
Cyla baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan baju biasanya ya kaos hitam dengan celana jeans selutut ya entahlah dirinya hanya sangat menyukai celana pendek bila dirumah dan tentu saja rambut yang dia gerai sepanjang pinggang.
"Siapa lagi yang mau mandi? kamar mandinya sudah selesai ku gunakan" ucap Cyla sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk karena baginya kalau sering sering menggunakan hairdryer rambutnya akan cepat kering dan tentu akan rusak tapi bagi dirinya entahlah bagi yang lain.
"Aku yang akan mandi mommy" semangat Rei .
"baiklah hati-hati dan jangan sampai terpeleset" ucap Cyla saat melihat Rei sudah masuk ke dalam kamar mandi. Cyla berjalan ke arah sofa lalu melanjutkan mengering kan rambutnya kembali hingga suara Alex membuat dirinya menoleh ke arah Alex.
"Ada yang ingin ku bicarakan" ucap Alex yang membuat Cyla menoleh ke arah sampingnya.
"dengan siapa?" tanya Cyla
"Tentu saja dengan kamu memang siapa lagi yang ada di sini selain Rosena Cylame, istri Alexander Johnson" tekan Alex di kata istri yang tentu saja mampu membuat Cyla merona dan tersipu malu.
"calon" ucap Cyla
"tapi suka bukan" ucap Alex yang tentu saja membuat pukulan telah ke Cyla.
"ada apa?" tanya Cyla kembali ke topik.
"sebentar lagi akan ada yang menjemput kita" ucap Alex yang membuat Cyla mengerutkan keningnya.
"jemput? siapa?" bingung Cyla
"Orang suruhan mom"
"apa tidak bisa ditunda? ini sudah mau malam dan juga memang kita akan kemana?" tanya Cyla panjang lebar.
"entahlah mom tidak memberi tau info lagi" jawab Alex sambil memakan camilannya.
__ADS_1
"apa harus hari ini? kenapa tidak besok saja" protes Cyla
"Aku tidak tau dan juga ini bukan kemauan ku, honey" ucap Alex tanpa sadar yang tentu saja membuat Cyla terdiam saat mendengar panggilan di kalimat akhir Cyla.
"kenapa diam?" tanya Alex dan melihat ke arah Cyla yang sudah memerah.
"ti..tidak ada" gugup Cyla dan mulai menepuk pipinya.
"apa kau tidak suka dengan panggilan Honey? bukannya di negara asalmu itu artinya sayang?" heran Alex karena melihat wajah Cyla yang memerah dan membuat dirinya berpikir Cyla marah padahal Cyla sedang merona.
"Se... sejak kapan kamu tau Honey itu panggilan sayang?" gugup Cyla
"entahlah" jawab enteng Alex yang membuat Cyla. menghela nafas sabar. 'untung saja Alex taunya aku marah kalau tidak bisa-bisa aku digoda habis-habisan' pikir Cyla.
Hingga suara kamar mandi terbuka pelan dan terlihat Rei menggunakan handuk putih yang dililitkan di tubuhnya. gue
"Tunggu helikopter? sejak kapan dan kenapa kau baru beritau" tegas dan lantang Alex
"lupa" jawab simpel Rei yang mampu membuat Alex hampir saja emosi bila tidak melihat wajah Cyla yang polos dan bingung pasti dia akan memberikan sesuatu kepada anaknya itu.
"Cepatlah kita akan ke tempat helikopter itu ada" dingin Alex yang sebenarnya berniat akan mandi dulu tapi kalau seperti ini bisa-bisa dirinya tidak mandi, dan juga kenapa ibunya itu harus tiba-tiba dan kenapa harus malam ini coba.
"Apa Daddy marah, mommy?" tanya Rei polos yang membuat Cyla hanya tersenyum pelan ke arah Rei.
"tidak Daddymu hanya terkejut dan bingung, kalau begitu ayo kita siap-siap" ucap Cyla lemah lembut yang membuat Rei hanya mengganguk.
15 menit kemudian~
__ADS_1
Cyla dan Rei berjalan ke arah lapangan helikopter itu berada apalagi apartemen yang Cyla tempati memang berdekatan dengan landasan helikopter. Entahlah dirinya tidak membawa pakaian yang banyak hanya sedikit saja karena dirinya hanya berpikir akan pergi ke tempat yang mungkin biasa dan normal yang tentu saja dia hanya membawa dompet, Hape, kaos dan jeans yang mudah dipakai dimana saja.
"Mommy disana" tunjuk Rei ke arah helikopter bewarna hitam itu. Cyla dan Rei berjalan m neekat ke arah helikopter itu dan terlihat Alex yang berdebat dengan seorang laki-laki yang sedikit tua darinya.
"Apa kau gila? kenapa tidak menggunakan helikopter ini saja ke sana!" teriak Alex
"maaf tuan kami hanya diperintahkan oleh nyonya besar untuk membawa anda dan keluarga anda ke bandara" jawab takut oleh laki-laki itu.
"Kenapa tidak menggunakan mobil saja ke bandaranya bukannya ini sia-sia" dingin Alex.
"Karena bila menggunakan mobil tuan,nona dan tuan muda kecil akan terlambat ke bandara nya" jawab lagi lelaki itu
"lalu saat kami sampai ke bandara itu aku akan menunggu lagi begitu" dingin Alex.
"ti...tidak tuan, tuan tidak akan menunggu karena tuan yang akan menjalankan pesawat yang sudah siap menunggu tuan" gugup lelaki itu.
"Apa pesawat ku sudah diperbaiki?" tanya Alex dingin.
"su...sudah tuan dan pesawat tuan sudah diisi bahan bakarnya" jawab laki-laki itu.
"astaga kalian merepotkan sekali!" sarkas Al x mengetahui pesawatnya sudah diperbaiki dan sekarang sudah disiapkan untuk dipakai.
"Baiklah cepat kesana" dingin Alex langsung memasuki helikopter itu.
"Silahkan nyonya mudah dan tuan muda kecil" sopan pelayan perempuan itu dan membantu mereka masuk ke dalam helikopter.
Di Dalam Perjalanan Menuju Bandara...
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
__ADS_1
Like, Comment , vote and favorite kan novel ini dan jangan lupa follow
Ig : @DNA2005_