My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 185


__ADS_3

'Sial, hukuman apa yang akan ku berikan kepada mereka' dingin Alex yang masih nipat kakinya dan membiarkan posisi penguasanya nampak di sana.


Pikiran miliknya ia tenangkan sebentar dan kembali masuk ke dalam ruangan milik Cyla. Melihat perban yang sudah diganti dari tubuh Cyla membuatnya sedikit tersenyum miris. Melihat kondisi Cyla yang terluka karena dendam orang kepadanya.


"Perbannya sudah diganti" ucap suster yang menggantikan dokter pergi.


"Baiklah kalau begitu kamu...permisi...pak" gugup Dokter dan keluar dari ruangan secepatnya.


'Ada apa dengan dokter itu?' bingung Rei.


Saat kebingungan melanda pikiran anak kecil tersebut. Rei tidak menyadari bahwa seorang laki-laki sudah berdiri di dekatnya dan menatap dingin lelaki kecil yang merupakan anaknya.


'brrr...kenapa jadi sedingin ini' ucap Rei dalam hati.


"Rei...Rei" bisik Cyla dan menunjuk ke arah belakang.


Saat Rei menoleh ke arah belakang ia bisa melihat ayahnya yang sedang berdiri dan menatapnya dingin. Dengan tangan yang melipat, Rei menelan Saliva nya pelan.


"Daddy.... hehehe" kekeh Rei polos.


"Buang wajah polosmu, jangan bilang kamu ingin melanjutkan permainan ini" tatap Alex dingin.


"Permainan apa?" tanya Rei dengan wajah polosnya.


"Rei" panggil Alex dingin.


'Apa aku sudah ketahuan?' pikir Rei dan menatap neneknya. Meminta bantuan dan dua mengetahui bahwa rencana yang dibuatnya sudah ketahuan. Dari pesan yang diperlihatkan neneknya kepadanya.


'Maaf nyonya saya tidak bisa melanjutkan nya lagi, jiwa saya seakan ingin terbang dari tempat yang seharusnya. Menyeramkan sekali.... sekali lagi maaf' tulis dokter di chat neneknya Rei.


"Bagaimana Rei ingin lanjut lagi?" tanya Alex dan menekan pundak anaknya.


"Aduh perutku sakit sekali, Oma temani Rei ke toilet yaa" minta Rei dan memegangi perutnya.


"Ah baiklah ayo sayang" ucap Irene dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Mereka berdua harus kabur dari amukan Alex yang terlebih lagi bersangkutan dengan tunangannya. Membuat mereka harus kabur dari Alex dan meninggalkan ruangan tersebut secepatnya.


Kepergian Irene dan Rei menyisakan kedua mahluk hidup di dalam ruangan. Kedua orang yang baru saja melewati hari-hari yang berat.


"Alex..." panggil Cyla pelan.


"Huft sudah ku tebak kamu tidak akan melupakan ku" ucap Alex dan duduk di samping kasur Cyla.


"Jangan marah ya" senyum Cyla lembut.


"Bagaimana aku bisa marah saat melihat diriku yang seperti ini!" kesal Alex yang membuat Cyla terkekeh.


"Alex, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Cyla


"Tanyakan lah" jawab Alex.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar mencintaiku?" tanya Cyla dengan wajah yang menatap selimut putih yang dia gunakan saat ini.


"Jika aku berbohong maka aku bilang aku tidak mencintaimu tetapi jika aku diperintahkan untuk menjawab jujur maka aku akan mengatakannya" jelas Alex.


Dia mendekat ke arah Cyla mengurung Cyla dengan kedua tangannya. Dengan tatapan yang hangat Alex mencium lembut dahi milik Cyla.


"A...Alex" gugup Cyla. Wajahnya memerah merasakan kehangatan dan kemanisan yang diberikan oleh Alex kepadanya.


"Aku mencintaimu sangat mencintaimu kau tau bahkan saat aku melihat kamu menangis aku ingin mencekik leher orang tadi" ucap Alex dan menekan akhir kalimatnya.


"A...Alex" di saat Cyla memangil namanya. Sebuah kelembutan mengenai bibirnya, kelembutan yang dia berikan di dahinya berpindah ke bawah. Kecupan ini sebuah kecupan yang singkat dan berubah menjadi ciuman *******.



Cup***


Alex mengecupnya lembut dan semakin lembut, tangannya yang tadinya berada di bawah memegangi dagu milik Cyla.


"Alex.."


"Sial, sepertinya aku tidak bisa menahannya lagi" kesal Alex.


"Maksudnya...ehmmmm"


Cup**


"Mhmmm..." des*h Cyla.


