
Banyak pelayan yang masih berlalu lalang melewati ruangan-ruangan untuk menyelesaikan tugas mereka. Mempersiapkan semua kamar tamu yang ada untuk memberikan kenyamanan kepada keluarga yang akan datang. Saat ini pun juga Cyla sudah menyelesaikan perawatan dirinya dan memakai baju santainya. Berbaring di sofa ruang tamu sambil melihat undangan bewarna putih keemasan.
Undangan yang diberikan untuk para tamu adalah undangan yang indah dan jelas membuat Cyla merasakan jantungnya berdebar-debar.
"Huh... sebentar lagi" gumam Cyla pelan.
"Tidak sabar ya" goda Irene yang membuat Cyla tersipu malu.
"Entahlah" ucap Cyla malu.
Pernikahan mereka jelas sudah dekat bahkan sudah bisa menghitung jari. Pernikahan mereka menggunakan tema yang sedikit mewah dan ditambah banyak tanaman yang cantik kesukaan Cyla menjadi hiasan. Sehingga membuat Cyla tidak sabar melihat gedung pernikahan yang sudah disiapkan.
"Bu, apa gedung pernikahannya lebih cantik dari bayanganku?" tanya Cyla.
"Hahahaha jelas sangat cantik bahkan mampu membuat orang-orang itu iri karena keindahannya" jawab Irene sambil meminum teh Darjeeling miliknya.
"Benarkah? sayangnya aku tidak bisa melihatnya" gumam Cyla kesal yang membuat Irene hanya bisa terkekeh.
"Hahaha, sabar ya Cyla kau tau bukan Alex sangat mengkhawatirkan mu. Sehingga tidak mengizinkan mu pergi" kekeh Irene.
"Terlalu mengkhawatirkanku juga terlalu bahaya" ucap Cyla.
Dirinya bahkan tidak bisa melihat gedung yang sudah disiapkan karena dilarang oleh Alex. Calon suaminya itu selalu mengatakan untuk menjaga kesehatan dan diam di mansion. Terutama jika dia menginginkan sesuatu semua pelayan ataupun penjaga yang ada di dekatnya selalu siap 24 jam. Membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun dan hanya terdiam di dalam mansion.
"Sabar ya" ucap Irene. Perbincangan hangat tentang sikap Alex berhenti seketika di saat suara tembakan di ruangan atas terdengar sangat keras di dalam mansion.
Dor***
Suara tembakan dari ruangan atas menggema sangat keras sampai ke bawah. Membuat orang-orang yang ada didalam mansion menghentikan pekerjaan mereka masing-masing. Berbeda dengan Cyla, Irene, Rei dan Vero yang berjalan ke lantai atas dan melihat tempat kejadian.
Irene yang melihat hal tersebut langsung menutupi mata Cyla dengan kedua tangannya. Agar Cyla tidak melihat kejadian yang ada dihadapannya lebih lama.
Di sana tepat di pintu itu terlihat sebuah mayat yang tergeletak. Darah yang berceceran dari bagian tubuh itu menghalangi jalan di dekat ruangan kerja milik Alex.
"Mex bereskan mayat itu" dingin Alex yang langsung dituruti oleh Mex.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Lex?" tanya Vero yang baru saja naik ke lantai dua dan minat lantai di ruangan kerja milik Alex dipenuhi dengan darah dan mayat yang Maisy segar. Bukan hanya sebuah mayat yang membuktikan ada sebuah kejadian di dalam ruangan itu tetapi ditambah dengan tangan Alex yang sedang memegang sebuah pistol.
"Hanya sebuah hama yang harus disingkirkan" dingin Alex.
"Hah, kalau begitu aku akan memeriksa orang yang kamu bunuh tadi" pasrah Vero yang melihat anaknya tidak menjelaskan apapun dan menjawab dengan sesingkat mungkin.
"Bu, ada apa?" tanya Cyla bingung karena matanya ditutupi oleh tangan Irene.
"Tidak apa-apa hanya sebuah masalah saja" ucap Irene.
"Oma biar aku yang mengurus hal ini ya" senyum Rei kearah neneknya. Membuat Irene menyerahkan Cyla kepada Rei dan membiarkan Rei pergi membawa Cyla ke arah bawah.
Meninggalkan dua pelayan yang membersihkan sisa darah dan Vero yang sedang meminta data orang yang terbunuh ditempat oleh Alex. Sehingga aura dingin mencekam di dekat ruangan yang telah ditinggalkan oleh Cyla dan Rei.
"Dad, apa baju yang dibuat oleh desainer Paris itu bisa selesai dalam 4 hari?" tanya Alex dingin dan membuat Vero menutup telponnya sebentar.
