My Hot Daddy

My Hot Daddy
Terciduk


__ADS_3

Setelah Andrew yang di bawa Ibunya, William membawa Olivia ke kamar mereka. Kamar yang pernah menjadi tempat pelampiasan hasrat William yang di tumpahannya pada Olivia.


Kini, Baik Olivia maupun William mereka tengah menikmati kebersamaan mereka di dalam kamar itu.


" Apa kamu yakin ingin menikah dengan ku Olivia ?" William memberanikan diri untuk bertanya hal ini pada Olivia.


Mereka tengah berada di atas tempat tidur dengan Olivia yang membelakangi William karena dia masih malu dengan kejadian yang telah mereka lewati tadi.


Kejadian dimana mereka terciduk oleh Nyonya Matilda karena tengah berciuman mesra. Bukan hanya ciuman mesra saja, Tapi ciuman panas yang menggairahkan seakan membangkitkan jiwa Olivia yang semakin bergejolak.


" Olivia... " William bersingsut maju mendekatkan tubuhnya pada Olivia hingga dia bisa memeluk tubuh seksi wanita yang tengah berbadan dua itu.


" Tuan..."


" Aku tidak akan melakukan apa pun. Tenang saja. " Olivia bisa bernafas lega saat William mengatakan bahwa dia tidak kan melakukan hal apa pun pada Olivia.


Dia hanya memeluk Olivia dan mengusap perut buncitnya.


Entah mengapa berdekatan dengan William dan mendapatkan perhatian seperti ini membuat Olivia merasa sangat bahagia hanya karena perhatian kecil dari pria itu.


Dia malu, Malu saat ingin mengatakan bahwa dia menyukai aroma tubuh William yang maskulin bercampur keringat itu sangat di sukai oleh Olivia.


" Apa kamu serius ingin menikah dengan ku Olivia ? Jika kita menikah apa kamu bisa menyayangi Andrew juga seperti anak kamu sendiri ?" Olivia berbalik dan kini baik Olivia maupun William keduanya saling menatap dan menyelami isi hati mereka masing-masing.

__ADS_1


Entah perasaan apa yang tengah mereka rasakan saat ini, Terutama Olivia yang selalu ingin berada di dekat William.


" Aku menyayangi Andrew. Dia bukan seperti anak ku, Tapi seperti adik ku. Kami akan menjadi teman yang baik. " William senang mendengar jawaban dari Olivia yang mengatakan bahwa mereka akan menjadi teman yang baik.


" Lalu aku ? Apa aku bisa mendapatkan cinta mu ?" Olivia terdiam.


Dia bingung saat William bercerita tentang cinta yang di maksud karena dia memang belum mengerti apa itu cinta sendiri.


" Lalu hubungan tuan dengan Nyonya Amber ?"


" Amber sudah pergi dan aku sudah menceraikannya. " Olivia kaget saat mendengar William yang mengatakan bahwa dia dan Nyonya Amber sudah bercerai.


" Kenapa ? Apa karena aku ?" William menatap Olivia yang berpikir bahwa dia bercerai dengan Amber karenanya.


Bukan karena Olivia pun sebenarnya hubungan mereka sudah tidak baik.


" Kenapa selalu anak yang menandai korban dari keegoisan orang tua ?" Melihat Olivia yang bersedih seperti itu membuat William langsung memeluk tubuh wanita tang tengah bersedih itu.


Pelukan yang di dapatkan Olivia dari William semakin membuatnya bersedih dan menangis.


" Aku pernah merasakan kesedihan karena tidak memiliki orang tua dan hanya memiliki ayah ku saja. Aku tidak tau siapa ayah dan ibu ku yang sebenarnya. Apalagi saat Tuan mengatakan bahwa ayah bukan lah ayah kandungku. Di sana lah kehancuran ku Tuan...hiks..." Mendengar tangisan Olivia seperti membuatnya merasa tidak tega.


Olivia bersedih karenanya lagi. Jika saja dia tidak mengatakan hal itu mungkin dia tidak akan bersedih.

__ADS_1


Tapi bagaimana lagi ? Dia memang harus mengatakan hal itu karena memang bukan ayahnya Olivia. Apalagi pria itu adalah pria yang telah menipunya milyaran rupiah.


" Maafkan aku yang selalu membuat mu bersedih Olivia. Maafkan aku Sayang. " William terus saja meminta maaf pada Olivia karena dia banyak sekali menyakiti hati Olivia.


Terlebih kini dia tengah mengandung anaknya. Maka William tidak ingin Olivia bersedih lagi.


" Tenanglah Sayang. Aku akan mencari tau di mana orang tuamu yang asli. Aku akan mencarinya untuk mu. " Tangis Olivia terhenti, Dan menatap pada pria yang memberikannya kenyamanan.


" Apakah aku bisa bertemu dengan ibuku Tuan ?" Tanya Olivia dengan manja.


Melihat sikap Olivia yang sudah berubah membuat William ikut tersenyum karena sebegitu mudahnya membuat Olivia tidak bersedih lagi.


Memang benar bahwa mood ibu hamil itu cenderung naik turun dan sedikit demi sedikit William sudah bisa menangani sikap Olivia yang naik turun seperti ini.


" Aku janji. Tapi apa yang akan aku dapatkan jika bisa mencari mereka untuk mu ?" Olivia menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau apa yang bisa diberikannya pada William karena Olivia tidak memiliki apa pun untuk diberikan pada William.


" Aku tidak memiliki apa pun untuk aku berikan pada Tuan. "


" Berikan aku ciuman. "


" Hah ? Ciuman apa Tuan ? " Tanya Olivia yang tidak mengerti ciuman apa yang di maksud William.


" Ciuman seperti ini. "

__ADS_1


" Hemphh..." Bibir Olivia sudah bungkam oleh Bibir William dan mereka kembali berciuman dan bertautan bibir dengan posisi sangat intim karena saat ini William tengah mengungkung tubuh Olivia di bawahnya.


...💦💦💦...


__ADS_2