"Waah Oma sepertinya aku kelupaan satu barang!" teriak Rei di luar ruangan membuat Cyla langsung mendorong Alex dengan kekuatan yang ada. Menjauhkan Alex dari dirinya dan menghapus cepat bekas ciuman yang diberikan oleh Alex.


Krek***


Suara pintu terbuka dan memperlihatkan Rei dan Irene yang datang kembali. Dengan langkah kaki yang kecil Rei berjalan ke arah sofa dan menatap heran kedua orang tuanya.


"Apa sesuatu terjadi?" tanya Rei sambil memicingkan matanya ke arah ayah yang sedang berdiri di sebrang dan ibunya yang merona merah. Membuat Rei curiga dengan kedua orang tuanya yang berduaan di dalam ruangan.


"Tidak ada, cepat pergi sana" usir Alex yang kembali mengambil kursi dan duduk.


"Baiklah" jawab Rei dan menaiki sofa untuk mengambil barang yang tinggi.


"Apa yang kamu sedang lakukan, Rei?" tanya Cyla sambil tersenyum. Wajahnya yang merona sudah kembali seperti semula. Membuatnya mampu berbicara dan mengontrol nafas miliknya.


"Aku sedang mengambil Kamera mommy, bukannya mommy tau aku meletakkan kamera tersembunyi untuk jebakan tadi" jelas Rei yang tanpa tau bahwa kedua orang tuanya saling bertatapan dan menelan Saliva pelan.


"Alex..." panggil Cyla.


Alex yang mengetahui maksud Cyla mengganggukan kepala nya. Berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Rei.


"Rei, pinjamkan Daddy kameranya sebentar ya" minta Alex.

__ADS_1


'Ada apa dengan Daddy, kenapa dia menjadi orang yang baik apa dia kerusakan hewan halus atau ada sesuatu yang terjadi tadi?!' pikir Rei yang mencerca kemungkinan.


"Hmmmmmmmm, seperti ada yang terjadi ya tadi" goda Rei sambil bergantian menatap kedua orang tuanya.


"I...itu" gugup Cyla. Wajahnya kembali merona saat mengingat hal-hal yang dilakukan Alex kepadanya. Walau sebentar tapi tetap saja semua gerakan Alex melekat di pikirannya.


"Rei cepat berikan" tegas Alex dan menjulurkan tangannya ke arah kamera yang sedang dipegang oleh Rei.


"Omaaa!!! hiks hiks Daddy jahat!" teriak Rei dengan tangisan kecil miliknya. Membuat perempuan paruh baya yang dari tadi menunggu di luar masuk ke dalam dan melihat cucu tersayangnya.


"Astaga Alex! apa yang kau lakukan kepada anakmu!" cemas Irene dan menarik Rei menjauh dari Alex.


"Mom, dia hanya berpura-pura" adu Alex yang melihat senyuman smirk anaknya dari pelukan ibunya.


'Kasian' ejek Rei di dalam hatinya.


"Rei apa kamu tidak apa-apa?" tanya Irene yang khawatir.


"Oma tadi kan Rei mengambil kamera terus Daddy maksa Rei buat ngasih kamera ini ke Daddy, tapi kan... hiks" jelas Rei.


"Sudah-sudah jangan menangis, memang ada apa hmm di dalam kamera?" tanya Irene.


"Tidak ada apa-apa mom" jawab cepat Alex dan menatap tajam anaknya.


"Bohong Oma, Daddy berbohong coba liat video ini" bantah Rei dan mengambil video yang baru masuk ke dalam memory card.


Video yang diambil baru saja itu di majukan hingga ke menit dimana ruangan kamar kosong. Kalimat romantis yang kuat dari video membuat kedua pasangan sudah tersipu pelan. Hingga lama-kelamaan sebuah interaksi tubuh terjadi dan berlangsung sedikit lama.


"Alex" panggil Irene sambil tersenyum.


"Iya" jawab singkat Alex.


"Mom jadikan tambahan buat video yang bakal tampil di acara pernikahan kalian ya" senyum Irene yang membuat Alex dan Cyla menolak bersamaan.


"Jangan!" tegas Mereka berdua.


"Nah Rei ayo pergi edit video ini dan jadikan dengan video yang dulu kamu dapatkan" senyum Irene dan menggenggam tangan Rei.


"Senang mendengarnya" semangat Rei. Dia menoleh ke arah ayahnya dan menjulurkan sedikit lidah miliknya.


'Sial, kenapa aku bisa memiliki anak seperti ini' pikir Alex yang melihat anak lelaki nya yang nakal. Sedangkan Cyla hanya bisa bersembunyi di balik selimut.


'Ahhhh....malunya' pikir Cyla


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary

__ADS_1


__ADS_2