
Aku bertemu James di salah satu restoran di resort, tiba-tiba dia menyelinap di belakangku, dan mencium leherku dan kemudian memelukku.
"Laura, sayang. Kau sangat harum." Dia berbisik saat menghirup sisi leherku.
"Terima kasih, James, kau sendiri tidak seburuk itu." Dia menertawakan itu, menyebabkan beberapa kepala menoleh.
"Ayo, aku sudah punya meja untuk kita." Dia meraih tanganku dan berjalan ke meja kami.
Kami sedang makan siang, tiba-tiba seorang wanita muda yang tampak sangat cantik berjalan ke arah kami. Dia tampak sangat marah. Secara naluriah aku mengetuk tangannya. "Sialan ... tunggu di sini sayang, aku harus mengurus sesuatu." Dia bergumam dan berdiri.
Dia menuju ke arah meja kami tapi sebelum dia punya kesempatan tiba dimeja kami, James membawanya pergi. "Jadi. Kau sudah menemukan penggantiku? Seharusnya aku tahu. Aku sangat mencintaimu, James. Kau bilang kau akan merawatku ...." Hanya itu yang kudengar, sebelum dia memotong ucapannya dan dia tiba-tiba terdiam.
"Melani, jangan lakukan ini di sini. Kita sudah selesai."
Aku ingin meninggalkan mereka, tapi aku ingin tahu, aku merasa perlu mendengar penjelasannya. Hatiku mulai hancur saat aku memikirkan hal itu. Aku akhirnya memiliki kekuatan untuk bangkit.
"Aku akan meninggalkan kalian berdua untuk menyelesaikan ini." Aku berkata pada mereka, berjalan menjauh dari mereka. Merasa seperti terkuras, tubuhku terasa dingin. Dadaku sakit, penglihatanku mulai kabur. Aku berjalan lebih cepat. Mencoba menyembunyikan wajahku dengan rambut ku. Aku akhirnya keluar dari restoran, dan berjalan kembali dengan cepat ke kamar kami.
Aku menjatuhkan diri ke lantai kamar mandi dan menangis.
Sampah!
Aku tidak pernah merasa seperti ini. Apa yang terjadi padaku. Aku tidak ingin memiliki perasaan ini. Sialan! ini terlalu menyakitkan.
Lalu aku mendengar James mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Laura, bukalah sayang. Biarkan aku menjelaskannya padamu." Perlahan aku bangkit.
Aku kemudian bangkit dan membuka pintu. Ada begitu banyak hal yang ingin ku katakan padanya, tapi saat aku melihat wajahnya, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku merasa hancur saat dia memelukku erat.
"Aku tidak mau menjadi milikmu James. Aku tidak mau. Itu akan sangat menyakitkan. Aku benar-benar mencintaimu! Aku benar-benar mencintaimu!" Aku terisak di dadanya. Saat dia memelukku, dan memelukku.
"Dia berselingkuh di belakangku. Dia tidur bersama mantannya dan mengambil uangku." Dia membelai rambutku, lalu menangkup wajahku dan mencium air mataku.
"Aku tetap milikmu. Aku akan menjagamu. Sekarang berhentilah menangis, kita akan baik-baik saja."
Hanya itu yang dia katakan. Dia tidak mengatakan kalau dia mencintaiku juga. Dia hanya bilang kalau dia juga punya perasaan untukku. Tapi aku masih meragukannya. Dia pasti hanya memiliki perasaan nafsu terhadapku. Aku tidak yakin tentang apa pun selain itu.
Ada kekecewaan, tapi aku mencoba menyembunyikannya. Aku tahu sejak awal ini tidak mungkin bisa terjadi. Aku bepikir lebih baik aku harus meninggalkannya. Aku tidak tahan dengan perasaan ini, jika dia meninggalkanku duluan.
Aku bisa melakukan ini. Kau Laura yang kuat. Kau akan selamat dari hal ini. Dia hanya manusia dan tidak bisa menghancurkanmu.
