My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 145


__ADS_3

Erika berada di ruangan yang ingin dia tuju. Dirinya melihat kedua pengawal yang menjaga di pintu dan ditambah seseorang laki-laki yang menggunakan baju rapi.


"Sepertinya aku harus membuat mereka pergi dulu" gumam Erika. Dia memulai akting miliknya, mengubah tatapan matanya menjadi lemah, dan meneteskan obat mata ke matanya. Membuat matanya sedikit berair dengan mengacak sedikit rambutnya yang baru saja dia tata.


"Hiks.. hiks.. permisi tuan" sendu Erika yang memulai aktingnya. Tatapan ketakutan dan sedih mengiringinya.


"Ada apa nona? apa anda membutuhkan bantuan? jika perlu maka saya panggilkan pelayan lainnya" ucap Rangga sopan. Erika menggelengkan kepalanya lemah dan menunduk sopan.


"Tidak tuan tapi hiks... tadi saya melihat ada orang misterius yang melakukan sesuatu hal terhadap mobil di luar sana" tunjuk Erika ke arah jalannya tadi.


"Mobil?"


"Hiks hiks iya tuan mobil bewarna merah atau hitam saya tidak ingat. Hiks saya takut karena orang tadi sangat mencurigakan" takut Erika.


"Baiklah nona terimakasih atas infonya, kamu ikut saya" tunjuk Rangga kepada salah satu penjaga yang menjaga pintu. Mereka berdua berjalan menuju tempat yang diberitahu oleh perempuan yang tidak dikenal mereka. Hanya saja mereka harus memastikan mobil tuan mereka tidak terjadi apa-apa. Seperti bom dipasang atau digesek oleh benda runcing ini sangat berbahaya.


Erika menutup mulutnya dengan sapu tangannya. Sambil menatap kepergian kedua orang yang sudah berhasil dia alihkan perhatiannya. Di balik sapi tangan mahalnya Erika tersenyum Smirk dengan rencana yang berhasil dia laksanakan. Dan sekarang dia harus membuat satu penjaga di pintu ini pergi agar bisa mengintip ruangan yang dijaga ketat.


"Ehmmm... permisi tuan" lemah Erika sambil memegang ujung baju penjaga tersebut. Tatapan tidak berdaya sekarang dia gunakan. Wajahnya mendongak sedikit dan memperlihatkan tatapan matanya.

__ADS_1


"Bi..bisakah anda mencarikan obat untuk kaki saya, hiks anda tau saya berlari dari luar" minta Erika. Penjaga yang berjaga menatapnya tajam dan menggangu.


"Tapi anda tidak boleh kemanapun sebelum saya kembali membawa obat kaki" tegas Penjaga. Erika menjawab dengan anggukan lemahnya.



Penjaga yang menjaga pintu ruangan itu sudah pergi mengambil obat yang dirinya minta. Erika melihat sekeliling nya dengan berhati-hati. Rencana yang dilakukan nya dengan mudah terselesaikan. Sebagai akhirnya dia harus mempastikan yang dikatakan kedua pelayan di toilet.


Tangan Erika berhati-hati memutar kenop pintu, dan mengintip orang yang ada di dalam ruangan. Matanya terkejut dan senyumannya berubah jadi cerah. Hari ini adalah keberuntungan nya. Dia melihat ada seorang laki-laki dan perempuan yang dihadapannya adalah calon istri yang berani-beraninya mengambil miliknya, Alex.


"Aku harus mengambil keromantisan mereka" smirk Erika. Dia mengeluarkan handphone miliknya, membuka kamera dan mezoom ke arah kedua orang yang sedang duduk di satu meja.


Beberapa foto Erika sudah ambil dan dengan cepat menyimpan handphone nya ke dalam tas miliknya. Berani-beraninya perempuan itu mengambil Alex darinya dan lihat bahkan pilihan Alex berselingkuh.


'Ini akan sangat mengasyikkan sekali' pikir Erika. Dia menutup pintu ruangan dan mengambil sapu tangannya kembali. Menutupi matanya yang sudah tidak berair lagi. Di mana dia melihat pengawal yang dia minta untuk mengambilkan obat sudah kembali.


"Obat anda nona" ucap Penjaga sambil menyodorkan obat yang dia bawa. Erika mengganguk lemah, ini adalah akting yang sempurna. Banyak orang yang sudah tertipu dengan akting yang dia lakukan. Seperti sekarang dengan mudah dia membuat ketiga orang yang ada di dekat ruangan ini pergi.


"Kau begitu saya pergi dulu, te... terima kasih tuan" ucap Erika dan berjalan menjauhi ruangan. Dia harus kembali ke toilet lagi untuk memperbaiki semua keadaan nya. Apalagi sekarang make up miliknya telah hancur karena air mata. Walau make up-nya hancur tetap saja dia mendapatkan hasil yang memuaskan.

__ADS_1


"Nah bagaimana kalau sekarang kita mengirim foto ini kepada orang yang sangat mencintaiku" percaya diri Erika. Di dalam toilet dihadapan kaca dia mengirimkan foto yang telah dia dapatkan.


Setelah mengirimkan foto Erika memperbaiki make up miliknya. Dari bedak, blush on, maupun Lipstik. Rambutnya dia sisir dan berikan vitamin. Erika harus menjadi orang yang sempurna karena orang yang merupakan incaran nya juga adalah orang sempurna.


Tetapi di saat Erika mengoleskan lipstik bewarna merah terang. Telpon berdering dari handphone yang ada di dekatnya. Nomor yang dia tau itu nomor siapa.


Kring Kring


"Ada apa Alex sayang? kau kangen denganku ya jadi menelpon ku" centil Erika.


"Tidak perlu banyak omong! cepat katakan apa maksudmu!"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Mari Kita doakan Alex tidak percaya dengan cabe ini! -_-

__ADS_1


__ADS_2