"Memang kenapa dengan baju pernikahan yang sudah disiapkan?" tanya Vero bingung.
"Baju yang akan kugunakan untuk pernikahan telah hancur karena wanita yang ku bunuh itu" jelas Alex sambil menatap pakaian yang hancur di dekat pintu.
"Ya, begitulah" singkat Alex yang membuat Irene berteriak kepada Alex.
"Astaga Alex!!!!! Arghhhh!!!!! mom akan membicarakan nya dengan desainer itu dan kalian buang baju koyakan tersebut" perintah Irene lalu pergi dengan cepat ke lantai bawah. Baju pernikahan yang sudah disiapkan sudah hampir seperti robekan kertas di lantai. Jelas membuat Irene marah kepada anaknya karena menghilangkan baju yang mahal dan sudah disiapkan jauh hari.
Alex yang mendapatkan omelan singkat dari ibunya hanya bisa berjalan ke arah jendela sambil memegang pistol di tangan kanannya dan memandangi pemandangan dari jendela ruang kerjanya.
(akhirnya saya bisa juga mengeluarkan gambar Alex! jujur ini ku simpan di galeri dan bingung kapan dikeluarkan nya!, selamat menghayal)
Tubuh Alex yang tidak menggunakan baju atasan dan memperlihatkan dada seksinya hanya bisa mengeluarkan aura dingin. Handuk yang menggantung di pinggangnya menutupi bagian bawah dan kakinya. Alex baru saja menyelesaikan mandinya dan sudah disambut oleh hama yang dengan sengaja merusak baju pernikahan miliknya.
"Tuan, saya sudah menyelesaikan permintaan anda" ucap Mex yang sudah kembali dari pembuangan mayat tersebut.
__ADS_1
"Baik" dingin Alex.
"Oh ya Alex, sepertinya wanita yang kau bunuh itu adalah mantan manajer Erika" jelas Vero yang masuk ke dalam ruang kerja Alex sambil meletakkan beberapa lembar kertas.
"Heh, ternyata bidak milik Felentino juga" dingin Alex yang berjalan ke sofa yang ada dan melihat informasi yang dikumpulkan oleh ayahnya.
Informasi yang jelas mengatakan bahwa manajer Erika merupakan anak buah Felentino dan merupakan pion yang mencoba melarikan diri atas kejadian yang menimpanya. Tetapi sayangnya perempuan bernama Nadya itu ditangkap oleh Felentino dan diancam dengan sesuatu hal.
"Hah..." hela nafas Alex. Baru saja kejadian persidangan diselesaikan dan baru juga dia membunuh orang yang merupakan pion Felentino. Sebenarnya Alex kadang bingung harus menyelesaikan orang yang merupakan keluarga nya bagaimana. Karena sejujurnya dia sudah mengundur waktu untuk penggantungan agar Felentino bisa bertemu keluarganya tapi Felentino ingin menghancurkan pernikahannya dengan merusak baju miliknya.
'Bukankah ini sangat kekanak-kanakan?' pikir Alex.
"Ada apa tuan?" tanya Mex yang melihat atasannya menghela nafas.
"Tidak, hanya berpikir bahwa dengannya seperti kekanakan" jelas Alex.
"Jelas saja kau mungkin berpikir seperti itu karena bagaimanapun juga Felentino hidup tanpa kasih sayang ibunya penuh" ucap Vero.
"Dad, apa Cyla melihat kejadian tadi?" tanya Alex yang lebih mengkhawatirkan Cyla karena takut dia melihat kejadian yang tidak baik untuk pikiran perempuan tersebut.
"Tenang saja Lex, matanya tadi ditutup oleh Irene dan juga Rei membawanya pergi menjauh" jelas Vero yang diangguki oleh Alex.
"Baguslah, lebih baik dia tidak tau agar dirinya tidak memikirkan kejadian tersebut sebelum hari pernikahan dimulai" gumam Alex.
Banyak kejadian yang telah terjadi hari ini dan dia harus menyelesaikan semuanya dengan cepat. Apalagi sekarang dia memiliki orang yang butuh perlindungan darinya sebagai teman, sahabat maupun suami di masa depan.
'Aku harus memikirkan cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini' pikir Alex.
ππππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Oh ya mau info aja nih 1 atau 2 bab lagi bakal tamat nih novel dan juga buat bab malam pertama, pertemuan keluarga, keromantisan Cyla, honeymoon, hamil dan lain-lainnya bakal ada di Extra Part jadi mohon bersabar yaa..
__ADS_1
β’Ngomong-ngomong gambar Alex bakal bikin meleleh di bab pernikahan jadi mari kita siapkan hati dan juga pikiran kita!
Sekian terimakasih, sayonara~