My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 140


__ADS_3

"Tidak mungkin" gumam Cyla yang tidak percaya dengan penampilan calon suaminya yang gagah. Menggunakan style yang diatur dengan demikian membuat ketampanan milik Alex keluar sempurna.



{Gambar Alex menggunakan kemeja putih dilengkapi jas hitamnya}


Matanya menatap Cyla dan meletakkan kedua jarinya ke arah matanya.


"Apa aku sudah tampan nona?" tanya Alex dengan senyuman manisnya. Cyla yang ditanya hanya bisa meneguk salivanya. Bahkan diri Alex tidak seperti seseorang yang berumur 30 tahun malah lebih mirip 26 tahunan kurang.


"Daddy ingin pergi jalan atau menikah?" tanya Rei yang sudah mengumpulkan nyawanya penuh.


"Sepertinya ini kurang cocok"ucap Irene yang setuju.


"Ah maafkan saya nyonya-nyonya ini hanyalah pakaian yang diminta tuan Alex untuk dinilai, karena yang dia gunakan berada di dalam" sopan Petugas laki-laki itu.


"ka..kalau begitu ganti saja" gugup Cyla. Dia harus menyiapkan jantungnya kalau begini. Pakaian formal untuk jalan biasa saja sudah setampan ini tambahnya Alex menggunakan jas pernikahannya. Mimpi apa dia kemarin malam hingga bertemu dewa Yunani.


Cyla yang sibuk dengan imajinasi dan Alex yang mengganti pakaiannya kembali. Sebenarnya dia hanya menunjukkan ketampanannya dengan pakaian santai tapi sepertinya ekspresi milik Cyla cukup membuatnya terhibur. Jika dia memakai jas pernikahannya mungkin yang terjadi bisa-bisa Cyla pingsan saat melihatnya.


"Aku ingin menggodanya lebih" pikir Alex.


Rambutnya di tata dengan lebih rapi. Kemeja yang mulanya bewarna putih diganti menjadi bewarna ungu kemerah mudaan. Jas hitam yang dia gunakan dilepas dan diganti menggunakan jas bewarna abu-abu kelam. Sebuah serbet kecil diselipkan di kantong miliknya. Pakaiannya yang rapi dan akan dia gunakan saat pernikahan sudah melekat di tubuhnya lengkap dengan dasi miliknya.


Suara tawa dan obrolan berhenti seketika saat Alex keluar dari ruangan wardrobe miliknya. Matanya yang tegas dan tinggi semampai merupakan nilai plus untung ketampanannya. Dengan postur tubuh seperti model, CEO muda dari perusahaan Johnson atau sering dikenal dengan John's Grup keluar dengan aura dewasanya.

__ADS_1



{Gambar Alex dengan jas dan tentunya yang akan dia gunakan di pernikahan nya, awas meleleh}


Dengan tangan kanan yang dia masukkan ke dalam saku dan matanya yang melirik ke arah lain. Membuat sisi tegas di setiap wajahnya terlihat jelas. Ketampanan yang sudah dia miliki sejak kecil hingga besar membuat laki-laki itu tidak akan dipercaya memiliki anak satu.



Semua orang yang ada di ruangan itu terkagum dengan penampilan laki-laki yang ada di hadapan mereka. Laki-laki dewasa, tampan dan sukses merupakan idaman semua wanita. Dan keberuntungan nya seorang perempuan bernama Rosena Cylame yang akan menemani laki-laki bernama Alexander Johnson.


"Mommy apa itu Daddy ku?" tanya Rei berbisik. Cyla menggangguk pelan, bagaimanapun juga laki-laki yang baru keluar dari wardrobe room adalah Alex dan tidak mungkin orang lain.


"Apa ini benar-benar anakku yang dulu, bukannya ini adalah hantu atau siluman!" pekik Irene tak percaya. Tawa pecah dari mulut Jennette saat mendengar temannya tidak percaya dengan perubahan anaknya. Sebenarnya dirinya juga tidak percaya hanya saja jika anak Irene dari awal saja sudah tampak maka bila dia menggunakan pakaian yang kaos oblong polos. Maka tetap akan termasuk keturunan dewa Yunani bukan lagi pengemis.


