
"A..Alex" panggil Cyla gugup. Ia gugup, ia merasakan rasa sedih dan sakit saat melihat ekspresi cantik milik wanita paruh baya itu. Wajahnya sangat cantik dan terlihat indah namun matanya seakan-akan tidak melihat apapun dan hanya menatap kekosongan. Walaupun namanya dipanggil dia tidak menjawab ataupun memberikan gerak kode selain menoleh pelan.
"A..aku, i..ini" gugup Cyla dan menggenggam erat tangan Alex. Alex yang melihat kegugupan dan ketakutan Cyla langsung merangkul nya hangat. Membiarkan rasa hangat yang ia berikan menenangkan jiwa milik Cyla.
Alex juga tau respon apa yang akan diberikan oleh Cyla saat melihat kondisi ibunya acara langsung. Ia tau apa yang terjadi karena dirinya pernah merasakan hal yang sedang dirasakan oleh orang yang ada di seberangnya. Sebuah penyakit gangguan jiwa yang dimana orang tersebut masih bernafas namun jiwanya hilang entah kemana.
Jelas Alex menyadari perasaan kegugupan milik Cyla. Bahkan jika keluarganya tidak membuat dia terbangun dan tersadar akan dirinya, maka sudah dipastikan saat ini Cyla tidak bisa melihat sosoknya yang agung. Mungkin saat ini Cyla akan minat seorang laki-laki yang gila di dalam ruangan rumah sakit jiwa karena kehilangan seseorang yang dia cintai. Gilanya lagi ia mencintai seorang perempuan j*l*ng yang dengan mudah menipu hatinya.
'Cih, sial jika aku mengingatnya lagi aku ingin membakar jasad wanita j*l*ng itu sendirian saja tanpa bantuan orang lain' pikir Alex kesal. Jika mengingat hari-hari nya yang penuh dengan kemanisan berakhir dengan kepahitan seperti kopi yang manis di awal dan pahit di akhir.
"Tenang saja semuanya akan baik-baik saja" bisik Alex menenangkan kegugupan Cyla.
"Tapi..."
"Cyla, mari duduk di dekat sana" ucap Lion dan menunjuk ke arah tempat duduk yang berada di sebrang tempat tidur.
"Kami akan menjelaskan semuanya jadi tenanglah" tambah Leon yang melihat adiknya gugup saat melihat kondisi ibunya.
"ehmm" jawab Cyla dan mulai mengikuti langkah kaki kedua laki-laki yang ada dihadapannya. Membiarkan tangan kanannya kini memegang tangan kiri Alex. Matanya menatap kondisi wanita paruh baya yang sedang diperiksa oleh dokter.
"Tuan besar, teh Darjeeling nya sudah siap" ucap pelayan laki-laki dan membiarkan cangkir teh itu diletakkan di meja yang tersedia.
"Apa tidak ada kopi?" tanya Alex yang tidak biasa meminum teh Darjeeling, kecuali ibunya.
"Maaf Lex untuk kali ini kamu tidak bisa meminum kopi hitam kesukaan mu di ruangan ini" jelas Leon dan menghirup teh yang di sediakan.
"Apa ini berhubungan dengan ibumu?" tanya Alex dingin dan membuat Leon mengeluarkan senyum tipisnya.
"Ya" senyum Leon tipis.
"Saya akan menjelaskan keadaan istri saya kepada kalian berdua terutama kamu, Cyla" ucap Lion dan menatap ke arah Cyla sendu.
__ADS_1
"Apa ini berhubungan dengan cerita yang pernah diceritakan oleh kak Leon saat di restoran?" tanya Cyla.
"Mungkin ini berhubungan karena bagaimanapun juga saya tidak tau cerita apa yang diceritakan oleh anak laki-laki saya saat di new York, tapi tetap saja saya akan menceritakan nya secara singkat saja" jelas Lion membuat Cyla menggangguk paham. Cyla masih mengingat cerita yang diceritakan oleh Leon tentang dirinya.
Dimana perubutan hak waris menjadi yang utama, menyebabkan kehilangan dan kehancuran untuk orang-orang yang ada di dekatnya. Karena di dunia yang penuh dengan kedudukan seperti ini, sudah jelas alasan utama kehancuran keluarga merupakan perubutan hak waris.
"Apa kamu tau kenapa kamu hilang atau tinggal di panti asuhan?" tanya Lion to the point.
"Perubutan hak waris, bukan?" jawab Cyla membuat senyum sendu kembali muncul di wajah paruh bayanya.
