My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 125


__ADS_3

'Apa yang sudah kamu lalui seumur hidupmu ini, Cyla?' pikir Alex dan menambah erat pelukan miliknya.


"Memang kehangatan apa yang membuatmu merasa seperti ini?" tanya Alex yang ingin mengetahui Cyla secara langsung daripada dirinya harus mencari info pada orang lain. Karena sebaik-baiknya info orang masih lebih baik info orangnya langsung.


"Kau tau Lex aku tidak pernah merasakan kekhwatiran yang berlebihan seperti ini" jawab Cyla.


"biasanya seperti apa?"


"Bisa dibilang bila aku sakit seperti ini mungkin aku akan ke apotik atau di apartemen sendiri dan beristirahat sampai sembuh" jelas Cyla saat mengingat-ingat setiap masa sakitnya.


"Kau tidak memiliki teman di sini?"


"Apa kau tidak tau Lex aku sudah berada di sini saat kuliah di Harvard tepatnya di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan pindah ke negara New York karena lamaran kerjaku diterima." jelas Cyla. Alex yang mendengar nya hanya bisa terdiam dan melanjutkan cerita yang mulai diungkap oleh Cyla. 'Maka biarkanlah aku tau tentangmu, Cyla' pikir Alex.


"Oleh karena itu aku hanya fokus belajar dan tentu saja di new York seperti yang kau tau aku baru memiliki teman Didi seorang" lanjut Cyla.


"Apa itu yang membuatmu sendiri?" tanya Alex yang diangguki pelan oleh Cyla.


"Ya karena itu aku sendiri dan jauh dari negara Indonesia tempatku lahir" jawab Cyla yang membuat Alex melepas pelukannya dan memutar tubuh Cyla agar berhadapan dengannya.


"Alex ada a.."

__ADS_1


Bruk**


Alex memeluk tubuh Cyla erat dan menciumi aroma tubuh berbau wanita milik perempuan nya. Dirinya tidak pernah tau ada seseorang yang bahkan menganggap kehangatan adalah sebuah hal yang sangat berharga dirinya dulu membuang semua kehangatan yang diberikan orang karena baginya itu sudah berlebihan dan tidak terlalu penting. Tapi kenapa perempuan yang akan dia nikahi malah menginginkan atau seharusnya membutuhkan kehangatan tersebut.


"Kalau begitu biarlah aku yang memberikan kehangatan itu dan membuatmu tidak pernah kekurangan" ucap Alex di sela-sela pelukannya. Cyla yang mendengar hal tersebut hanya bisa meneteskan sebuah butiran bening dan membalas pelukan hangat milik Alex. Hal yang dia inginkan yang dirinya ingin dari seseorang yang akan menyayangi nya dan akan menghargainya. Hal yang cukup membuatnya sadar bahwa dunia adalah tempat yang indah dan tidak memilukan untuk sang penghuni.


"Hiks..hiks terima kasih... terima kasih banyak" ucap Cyla pelan dan membalas pelukan erat Alex. Kedua insan itu berpelukan dengan hangat di dalam kondisi keromantisan dan haru yang ada di hatinya.



Pelukan yang akan membuat mereka akan menjadi pasangan yang terjerumus ke dalam mabuk asmara dan tentunya waktu yang akan membuat mereka sadar bahwa cinta itu adalah hal yang indah. Walau di suatu saat akan ada badai yang menerjang sesuatu yang sudah dibangun dengan cinta kasih milik mereka berdua.


'Apa cinta semanis ini dan sehangat ini bila memang benar biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama walau nantinya aku juga yang akan malu' pikir Cyla dan mengeluarkan senyumannya di balik dada milik Alex.


Kedua insan yang sedang berada di lautan cinta tidak sadar bahwa banyak orang sedang menyaksikan keromantisan Alex dan Cyla di sebuah kamera Cctv yang ada di ruangan tersebut. Kamera yang secara langsung merekam dan melihat interaksi keduanya dari awal hingga akhir.


"Nyonya saya akan menyiapkan tisu lagi" ucap pelayan perempuan yang berada di ruang keamanan yang sudah berisi sejumlah orang.


"Ambil yang banyak kalau bisa 3 buah" perintah Irene yang sedang menyaksikan anaknya dan calon menantunya sedang berpelukan.


"Apa aku ke bawah saja yah aku harus menghukum Daddy yang membuat Mommy menangis" ucap Rei yang sedang duduk di atas kursi dan melihat layar yang menampilkan Cctv tersebut.

__ADS_1


"Tuan muda kecil, Nona muda dan tuan muda bukan sedang bertengkar tapi sedang dalam kondisi bahagia" jelas Kepala pelayan yang membuat Rei hanya mengeluarkan ekspresi datarnya.


"Bahagia apa itu" sinis Rei yang membuat Vero ikut duduk disebelah Rei.


"Itu namanya tangisan kebahagiaan, Cucuku" ungkap Vero. Beberapa pelayan lainnya mengganguk menyetujui apa pendapat tuan besar mereka.


"Ini tidak bisa dibiarkan sayang kita harus membuat acaranya besar-besaran" lantang Irene semangat.


"Betul Nyonya kami setuju" jawab serentak beberapa pelayan dan kepala pengawas Cctv. Sudah lama tuan mudah mereka yang dingin dimabuk asmara seperti ini tentu saja semua penghuni kediaman akan semangat membantu penyatuan nona Cyla dan tuan Alex. Karena di saat ini lah ada keuntungan mereka yaitu emosi tuan muda Alex akan lebih stabil dan tidak akan membuat para pekerja menjadi takut.


'Kita harus menyatukan mereka apapun yang terjadi' pikir para pelayan. Apalagi tidak sia-sia mereka datang ke ruangan Cctv dan malah bertemu Tuan dan nyonya besar dan jangan lupakan tuan muda kecil yang juga sudah ikut menyaksikan interaksi ibu dan ayahnya.


"Baiklah kalau begitu besok kita harus mulai beraksi" ucap Irene yang diteriakki meriah oleh para pekerja. Sedangkan Rei hanya memutar bola matanya malas saat melihat semua orang yang ada di mansion utama semangat sekali.


'Apa di rumah ini tidak ada yang waras sama sekali?' pikir Rei dan menggelengkan kepalanya heran. Sedangkan Vero memilih menyeruput secangkir kopi hitamnya yang tentunya membuat pikirannya tenang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


•Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary

__ADS_1


__ADS_2