Alex hanya memutar bola matanya malas dan berjalan mendekat ke arah Cyla. Tangganya yang lembut merapikan rambut milik Cyla yang mulai pergi dari kawannya. Sebuah bisikan lembut menghampiri telinga milik Cyla. Bisikan yang membuat seseorang menjadi tergila-gila bahkan tidak bisa tertidur karena memabukkan sang penerima.


"Kau juga ingin ku bisiki" tukas Alex yang membuat Rei hanya mendengus. Dia hanya mendengar bahwa ayahnya mengatakan ayahnya tampan sisanya tentunya tidak.


"Jika aku berkata jujur kau memang tampan, Daddy" cicit Rei. Jarang-jarang di hidupnya dia memuji ayahnya tampan. Bahkan bila dia diminta pernah untuk memuji maka Rei akan mengatakan kebalikannya. Jangan lupakan mantan atau seorang perempuan yang sering ayahnya bawa. Setelah itu diperkenalkan menjadi calon ibunya maka dia akan mengejek dan menilai habis-habisan.


'Apa mulut Bibi sering dikompa?'


'Wah Bibi ingin masak kue ya jadi tepungnya di letakkan di wajah!'


'Bibi tidak punya uang untuk beli tadi jadi meminta Daddy mengantar, nih saya cuma punya satu dollar jangan lupa kembaliannya!'

__ADS_1


'Aku baru tau Daddy semiskin ini bahkan Daddy membawa pengemis ulung dengan pakaian kurang bahan seperti itu'


Dan masih banyak lagi kalimat ejekan yang sering membuat para wanita yang datang ke mansion depan menangis, mengadu, ataupun dihukum karena ketahuan oleh Omanya. Dengan cara itulah Rei juga seiring dimarahi ayahnya tapi sekarang mungkin akan segera berlalu karena ibunya sudah ada. Seorang perempuan yang baik hati bak malaikat. Senyuman nya yang manis seperti permen dan kehangatan seperti matahari. Rei mengembuskan nafas nya. Mungkin di saat inilah dia juga harus berubah total seperti ayahnya. Mencintai ayahnya dengan sepenuh hatinya dan menyayangi ibunya dengan sepenuh raganya.


"Kalian akan menjadi pasangan yang cocok" lanjut Rei. Matanya berembun, dia ingin menangis di ruangan ini. Saat dia melihat ibunya dengan gaun pengantin dan ayahnya yang sudah menggunakan jas pengantin pria.


"Rei ada apa? apa ada yang sakit atau tunggu... kamu menangis?" bingung Cyla, dia menundukkan tubuhnya menyamakan tinggi tubuh Rei. Walau kakinya sakit karena sepatu high heels yang sangat jarang digunakannya ini.


"Ada apa Rei?" bingung Alex yang mendekat ke arah keluarga kecilnya. Irene yang bingung berjalan mendekat ke arah mereka.


"Rei apa ada yang sakit?" tanya Irene lembut dia khawatir dengan cucunya. Cucu laki-laki yang sering menyembunyikan tangisannya di balik kegelapan dan malah menampilkan nya di ruangan yang penuh dengan cahaya yang terang.


"Rei" panggil mereka bertiga bersama-sama.


"Aku tidak menangis aku... aku hanya sangat menanti semua ini terjadi" ucap Rei yang diakhiri senyuman manisnya. Matanya meneteskan air mata dari ujung pelipis matanya. Dia tidak tau kenapa tapi semua perasaan nya meluap tiba-tiba. Dimana dia menuangkan nya tepat diantara orang-orang yang dia sayangi.


Alex dan Cyla yang mendengar ungkapan Rei hanya bisa memberikan senyum dan memeluk anak kecil yang ada dihadapan mereka. Sudah keberapa kalinya mereka seperti keluarga yang lebih dengan perasaan. Pelukan hangat, tangisan yang lembut dan mata yang indah. Irene memandang keluarga kecil yang menjadi hangat.


'semoga ini awal kebahagiaan kalian bertiga dan mom berharap badai tidak akan datang' ucap Irene dalam hatinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary

__ADS_1


β€’Author Yang nulis author juga yang baper T_T tapi tidak semudah itu Irene nasib anakmu ada di tanganku hohoho! dan juga sebentar lagi Cyla bakal bertemu dengan Abang kecenya nih!


β€’Jangan lupa kasih Rate 1-10 buat ketampanan Alex hari ini!


__ADS_2