My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 121


__ADS_3

Setelah perdebatan untuk menentukan tanggal pernikahan maka di tentukan 20 hari kedepan. Vero menugaskan beberapa pelayannya untuk membawa buku yang berisikan nama-nama dan nomor kerabat keluarga Johnson agar dapat diberi tau kepada keluarga dan jangan lupakan untuk menghubungi wartawan untuk menyampaikan pernikahan yang akan terjadi. Sedangkan Irene berbicara dengan Cyla untuk memilih baju pengantin, undangan dan lain-lain.


Jika kedua keluarga dan seisi rumah sibuk dengan acar pernikahan yang harus disiapkan seperfect mungkin berbeda dengan Alex yang sedang duduk di atas balkonnya dan memakai airpods nya karena tangan kirinya sudah mendapatkan beberapa informasi yang dia butuhkan.


"Jadi dapat apa saja? tanya Alex to the point sambil membaca laporan dari laptopnya.


"Ya seperti yang kau minta aku sudah mendapatkan info laki-laki bernama Leonardo Dicapri dan dia memiliki perusahaan di Indonesia" jelas Luke. Seorang laki-laki yang hidup di balik layar dan menjadi tangan kiri Alex.


"Indonesia?" ucap Alex mulai tertarik. 'Bukankah itu asal negara Cyla' pikir Alex.


"Ya dia lahir di Australia dan baru pindah ke Indonesia saat kuliah" ucap Luke sambil membacakan beberapa informasi penting yang dia catatkan.


"Ada lagi?"


"Lumayan banyak aku sudah mengirimnya di email karena mungkin kita tidak bisa mendiskusikan ini selama sehari semalam bukan?" timpal Luke.


"Baiklah aku akan matikan"


"Tunggu ada satu info lagi yang ingin ku beritahukan padamu" ucap Cepat Luke sebelum telponnya dimatikan.


"bicaralah"

__ADS_1


"Aku sudah mendapatkan semua kegiatan wanita itu dan keberadaan nya" ucap Luke sambil menatap monitor miliknya.


"Lalu?"


"wanita itu mencoba untuk kembali ke new York tetapi seperti yang kau katakan jangan sampai dia kembali jadi aku sudah menutup semua akses dan merentas beberapa sistem yang dia pakai" jelas Luke. Senyum dingin muncul di wajah Alex di saat dirinya berdiri dari tempat duduk dan menatap halaman depan yang bisa dilihat dari balkon itu.


"Pastikan wanita ****** itu tidak akan bisa menginjakkan kakinya mau hidup atau mati" ucap Alex dingin.


"Dan beri tau aku saat dia berhasil lolos dari negaranya, Spanyol" lanjut Alex dingin dan tajam lalu mematikan telepon dan membuang airpods nya di atas meja. Dirinya tidak akan membuat wanita yang telah menyia-nyiakan nya datang kembali apalagi merusak semua hal yang sudah di bangun dari awal bersama perempuan bernama Rosena Cylame.


'Aku akan menjaga kalian semua dan membunuh perempuan itu bila dia mengusik semua rencana yang sudah ku susun' ucap Alex dalam hatinya dan tersenyum hangat saat melihat perempuan yang dia cintai sedang berjalan di halaman depan bersama ibunya.



Hasil yang biasanya di butuhkan 2 atau 3 hari menjadi 1 hari saja karena mudahnya teknologi dan jangan lupakan dokter yang laki-laki itu rekrut adalah dokter yang memiliki prestasi di banyak bidang, Dr.Bromocs.


"Apa masih lama? bukankah ini sudah hampir 24 jam lebih" tanya Laki-laki yang sedang mondar-mandir di depan pintu rumah sakit milik keluarganya.


"Tuan anda baru menyerahkan hasilnya kemarin dan pagi-pagi buta anda sudah ke sini tentu saja ini masih belum 24 jam lebih, tuan'' jawab asisten laki-laki itu. Apalagi melihat sikap tuanya yang tidak sabaran untuk melihat hasil dari tes yang sedang dilakukan.


"Tidak bisa begini ini sudah terlama lama Angga aku akan ke dalam dan memeriksa nya sendiri" ucap Lelaki itu percaya diri dan ingin menerobos ke dalam yang beruntungnya langsung ditahan oleh asisten nya.

__ADS_1


"Tuan Leon anda harus sabar jika tidak bisa-bisa Dr Bromocs menunda pekerjaan nya" ucap Angga memperingati atasannya itu. Ya tentu saja laki-laki yang sedang bolak-balik dan tidak sabaran itu adalah Leonardo Dicapri. Laki-laki yang sudah mendapatkan beberapa helai rambut dari perempuan bernama Rosena Cylame dan langsung berangkat ke negara Indonesia untuk memastikannya.


Jika orang berpikir dia gila maka ya bos nya sangat gila apalagi tingkah laku nya yang tambah aneh-aneh saat menunggu. Hingga pintu berwarna putih itu terbuka dan terlihat seorang laki-laki berumur 35 tahun keluar dari pintunya sambil menggunakan masker dan jangan lupakan jubah dokter miliknya.


"Apa kau gila Leon, jika kau dari tadi terus berteriak dan mondar-mandir tidak jelas bisa-bisa aku salah masuk bahan atau alat kau tau" ucap Dr.Bromocs memarahi temannya itu. Jika kalian berpikir dokter Bromocs tua maka kalian salah besar dia adalah dokter termuda di rumah sakit tentunya dan Bromocs adalah nama keluarganya bukan dirinya {jadi ingat jelas}.


"Ya ya sudah mana hasilnya aku butuh hasil bukan omongan mu" ucap Leon dan meminta hasil dari tesnya.


"Haishh nih hasilnya ingat jangan berteriak kalau tidak aku akan bilang ke ayahmu" ancam Dr. Bromocs dan memberikan sebuah amplop putih yang sudah di cap rumah sakit.


"Dasar pengadu" cibir Leon dan mengambil amplop putih itu. Tangannya langsung membuka amplop yang di tutup rapat dengan lem. Suara kertas robek terdengar saat ini saat Leon sudah tidak sabar membuka hasilnya dan memilih cara membuka dengan kasar amplop itu.


Dirinya menelan salivanya ada ketakutan ataupun kebahagiaan di lubuk hatinya saat ingin membuka hasil itu. Hasil yang merupakan hasil tes DNA menggunakan rambut milik Cyla dan tentu dirinya. Leon menarik nafas pelan, jantungnya berdebar-debar saat sudah memegang hasil yang dilipat rapi.


"Yang kamu buka itu kertas Leon bukan resleting celana mu " Canda Dr.Bromocs dan duduk sebrang Leon.


"Haha lucu" dingin Leon dan langsung membuka kertas yang dilipat itu. Jantungnya seakan tidak bisa berhenti berdegup kencang saat melihat angka dan keterangan yang tertulis di kertas putih miliknya.


"Cocok"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


__ADS_2