My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 21


__ADS_3

Ke Esokan Harinya~


Langit bewarna biru cerah ditemani lembut itu memperlihatkan orang-orang yang sudah berdiri di halaman mansion. Dimana di sana terdapat seorang anak kecil yang tidak ingin melepaskan ibunya untuk pergi bersama ayahnya.


"Tidak-tidak, mommy harus di sini saja atau biarkan aku ikut" rengek Rei sambil memeluk kaki Cyla. Menahan kaki itu dan tidak membiarkan Cyla untuk pergi selangkah pun.


"Jangan seperti itu Rei, nanti mommy akan pulang okay" ucap Cyla yang melihat tingkah laku anaknya. Tadi pagi saat di kamar mandi ia sudah di beritahu oleh Alex bahwa dia hanya ingin bulan madu bersamanya. Yang menandakan bahwa bulan madu kali ini memang bulan madu yang benar-benar mereka berdua saja.


"Huwaaa, tidak-tidak paman...kakek bantu aku menahan Mommy untuk tidak pergi" rengek Rei sambil meminta pertolongan kepada kedua orang yang ada di belakang nya.


Namun bukannya pertolongan yang didapatkan malah sebuah halangan. Tubuhnya dijauhkan dari tubuh ibunya dan dipegang erat-erat oleh kakek dan juga pamannya.


"Tidak perlu menangis, kedua orang tuamu pasti akan pulang secepatnya" tegur Lion yang menepati janjinya terhadap Alex saat obrolan di ruangan waktu itu.


"huwaaa, aku ingin ikut" rengek Rei yang mencoba melepaskan cengkraman dari keduanya. Hingga sebuah kecupan lembut menghampiri wajah kecilnya.


Kecupan itu diberikan oleh ibunya, dengan senyum manis dan baunya yang lembut. Membuat Rei yang tadinya merengek seperti anak kecil menjadi membeku.


Cup***


"Mommy akan pulang jadi tenang saja" senyum Cyla lalu mengelus lembut kepala anaknya. Berdiri dari tempat itu lalu berjalan ke arah ibunya yang sedang duduk di kursi roda.


"Saya akan pulang secepatnya, jadi saya harap anda menunggu saya pulang Bu" ucap Cyla yang dengan cepat memeluk ibunya hangat. Memundurkan langkahnya dan mengeluarkan senyum hangatnya. Membuat Jasmine yang melihatnya ingin menggapai anaknya tapi sayang tangannya tidak bisa dan berakhir dengan sebuah suara yang lembut.


"Hati-hati... nak" ucap Jasmine yang mengenggam kedua tangannya dengan erat.


Cyla yang mendengarnya mengeluarkan senyum lebarnya dan membiarkan angin yang melewati nya menerpa rambut panjangnya.


"Hmm, saya akan berhati-hati" senyum Cyla lalu berbalik ke arah Alex. Menggapai tangannya lalu memberikan lambaian tangannya.


"Sampai jumpa nanti" pamit Cyla yang masuk ke dalam mobil bersama dengan Alex. Meninggalkan orang-orang tersebut dan pergi menjauh dari mansion yang ada di pegunungan itu.


Rei yang melihat kepergian ibunya dengan cepat menarik kedua tangannya. Mengambil sapu tangan yang ada dan membersihkan air mata yang dia keluarkan.


'Kenapa aku bisa kalah dengan Daddy' kesal Rei lalu membuang sapu tangannya yang kotor. Ia berpura-pura menangis agar membuat ibunya tidak jadi pergi bulan madu tapi sayangnya rencana miliknya gagal dan berakhir dengan kepergian ibunya bersama ayahnya di dalam mobil.

__ADS_1


"Apa dia tidak apa-apa?" bisik Lion yang melihat ekspresi sedih cucunya berubah drastis.


"Tenang saja ayah ia tidak apa-apa. Hanya mengalami perubahan suasana saja" jelas Leon yang tidak bisa mengatakan kebenaran nya.


"Baiklah, kalau begitu atau dan ibu akan masuk dulu karena ayah sudah berjanji untuk menjaganya" ucap Lion lalu pergi meninggalkan anaknya. Sedangkan Leon yang melihatnya menghela nafas pasrah.


'Maaf ayah aku tidak bisa memberitau mu, bahwa cucu laki-laki mu itu bukan seorang anak normal melainkan seorang laki-laki dewasa bertubuh kecil' ucap Leon dalam hati karena dia pernah diminta oleh Alex untuk menjaga anak itu dan berakhir dengan darah tinggi.



Alex yang pergi meninggalkan Keluarga Dicapri dengan anaknya mengeluarkan senyum tipisnya. Memegang setir mobil dengan nyaman dan sesekali melihat ke arah istrinya, Cyla.