"Ya kau benar karena hal itulah kami kehilangan kamu dan juga kehilangan jiwa ibumu dalam sehari. Jika aku benar seharusnya Leon pernah mengatakan bahwa kamu merupakan anak perempuan yang sangat-sangat ditungu-tunggu di rumah ini. Apalagi ibumu sudah lama tidak pernah hamil dan di saat melahirkan kamu dicuri oleh keluarga pamanmu, membuat jiwanya ketakutan di saat bersamaan" jelas Lion sambil mengingat-ingat kejadian dulu.
"Lalu apa hubungannya dengan tidak boleh membawa masuk alat-alat elektronik dan juga minuman kopi?" tanya Alex yang pernah mengidap penyakit ini. Namun gejala yang dihadapi setiap orang yang memiliki penyakit jelas berbeda, membuatnya ingin mengetahui.
"Oh maksudmu hal-hal itu ya, karena sebelum melahirkan istriku mendapatkan telpon dari kerabat nya tepatnya istri dari kakakku dan setelah itu kesadaran nya seakan terguncang membuat bayi yang ada di dalam perutnya ikut berkontraksi. Dan untuk kopi mungkin karena saat di rumah sakit ada seseorang yang tidak sengaja menumpahkan kopi ke tubuh istriku saat itu" jelas Lion membuat alis milik Alex mengernyit.
"Tidak sengaja, benarkah?" dingin Alex yang tidak percaya dengan kata 'tidak sengaja'. Apalagi melihat tatapan dingin pembunuh milik laki-laki tua itu.
"Kau benar bukan tidak sengaja melainkan direncanakan agar istriku keguguran saat berada di lift rumah sakit" lanjut Lion.
"Apa itu juga dilakukan oleh keluarga kakak anda?" tanya Alex.
"Ya lagi dan lagi kakak laki-lakiku yang melakukan nya dan merencanakan semuanya. Rencana yang disusun untuk membuatku terdesak dan menyerahkan kedudukan saat itu" jelas Lion.
"Sama sepertimu Alex, keluarga kami dihadapankan dengan hal yang sama. Dimana perubutan hak waris dijadikan hal utama yang korbannya merupakan orang-orang yang dekat dengan kita sendiri" timpal Leon yang menoleh ke arah ibunya. Dia melihat para dokter dan perawat sudah memberesi alat-alat mereka. Membuatnya berdiri dan menyambut dokter tersebut.
"Suksma" ucap Leon berterima kasih dan mengantarkan kepergian dokter.
"Mewali, tuan muda" balas dokter.
__ADS_1
"Apa semuanya sudah diperiksa?" tanya Lion yang berdiri dari tempat duduknya.
"Ya tuan besar semuanya sudah diperiksa dan jika anda ingin memulai pengobatan yang anda katakan saya harap untuk melakukan secara perlahan dan melakukannya sesuai standar kesehatan yang pernah saya katakan" jelas dokter.
"Becik, suksma" ucap Lion dan di angguki oleh dokter. Leon mengantarkan para dokter dan perawat keluar ruangan dengan sopan. Membiarkan ayahnya duluan mendekat ke arah ibunya yang menatap ke luar jendela.
"Kalian berdua kemarilah" ucap Lion yang meminta Alex dan Cyla mendekat ke arah istrinya.
"Ehmm" jawab Cyla yang masih gugup mendekat. Karena penjelasan yang diberikan oleh ayah kandungnya cukup membuatnya terkejut dan mengetahui betapa sakitnya ibunya saat dirinya pergi dan menghilang.
"Jasmine, aku membawa seseorang untukmu" ucap Lion memanggil nama istri nya lembut. Namun sayangnya tidak ada jawaban yang diberikan oleh istrinya. Membuatnya menghela nafas dan mengeluarkan senyum lembutnya.
"Jasmine aku membawa seseorang, apa kamu tidak ingin melihatnya? namanya sama denganmu. Dia sama-sama memiliki nama depan berjenis bunga seperti dirimu... bukankah itu takdir? Jasmine..." panggil Lion sekali lagi dan di saat itulah Jasmine yang sedang menatap ke arah kaca menoleh pelan ke arah suaminya.
Mata hitamnya yang kosong menatap ke arah laki-laki yang merupakan suaminya tersebut. Tidak ada tanggapan dan hanya sebuah gerakan menoleh kecil yang ia berikan.
"Lihat, perempuan yang ku bawa hari ini bukankah dia cantik?" ucap Lion....
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’ Apakah Lion bisa membuat Jasmine menatap Cyla dan memperkenalkan nya? atau Cyla bisa menyembuhkan ibunya dengan banyak kesamaan yang dia miliki?
Hmmm, mari kita liat di extra part berikutnya~ dan juga mari kita belajar Bahasa Bali yang ada di Extra part kali iniγ½(^o^)δΈΏ
Suksma (terimakasih).
Mewali (sama-sama).
__ADS_1
Becik (baik).
Sekian terimakasih, Mata neeπ