
"Apa kau memikirkanku?" goda Alex yang membuat Leon yang ada di sekitar sana memutar bola matanya malas.
"Sudah-sudah jangan goda adikku lagi, dan juga kenapa kau tidak bersiap-siap" jelas Leon mengingatkan Alex dan Cyla.
"Bersiap-siap?" bingung Cyla.
"Apa adikku jadi pelupa karena godaan suaminya? malam ini kita akan berangkat ke Indonesia jadi jangan lupa bersiap-siap" ucap Leon dan menggelengkan kepalanya. Tangannya mengambil bolpoin dan beberapa file miliknya. Berjalan keluar meninggalkan pasangan yang menyakitkan matanya.
'Hah, semoga saja ibu tidak apa-apa dan semoga saja Cyla bisa menjadi penawar penyakit milik ibu' pikir Leon.
Kedua orang yang berada di ruang tengah itu terdiam dan membiarkan ruangan yang tadinya penuh dengan kegugupan, kesedihan maupun candaan menjadi sunyi dan senyap.
"Anuu, sepertinya kita harus menyiapkan semua barang-barang kita" ucap Cyla gugup. Walaupun sekarang dirinya menjadi istri sah Alex tegap saja perasaan gugup yang ada dihatinya masih belum tersembuhkan. Apalagi jika mereka hanya berdua saja di ruangan, cukup membuat perasaan nya bertambah gugup.
"Tidak perlu membuang tenaga, pelayan akan menyiapkan nya" jelas Alex yang tidak ingin repot dan menekan intercom yang ada di dekatnya.
"Ka..kalau begitu mari kita keluar" senyum Cyla yang mencoba menutupi rasa kegugupan yang semakin menjadi-menjadi.
"Apa kau ingin lari dari diriku, sun?" bisik Alex tepat ditelinga kanan Cyla. Membuat wajah yang gugup itu menjadi tersipu malu.
"I...itu'" gugup Cyla. Matanya melihat ke arah kanan dan kiri, mencoba mencari bantuan yang ada di sekitarnya.
"Tidak ada orang di sini" bisik Alex yang mengetahui gerakan yang dibuat oleh Cyla.
"Orang? hahaha mana ada" ucap Cyla yang terkekeh pelan. Dia menyembunyikan wajahnya yang merona dan ketahuan di bawah dengan cara menundukkan kepalanya pelan. Tangan kanan dan kirinya saling bergenggeman mencoba mengikis rasa gugupnya.
"Sun..." panggil Alex yang masih mengingat panggilan mereka berdua yang dibuat oleh Rei.
"...."
__ADS_1
"Apa kita lanjutkan saja malam pertama kita yang berhenti itu?" bisik Alex yang refleks membuat Cyla memundurkan langkah kakinya dan melihat Alex dengan matanya.
"Lanjutkan? kau..." geram Cyla. Semua perasaan gugup dan malunya tiba-tiba menghilang dalam seketika. Saat mendengar Alex ingin melanjutkan malam pertama yang membuatnya sakit pinggang. Bahkan mengambil air minum di atas meja saja membuatnya jatuh ke lantai.
Tetapi orang yang bernama Alexander Johnson dan merupakan suaminya itu tidak pernah melepaskan nya. Bahkan jika dirinya yang sedang kesal kepada suaminya sendiri.
"Memang ada apa denganku?" tanya Alex sambil mengangkat bahunya santai.
"Kamu... melakukan ahrggh" geram Cyla yang melihat santai Alex. Seakan-akan mengganggap malam pertama miliknya itu sebuah hal yang tidak berakibat fatal untuknya.
'Arghhhh kenapa dia bisa setidak peduli itu, jika melakukan nya lagi sudah dipastikan saat ke Indonesia nanti aku akan tertidur lelap 24 jam' pikir Cyla yang kesal dengan sikap maupun ekspresi yang dikeluarkan oleh Alex. Sampai dimana tubuh berbau mint itu mendekat ke arahnya. Memberikan aroma yang menyegarkan dari keringat yang berasal dari permainan panahan. Sehingga membuat Cyla bisa merasakan tubuh yang penuh dengan gairah tinggi. Dan di sanalah Cyla mendapatkan sebuah kecupan lembut dari Alex.
Cup***
Alex mengecupnya lembut, dan memberikan nya sebuah tatapan yang penuh dengan gairah. Mata coklatnya tersembunyi di balik kabur yang dipenuhi kegairahan. Mata yang dingin dan tajam kini berubah menjadi kuat membuat Cyla meneguk salivanya.
