihat kondisi dan malah bertemu dengan anaknya saja.
"Hmm" jawab singkat Rei.
"Apa kamu benar-benar ingin mengikuti nya?" tanya Alex.
"Bukannya aku sudah bilang dengan Daddy aku akan memilih pilihan yang sudah kutentukan." jelas Rei lalu berjalan ke arah ayahnya.
"Daddy juga tau bukan aku tidak ingin mommy terluka sedikitpun" lanjut Rei diakhiri dengan senyuman tipisnya.
"Baiklah, jika keputusan mu sudah bulat Daddy akan membicarakan nya dengan opamu" jelas Alex yang dengan cepat dijawab oleh anggukan kepala Rei.
Mata anak kecil itu melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. Senyuman miliknya tipis bahkan lebih tepi dari sebuah benang. Dimana tangannya menyentuh sebagian dadanya lembut. Pilihan yang dia lakukan bersama ayahnya adalah pilihan yang sulit. Sebuah pilihan yang akan menentukan masa depannya dan jelas kedua pilihan itu memiliki jalan yang berbeda untuk tubuh kecilnya.
'Semuanya akan baik-baik saja, aku pasti akan melindungi mu mommy mau itu sekarang atau masa depan' pikir Rei dan tidak berapa lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang terbalut oleh handuk kimono.
"Rei, kemarilah" panggil Cyla kearah Rei.
__ADS_1
"Mommy" semangat Rei dan berjalan ke arah Rei. Kaki kecilnya dengan cepat ingin memeluk ibunya tapi sayangnya sebuah tangan besar menarik kerah baju miliknya. Membuat jarak yang tadinya dekat menjadi sangat jauh.
"Apa kamu pikir kamu bisa memeluknya?" tanya Alex dingin. Ia tidak ingin anaknya memeluk tubuh Cyla yang hanya berbalut oleh handuk saja. Sehingga membuat Alex menarik paksa Rei dan mencengkram erat kerah baju milik anaknya itu.
"Cih" kesal Rei yang langsung melipat kedua tangannya.
"Hahaha, sudah-sudah jangan ngambek. Daddy mu juga benar seharusnya mommy menggunakan baju yang sudah disiapkan terlebih dahulu" kekeh Cyla dengan tingkah kedua orang dihadapannya.
"Nona, baju ganti anda sudah disiapkan di wardrobe" jelas pelayan yang keluar dari tempat ganti baju milik tuannya.
"Baiklah kalau begitu permisi ya" senyum Cyla yang berjalan masuk ke arah Wardrobe.
"Oh ya Cyla, kakakmu ingin membicarakan tentang pertemuan mu jadi jangan lupa habiskan makan siang yang ada di meja" jelas Alex lalu membawa Rei pergi ke lantai bawah.
"Emmm" jawab singkat Cyla dan mengganti bajunya.
Dirinya juga mengetahui bahwa sebentar lagi pertemuannya dengan keluarganya akan datang. Apalagi saat pikirannya memikirkan pertemuannya dengan keluarga kandungnya. Cukup membuat detak jantungnya berdetak keras. Karena bagaimanapun juga dirinya tidak pernah bertemu dengan keluarga kandung dan mengharapkan nya.
Fakta tentang Leon saja dulu cukup membuat dirinya terkejut. Dimana fakta yang dibawa oleh kakak kandungnya cukup membuat dia terkejut. Walaupun saat di awal-awal dirinya tidak mempercayai perkataan kakak kandungnya itu.
'Ahhh, bagaimana ya wajah kedua orang tuaku itu?' pikir Cyla sambil membayangkan wajah kedua orang tuanya.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Dan buat kalian yang mikir author sengaja tidak memasukkan MP atau memotong cerita MPnya. Maka kalian kurang update! dimana author udah sering publish di story IG dan juga potongan MP part 2 akan dipublis hari ini di grup WA dan Story IG.
Jadi mohon bersabar karena saya juga lagi mengeditnya supaya kalian enak membaca! Sekian terimakasih, sayonara.
*Ingat mulut kalian itu adalah mulut yang manis jadi berkata-kata lah yang manis juga.
__ADS_1