My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 171


__ADS_3

"Siapa?" tanya Alex singkat.


"Apa benar ini kediaman Johnson?" tanya penelpon di sebrang sana.


"ya memang benar, ada apa?" jawab Alex singkat. Dia tidak ingin membuang-buang waktunya ditambah mood miliknya yang mulai memburuk.


"Nama saya Maulana anda bisa memanggil saya Lana, saya adalah kakak kandung dari saudari Didi" ucap Lana memberi tau. Memperkenalkan dirinya agar tidak terjadi sebuah kesalahpahaman.


"ada apa? langsung intinya saja" tegas Alex.


"Apa nona Cyla berada di tempat anda? kalau dia berada di tempat anda saya harap anda menjaganya" jelas Lana.


"tung..tunggu maksudmu?" bingung Alex.


"Masalahnya pagi ini adik saya itu pergi ke mini market untuk membeli Snack kesukaan nya dan sudah 30 menit adik saya tidak kembali, membuat saya sebagai kakaknya khawatir dan menyusulnya ke mini market biasanya. Tetapi..." ucap Lana berhenti.


"Saya diberi tau bahwa adik saya dibawa ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan dan saat ini adik saya baru bangun lalu mengatakan kepada saya agar menelpon anda, karena saat kecelakaan itu hanya handphone miliknya yang dicuri." lanjut Lana.


"Jadi maksudmu"


"Ya, saya menelpon anda untuk tidak mempercayai apapun yang dikirim dari telpon milik adik saya karena yang memegang handphonenya bukan adik saya. Dan juga adik saya takut bahwa nona Cyla terkena masalah" lanjut Lana. Dia melihat raut wajah adiknya itu, raut wajah khawatir dan merasa bersalah. Tangannya di penuhi luka dan dia baru selesai diobati dan baru saja sadar membuat banyak pikiran berkecamuk.


Alex yang mendengar penjelasan dari telpon tersebut mengepalkan tangannya. Matanya menggelap, aura kelam miliknya membuat aura di ruangan itu terasa mencekam dan dingin.


'sial! artinya Cyla dalam bahaya' pikir Alex.


"Kalau begitu saya akan menutup telponnya dan saya ulangi lagi jangan percaya apapun yang dikirim dari adik saya" ulang Lana dan mematikan telpon tersebut.


Alex melemparkan telpon rumah tersebut ke arah lantai. Amarah miliknya bangkit dan dia segera mengeluarkan handphone miliknya. Menelpon pengawal yang dia utus untuk mengikuti Cyla secara diam-diam.


"ada apa nak?" bingung Irene yang melihat ekspresi anaknya begitu mengerikan.


"Kalian sekarang ada dimana?" tanya Alex dingin.


"kami sedang berada di perjalanan tuan" jawab sang pengawal.


"perjalanan? bukannya sudah ku katakan untuk mengikuti Cyla secara diam-diam dan menjaganya!" teriak Alex.


"Maaf tuan saat kami mengikuti mobil nona Cyla ada sebuah mobil truk yang memberhentikan kami dan membuat kami terlambat ke tempat nona Cyla berada" jelas sang pengawal.

__ADS_1


Tit***


Alex mematikan telpon sesegera mungkin, mengebrak meja yang ada di dekatnya.


Brak***


"Sial!" ucap Alex


"Daddy apa... apa pendengaran ku tidak salah?" tanya Rei yang mendekat ke arah ayahnya. Tangannya membawa beberapa tangan bunga Peony. Matanya menatap tajam ke arah ayahnya, dia baru saja memasuki ruangan dan mendengar apa yang ayahnya bicarakan dengan para pengawal tersebut.


"Apa.... mommy tidak apa-apa?" tanya Rei lanjut. Matanya tajamnya itu bergetar khawatir, dia tau firasat miliknya tidak akan pernah salah. Tetapi dia mencoba untuk mengabaikan dan berpikir positif karena keamanan ibunya yang terjaga.


"Alex... jangan bilang" ucap Irene.


"Ahhhhh sial! mom aku akan kembali dengan beberapa pengawal untuk melihat keadaan dan ku harap kalian tidak ada yang keluar dari mansion paham" tegas Alex yang langsung berjalan ke arah laci dekat dapur. Mengambil pistol hitam untuk berjaga-jaga jika kondisi sangat berbahaya.


"Aku ikut.." ucap Rei.


"Rei! ini berbahaya dan kita tidak tau apa mommy mu itu berada di sana atau tidak!" bentak Alex. Dia meminta asistennya untuk menyiapkan mobil dan membawa beberapa pengawal untuk menemaninya. Keamanan mansion yang akan ditingkatkan 3Γ— lipat dan kamera cctv yang akan dicek secara berulang.


"Aku tidak ingin tinggal di sini saja Daddy! bahkan jika kau melukai aku akan tetap pergi dan melihat mommy dengan kepala mataku sendiri!" lawan Rei. Matanya mendingin dan auranya sama dengan milik ayahnya. Dia tidak ingin kehilangan ibunya dan seharusnya jika dia mempercayai firasat buruknya ini. Pasti dia akan menghentikan ibunya dan mereka akan masih ada di sini.



Irene hanya bisa menatap mereka dengan perasaan berkecamuk. Dia berdoa untuk keselamatan calon menantunya. Tangannya dengan pelan mengambil handphone miliknya. Dia harus memberi tau suaminya tentang hal ini.


