My Hot Daddy

My Hot Daddy
Ep. 36 - Malam Pertama


__ADS_3

"Tidur?!" Aku memintanya mengikuti tanganku ke dadanya yang keras.


Suami. Dia sekarang suamiku. Dia milikku.


"Serius, James? Kamu menanyakan hal ini padaku? Kupikir kamu sudah mengenalku lebih baik, sekarang. Mulailah menelanjangiku. Aku akan baik-baik saja. Aku juga punya kejutan untukmu." Aku mengedip padanya, dan pergi ke kamar mandi.


Aku memilih lingerie dari salah satu toko seks yang kami lewati, saat kami melihat-lihat. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan membuat kejutan untuknya.


Aku mengenakan korset dan celana dalam dan menggenggam sabuk garter di bawah celana ke stoking. Itu merupakan bagian penting, kata salah satu SPG wanita yang membantuku memilih. Dia mengatakan 'Anda ingin dia menanggalkan celana dalam terlebih dahulu, dan meninggalkannya atau melepas garter belt dan stocking saat berhubungan seks.


Aku pusing ketika aku keluar dari kamar mandi. James sedang duduk dengan punggungnya menghadap ke kepala ranjang, hanya mengenakan celana pendek, dan mengotak-atik ponselnya.


Sexy! Yah, aku menikah dengan seorang suami yang sexy.


Dia mendengarku membuka pintu kamar mandi, lalu meletakkan ponselnya ke meja samping, dan mulai duduk dan membelai dirinya sendiri, sambil tersenyum padaku dan mengatakan agar aku lebih mendekat padanya.


Astaga!


"Kita akan kembali ke toko besok, dan membelikanmu lebih banyak dari yang kau kenakan itu. Kamu terlihat sangat seksi, aku sudah sangat tegang. Mengangkanglah untukku Laura. Tunggu, aku ingin melihat bagian belakangnya. Astaga. Kemarilah, istriku. "


Aku mengangkang, dan dia mencium pahaku sambil tangannya membelai stoking ku yang menutupi paha. Dia mengerang, dan mendorong tubuhku ke bawah, untuk merasakan kekerasannya. Napasnya mulai bertambah berat. Aku memegang wajahnya, menatap matanya lalu berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Aku juga membeli beberapa barang lagi, nah SPG wanita itu bersikukuh bahwa setiap pengantin wanita harus membelinya." Aku terkikik, tapi dia penasaran. Aku tersipu. Dia membuatku gugup. Wanita itu mengatakan kalau itu merupakan barang yang paling banyak, yang tersedia di toko. Tapi sekarang, aku tiba-tiba sangat malu menunjukkan barang-barang itu kepadanya.


"Yah? Di mana barang itu? Hei, kita di Australia. Tidak apa-apa jika kita menjadi orang liar disini." Dia menciumku lagi, dan mulai menjilati tempat favoritku, sambil membelai celana dalamku. Aku sudah basah, basah ku jelas dari celana dalamku. Aku mengerang lagi. Merasa berani akhirnya aku berdiri, dan mengambil tas belanja ku. Kemudian membongkar semuanya. Aku menggigit bibir bawahku. Aku gugup sekali, menunggu reaksinya.


"Astaga Laura, kamu membuatku khawatir. Ini pasti bisa kita lakukan." Dia menyeringai padaku. Dan mulai bergerak lebih dekat, ketika dia mendorongku ke tempat tidur.


"Ini akan menjadi sangat menyenangkan. Kami menghabiskan lebih banyak uang di toko itu. Angkat tangan, sayang." Dia mengamankan pergelangan tanganku dengan manset kulit, lalu dia membungkus mataku dengan topeng. Lalu dia pergi.


Tunggu, apa-apaan ini?


Lalu aku mendengarnya, dia sedang memainkan video porno yang aku beli dari toko. Suara nya saja membuatku terangsang. Dan dia menaikkan volumenya.


Oh sial!


Dia menyentuh paha ku yang tertutup stoking. Dia membuka lingerine ku mendorongnya sampai ke atas dada ku, dan menyimpannya di sana, membuat ku tampak lebih terbuka padanya. Aku mengerang lagi, dan lagi. Dia terus menjilatiku sampai aku meronta dan melawan ciumannya. Hingga kemudian dia membuatku ***, dan lemas. Aku meneriakkan namanya. Suara dari film Porno itu tidak membantu, menenangkan ku. Itu membuatku tampak lebih buruk, membuatku menjerit lebih keras ketika aku sudah mencapai klimaks ku untuk kedua kalinya.


"Astaga Laura, kau liar sekali!"


Film porno itu terus mendengus dan mengerang. Dan dia memegang paha bagian dalamku dan aku mencoba untuk menutupnya, memohon padanya.


"Sayang, jangan lagi." Lalu aku merasakan dia menyeringai, merasakan dia sedang menciumku hingga ke leherku.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita menonton film porno? Apakah kamu suka itu?" Aku mengangguk, apa pun untuk menyelamatkanku.


Ughh Sial!


Dia terkekeh, dan membuka penutup mata dan borgol ku, lalu mencium pelipis ku dengan penuh kasih. Tapi aku tidak menyangka dia menarikku ke dadanya, dan memegang pinggangku, saat dia memainkan jari-jarinya dengan ahli di antara kakiku. Dia sudah telanjang. Dia duduk terpisah, menyandarkan punggungnya di sandaran kepala dengan punggungku di dadanya dan pahaku sejajar dengannya.


Dia menggigit telingaku hingga ke leherku.


Aku merasa akan melayang semakin tinggi sampai dia menyuruhku untuk orgasm* dan aku melepaskan jari-jarinya.


"James. Itu ..." Aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku. Ketika dia mendengus dan menyuruhku untuk merangkak, dan membuat menonton film porno. Aku masih basah karena klimaksku, ketika dia menikam dirinya dengan keras. Aku meneriakkan namanya, dan membuatnya menarik rambut ku ke belakang, dan menanganinya dengan kasar.


"James! Ya!" Aku bisa mendengar dengusan dan napasnya yang berat, aku terangsang karenanya.


"Tonton filmnya sayang. Tontonlah.!" Dia memukul pantatku, dan pada saat yang sama wanita yang di film itu mengerang. Membuatku mengepalkannya lebih erat dan mengerang namanya lagi dan lagi.


Suara erangan dari film porno itu seperti sedang bercinta dengan pasangan lain di ruangan itu. Dan itu membuat ku semakin bersemangat. Aku mengepalkannya lebih erat lagi, aku berkeringat berusaha membuatnya bertahan.


Dia mengangkat kaki ku, membuat penisnya memasuki milikku lebih dalam, dan meregangkanku lebih jauh.


"Auhh Ahhh ohhh, Laura sayang, sayang. Ikuti aku sayang. Keluarkan Sekarang! Astaga, sayang. Ayo..." Dengan permohonan terakhirnya, akhirnya aku meledak karena orgasm. Dan dia pun juga mengeluarkan spermnya di dalam milikku.

__ADS_1


Aku merasa puas dan dia kemudian menggosok lengan ku dan terus menonton film porno denganku.


__ADS_2