Dia meninggalkanku sendiri. Aku mondar-mandir di kamar dan aku merasa gila. Aku harus pulang. Aku harus memikirkan semua ini sendiri. Aku tidak bisa berpikir. Aku kemudian memeriksa semua penerbangan yang tersedia, aku menelepon Jerri untuk menjemput ku di bandara.
Setelah tiba di bandara. Aku merasakan perutku tersimpul. Aku terus menerus mencambuk air mata ku.
"Baby bear, apa yang terjadi? Ya ampun ... kau tampak mengerikan." Jerri memelukku begitu dia melihatku di bandara. Aku tertawa kecil dengan komentarnya. Dia selalu bisa membuatku tertawa.
"Aku mencintaimu Jerri .. hanya kau."
"Oh, oh, ini buruk. Ayo, mari kita ngopi dulu, kemudian kita ngobrol. Lalu kita kembali ke tempatku. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian dengan minuman kerasmu."
__ADS_1
"Aku mau minum kopi, tapi bisakah kita langsung ke rumahmu? Aku lelah, perutku serasa ingin membunuhku. Aku hanya ingin beristirahat."
Aku meriject semua panggilan dan mengabaikan pesan James yang masuk. Renata tampak khawatir, tapi Jerri meyakinkannya kalau semuanya akan membaik.
"Aku mencintainya. Aku bilang padanya aku mencintainya dan dia hanya bilanh Kau milikku. Aku akan menjagamu, maksudku, aku mengerti kalau dia tidak mencintaiku juga, caranya bicara padaku juga terdengar sangat dingin. Mungkin aku harus bertemu Psikiaterku besok. Maafkan aku karena mengeluh padamu tentang semua ini, Jerri. karena kau sahabatku."
"Laura, berhentilah mengoceh dan mulailah bicarakan hal ini dengan James. Mungkin dia hanya perlu waktu untuk memikirkan perasaannya. Kau harus memberinya kesempatan. Aku bisa melihat kalau dia jauh lebih tua, dan lebih dewasa. Orang-orang seperti dia memiliki lebih banyak kekhawatiran, mereka punya alasan sendiri kenapa mereka tetap melajang, artinya terikat dengan seorang wanita. Kau harus bersabar Laura. Jika kau benar-benar mencintainya."
Jauh di lubuk hatiku aku tahu Jerri benar. Tapi dia tidak tahu kalau aku adalah Sugar Babynya. Dia tidak tahu tentang perjanjian kita. Tentang bagaimana aku yang tidak seharusnya jatuh cinta padanya. Aku hanya menghela nafas dan mengangguk. Tidak ada yang bisa diperbaiki. Aku tidak bisa mendapatkan saran apapun, karena tidak ada yang tahu masalah sebenarnya. Ada Adriana, tapi semuanya cukup jelas tentang hitam di atas putih, pada perjanjian. Aku memutuskan untuk mandi dan hanya tidur disitu.
Astaga! Aku Menstruasi
Pemikiran dan stres sebanyak ini, seharusnya aku tahu. "Jerri, aku harus pergi membeli beberapa pembalut untuk haid ku ini dan segera kembali."
"Tunggu, aku akan pergi denganmu dan membeli makan malam untuk kita."
Jerri pergi ke restoran sebelah, sementara aku pergi ke toko obat dan membeli beberapa pembalut, dan obat untuk sakit kepala ku.
Kami kembali ke rumahnya, dan makan malam bersama dengan menyenangkan. Renata berbicara dan kami tertawa, sementara aku mencoba melupakan James, untuk sementara waktu.
Sudah lewat tengah malam saat aku mendengar suara berisik, di luar pintu kamarku, tiba-tiba pintu ku terbuka dan James ada di sana. Aku tidak tahu bagaimana bisa dia menemukanku, tapi dia tetap ada di sana di depan pintu. Jerri dan Renata juga di depan pintu kemudian meminta maaf.
Jerri Sialan!
"Bersiaplah Laura, kau akan pulang ke rumah bersamaku." Hanya itu yang diperlukannya.
__ADS_1