"A..Alex" panggil Cyla gugup.
"Apa panggilan kita seperti itu?" ucap Alex yang memberikan peringatan nya. Membuat langkah kaki miliknya semakin ke belakang. Dimana setiap langkah kaki yang Cyla mundurkan akan membuat langkah kaki Alex maju.
"A...l"
"Hmm?" tatap Alex yang sekali lagi menatap Cyla. Dia memotong panggilan Cyla yang biasa, ia ingin mendengar secara langsung panggilan yang diberikan oleh anaknya dari mulut manis yang dia kecup tadi. Sebuah panggilan yang merupakan tanda kasih sayang dari pasangan yang saling mencintai.
"Emmm, maksudku moon!" teriak Cyla yang langsung membelokkan kakinya. Dia berjalan ke arah kanannya untuk menggapai pintu yang tertutup. Namun sayang tangan milik Cyla sudah digenggam erat oleh Alex. Membuat tangan yang berusaha untuk menggapai ganggang pintu itu tertarik dan menabrak tubuh Alex.
Kecupan yang berubah menjadi ******* memberikan sebuah sensasi aneh kembali untuk tubuhnya. Tubuh Cyla diletakkan di atas meja panjang yang digunakan untuk rapat itu. Dan Alex memperlihatkan sebuah senyuman smirk miliknya.
__ADS_1
"Ah.."
"Mari kita lanjutkan, sun" smirk Alex yang memulai pertempurannya selain di atas ranjang.
Mereka berdua menghabiskan waktu siang hari di dalam ruang rapat yang tertutup. Tanpa mengetahui bahwa kedua pelayan yang berjaga di luar dan sedang berdiri di pintu ruang rapat mendengar setiap hal yang sedang mereka lakukan.
"Anu, kak apa kita akan baik-baik saja di sini?" tanya pelayan perempuan yang memiliki rambut pendek.
"Entahlah... yang kutahu sepertinya aku akan mengganti shift kerjaku besok" jawab pelayan kedua yang memiliki rambut panjang dan diikat gaya kuncir kuda.
"Apa tidak bisa sekarang kak? ini benar-benar membuatku tidak tahan" ucap pelayan pertama yang masih mendengar setiap lenguhan yang ada di dalam ruang rapat.
"Tidak mungkin, karena kepala pelayan sedang mengurus sesuatu dengan nyonya besar dan jelas kita harus menyelesaikan tugas kita di sini" jelas pelayan kedua yang sesekali mengibaskan tangannya di dekat wajahnya.
"Tapi ini benar-benar panas kak, bahkan bisa-bisa aku akan terbakar karena hal-hal ini" ucap pelayan pertama yang tidak bisa menahan pendengaran nya. Dia sudah bekerja tiga setengah tahun di mansion dan tidak pernah mendapatkan hal yang seperti ini secara langsung. Jelas membuatnya merasa tidak nyaman dan ingin cepat-cepat pergi dari tempatnya sekarang.
"Sabar ini mungkin ujian untuk kita" ucap pelayan kedua yang juga merasakan hal yang sama persis dengan pelayan pertama. Kedua pelayan itu menghela nafas pasrah untuk tetap melanjutkan tugas mereka di sela-sela tuan muda dan nona muda mereka sedang berc*mbu.
Di sisi lain, seorang anak kecil sedang menatap jauh pintu rapat sambil menjilati es krim yang mulai meleleh. Dimana dia ingin kembali ke ruangan orang tuanya berada tapi sayangnya dia harus berhenti melangkah dan diam di tempatnya.
"Hah, kenapa aku bisa memiliki Daddy yang seperti itu? dimana saja sanggup dan kapan aku bisa memeluk ibuku kembali?" ucap Rei yang sesekali menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya heran.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Arghhh Alex ganas banget dah dan juga buat Cyla sabar ya ini ujian buat kamu yang merupakan istri Alex. xixixixi
__ADS_1
Dan juga buat orang-orang yang bilang cerita Extra part nya agak lebay yaa mungkin jelas sih karena bagaimanapun juga ini kan kisah romantis Cyla dan Alex yang penuh dengan madu atau bisa dibilang Kehidupan Doki-Doki Love mereka, jadi bagi yang gak suka silahkan mundur alon-alon.
Sayonara~