'Cepat kembali sayang, calon menantu kita... aku takut dia dalam bahaya. Kumohon cepat kembali aku menunggu mu'


>>> send


Irene mengirimkan pesan tersebut dan masuk ke dalam mansion, semua sistem keamanan tingkat ketiga sudah dinyalakan. Bahkan beberapa sinar laser juga diaktifkan di bagian-bagian tertentu. Irene harus memastikan semuanya baik-baik saja dan dia hanya bisa menyerahkan kepada kedua orang yang keras kepala itu. Ayah dan anak yang memiliki sikap keras kepala dan tidak mau mengalah untuk menjaga maupun menyayangi orang yang sangat berarti yaitu, Cyla.


'Aku harap kamu baik-baik saja, Cyla' ucap Irene dalam hati.


Di Tempat Lain~


Alex sudah menelpon Leon meminta alamat tempat Cyla bertemu dan memberi tau bahwa Cyla berada di dalam bahaya. Karena yang Alex takutkan adalah orang-orang itu sudah mengambil Cyla dan membawanya entah berantah.


'Sial, ternyata mereka lebih cepat dari yang ku kira' pikir Alex kesal. Dia pikir itu cukup membuat orang itu diam dan tidak melakukan apapun lagi. Namun dirinya tidak menyangka Cyla yang akan menjadi terancam. 'sial-sial'

__ADS_1


'Aku tidak peduli dengan hukuman apa yang akan ku dapatkan, karena aku hanya membutuhkan mommyku seorang' ucap Rei dalam hati. Dia menggigit jarinya kuat dia tidak ingin ibunya terjadi apa-apa. Dia tidak ingin kehilangan seorang ibu yang dulunya dia pikir tidak akan pernah dia dapatkan. Dia tidak mengharapkan itu semua karena semua itu sangat menyakiti perasaan nya bila ibunya pergi.


.....


Tidak berapa lama kemudian, Tiga tidak bukan hanya tiga tetapi Lima mobil itu sudah terparkir di depan kedai. Dengan beberapa pengawal Alex dan Rei keluar dari dalam mobil. Setelah itu terdapat Leon yang juga keluar dari dalam mobil miliknya. Dia mengakhiri pertemuan nya dengan klien lebih cepat karena mendengar adiknya itu dalam bahaya. Membuat mobilnya itu melesat dengan cepat bahkan dia rela melanggar peraturan lalu lintas. Tidak peduli denda apa yang akan didapatkan nya dia hanya mempedulikan adiknya yang tersayang.


"Tuan saya sudah bertanya dengan pemilik kedai bahwa kedainya buka mulai jam 3.00 pm" ucap Mex yang merupakan tangan kanan milik Alex.


"Artinya jam 1.00 pm tadi Cyla berada di depan kedai yang tutup dan tidak ramai pengunjung ini" timpal Leon. Beberapa pengawal lainnya menjaga sekitar dan bertanya tentang keberadaan calon istri atasan mereka.


"Ini handphone milik mommy" ucap Rei di sela-sela keributan mereka. Dia berjongkok dan mengambil handphone bewarna hitam tersebut.


Alex mendekat ke arah anak laki-lakinya dan melihat barang yang dipegangnya. Model, warna dan bentuk jelas ini milik Cyla. Apalagi Alex yang membelikan Cyla handphone ini sebagai tanda ganti rugi karena membanting handphone milik perempuan itu saat di Hawai.


Kemudian membelikannya handphone dengan model terbaru dan hanya ada beberapa di dunia karena harganya yang mahal dan bahan yang berkualitas.


"ini benar miliknya" gumam Alex.


"Tuan Leon saya sudah bertanya ke beberapa kedai lainnya dan mendapat kan salah satu kedai yang memiliki satu kamera pengawas" ucap Rangga.


"Mommy..." gumam Rei.


"Alex dan Rei jangan bengong atau diam di tempat saja kita harus mempastikan keberadaan Cyla dan melihat kamera pengawas yang ada" ucap Leon memberi tau kepada kedua orang tersebut. Dia tau kedua nya sangat menyayangi adiknya dan bahkan rela berkorban demi adiknya. Tetapi jika mereka hanya terdiam dan meyakini Cyla diculik tanpa sebuah bukti ataupun clue itu sama saja dengan bunuh diri.


"hmmm." ucap keduanya dan orang-orang tersebut berjalan ke arah salah satu kedai yang berada di ujung jalan.


Para pengawal menutup area depan dan menjaganya dengan ketat sedangkan Alex, Leon, Rei, Mex dan Rangga sedang meminta izin kepada pemilik kedai untuk menerima kamera pengawas milik mereka.


"Silahkan tuan-tuan" ucap sang pemilik mengizinkan. Rangga duduk di kursi menekan beberapa tombol di keyboard dan mouse. Memilih waktu tepat adik tuannya berada dan melihat adakah hal yang mencurigakan.


"ini..."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Makasih atas komen kalian dan juga kritikan yang menyenangkan hahaha, jujur pengawal Cyla itu ada tetapi dunia itu tidak semudah itu bung dan tidak ada hidup yang lurus pasti penuh dengan lika-liku.

__ADS_1


Makanya saya katakan sabar karena semuanya memiliki penjelasan tersendiri dan juga saya sedang mencari pelajaran hukum di luar negeri sebagai referensi untuk hukuman Erika nanti, jadi cukup satu kata 'sabar'


__ADS_2