'Akhirnya untuk berbulan-bulan lamanya aku bisa bersama dengan Cyla lebih lama' ucap Alex dalam hati.


Perasaanya dipenuhi dengan semangat yang membara. Dimana beberapa hari ke depannya ia akan melakukan semua kegiatan nya yang tertunda.


"Moon...moon... apa kau mendengar ku?" tanya Cyla yang sudah memanggil Alex beberapa kali. Membuat laki-laki yang sedang berfantasi liar itu menoleh ke arah istrinya dan mengeluarkan senyum manisnya.


"Maaf sun, aku sedang memikirkan sesuatu" senyum Alex yang membuat wajah Cyla merona malu.


"Sun..." panggil Alex.


"Ah maaf-maaf, ehm a..aku cuma ingin bertanya kita akan pergi ke mana?" tanya Cyla gugup.


"Apa aku belum bilang padamu?" tanya Alex yang langsung digeleng oleh Cyla.


"Baiklah, kita akan pergi ke salah satu pantai terkenal di Bali" jelas Alex sambil memandang ke arah depan.


"Tunggu jangan bilang..."


"Ya benar, pantai Jimbaran" ucap Alex yang membuat mata Cyla berkilauan.


"Apa benar kita akan ke sana? bukankah itu pantai terkenal yang biasanya digunakan untuk para pasangan? dan yang terpenting terkenal dengan pesona matahari terbenam nya bukan?" semangat Cyla yang masih mengingat koran-koran luar negeri maupun koran lokal tentang pantai yang ada di Bali.


"Ya memang terkenal dengan pesona matahari terbenam dan juga kitakan memang pasangan sun jadi jelas kita akan pergi ke sana" ucap Alex lalu mengecup pipi Cyla cepat. Memfokuskan perhatiannya kembali dan membiarkan Cyla tersipu malu.

__ADS_1


'Manis dan manis' pikir Alex yang menyukai pipi istirnya sedangkan Cyla menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Menunduk dan menatap pakaian miliknya.


'Ke...kenapa dia melakukan itu, I..ini terlalu romantis' pikir Cyla malu. Ia tidak pernah menyangka bahwa Alex akan lebih seagresif ini saat mereka berduaan. Tanpa Leon, dan tanpa anak laki-lakinya.


Membuat perjalanan mereka yang dilandasi akan cinta itu bertambah manis dan manis. Sehingga perjalanan yang seharusnya memakan waktu tidak terasa oleh kedua insan.


"Sun cepat turun, apa kau ingin membuatku menunggu mu?" goda Alex yang membuat Cyla dengan cepat memegang tangan milik Alex.


"Apa kau masih malu?"


"Ti..tidak! siapa bilang aku malu"


"Benarkah kamu tidak malu? kalau begitu ini apa" goda Alex yang dengan cepat langsung mengecup lembut bibir merah muda itu. Membuat wajah Cyla yang merona menjadi bertambah merah seperti kepiting rebus.


"Benar bukan" senyum Alex saat melihat wajah Cyla merona. Wajah merona yang baginya terlihat sangat cantik dan cantik.


"Moon!" teriak Cyla kesal. Tangan kirinya dengan cepat mencubit pinggang milik Alex yang berotot. Cubitan kecilnya tidak sakit tapi malah membuat Alex tertawa sehingga menghasilkan perasaan romantis yang kental.


"Hahahaha, kau memang sangat lucu dan tentunya menggemaskan" goda Alex tiada habisnya. Menjadikan wajah itu tersembunyi di balik tubuh Alex.


"Mesum" gumam Cyla.


"Tidak ada hukum yang melarang suami untuk mesum terhadap istri sendiri, paham" jelas Alex yang tidak marah sama sekali dengan ejekan istrinya. Melainkan membiarkan wajah milik Cyla merona malu.


'Sangat menyenangkan saat menggodanya' pikir Alex yang tidak bisa berhenti untuk menggoda istri manisnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’ Dan juga untuk Bab kali ini dipenuhi dengan perasaan manis dan manis milik Alex yang jelas membuat para jomblo maupun singel patah hati. Jadi pengen punya pacar atau pasangan kayak Mas Alex tapi sayang cuma ada 1% aja di dunia ini. #Halu


Dan juga info yaa Pantai Jimbaran itu merupakan pantai yang terletak di kawasan Bali dan tekenal dengan matahari terbenam, desiran lembut ombak dan juga hidangan seafood bakar di pinggir pantainya.

__ADS_1


Sekian terimakasih, Mata Ne~


__ADS_2