
"Angga apa pakaianku sudah rapi?" tanya Leon yang sudah memakai pakaian jasnya.
"Tenang saja tuan pakaian tuan sudah rapi sampai-sampai nyamuk yang lewat saja bisa jatuh cinta saat melihat tuan" jawab cepat Angga.
"Benarkah? tapi sepertinya ini kurang aku merasa ada yang kurang lengkap?" gumam Leon yang sesekali memeriksa kancing bajunya yang sudah di kancing atau belum dan lain-lain.
"Atau aku kurang tampan?" tanya Leon sambil memegang tangan Angga reflek.
"Tuan ini sudah pertanyaan yang ke 29 kalinya dan mohon maaf saja tuan apa anda sedang gugup?" tanya Angga. Karena dari tadi mereka sedang menunggu kedatangan tamu di restoran bintang 5. Dan tuannya yang merupakan atasannya sudah bertanya sampai ke 29 kalinya. Bisa-bisa mulutnya berbusa jika menjawab pertanyaan yang sama seperti ini.
"Gugup? kau bercanda ini aku dipercaya diri untuk bertemu adik kandungku" gagap Leon. Perasaan nya merasakan dag-dig-dug saat ini.
"Tuan saya sarankan anda..." Angga yang ingin memberikan saran berhenti seketika di saat pintu ruang makan VIP terbuka dan menampilkan seorang perempuan dengan Hoodie hitam dan masker yang menutupi nya. Jangan lupakan kacamata yang sama-sama bewarna hitam. Perempuan berhoodie itu masuk ke dalam ruangan.
Mata Leon menatap mata Angga meminta penjelasan siapa yang datang ke arah mereka. Yang dimana orang itu tidak terlihat wajah maupun tampangnya. Tetapi dimana detik mulai berjalan tangan kecilnya orang itu mulai membuka tudung Hoodie dan memperlihatkan rambut hitam panjangnya.
Masker yang dia gunakan sudah dia turunkan, kacamata yang menempel di wajahnya dia lepas dan simpan ke dalam kantong Hoodie. Dengan wajah yang cemas dan kelelahan, matanya menatap ke arah depan. Mulutnya yang tebal, terbuka menarik nafas pelan-pelan.
__ADS_1
"Maaf saya terlambat tadi ada hambatan di jalan" maaf Cyla. Ya perempuan yang ada dihadapan Leon dan Angga adalah Cyla. Dengan pakaian sederhana yang hanya menggunakan Hoodie hitam ditemani beberapa perlengkapan lainnya.
"Apa ini benar nona Rosena Cylame?" tanya Angga mempastikan.
Dengan senyuman yang manis dan nafas yang sudah kembali normal, Cyla memberikan senyuman manis dan ekspresi hangatnya.
"Ya selamat sore tuan, perkenalkan saya Rosena Cylame" senyum hangat Cyla.
"Dia benar Cyla, Angga walau dia menggunakan baju besar dan tidak seperti kelihatan di berita atau pantai waktu itu. Orang yang tersenyum itu memang Cyla adikku" bisik Leon menjelaskan keraguan Angga. Dimana Angga yaitu asistennya hanya seorang melihat Cyla di berita maupun di pantai Hawai dengan pakaian yang indah dan tentunya tidak longgar.
"Aku akan membawanya untukmu Bu" pikir Leon.
"Ehmmm kalau begitu bisakah saya duduk? jujur saya tadi habis dikejar wartawan" Ungkap Cyla yang melihat kedua orang dihadapannya hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun kepadanya. Tawa keluar dari mulut Leon, di saat dirinya melihat wajah polos adiknya yang akan dia berikan fakta. Bahwa ini 'ini aku, aku kakakmu'
"Hahaha maaf-maaf sepertinya kami tidak sopan kepada tamu, silahkan duduk" ucap Leon mempersilahkan. Cyla menggangguk dan berjalan ke tempat duduk.
__ADS_1
"Terimakasih tuan Leon, kalau begitu apa yang ingin anda bahas untuk pertemuan kali ini?" tanya Cyla.
"Saya ingin membahasnya cepat tapi sayangnya perut milik saya sedang kelaparan dan meminta asupan" senyum Leon. Cyla yang menyadari bahwa perutnya berbunyi seakan orang yang tidak makan 2 hari. Padahal dia hanya melewatkan makan siang tadi.
"Ah maaf" malu Cyla. Leon menatap Angga dan mengganguk mengistirahatkan. Angga yang paham berjalan ke arah pintu dan meminta para penjaga untuk meminta para pelayan menyajikan makanan mereka.
"Panggil para pelayan dan minta sajikan makan malamnya lebih cepat" perintah Angga. Salah satu penjaga yang ada di sisi pintu langsung mengerjakan tugasnya dan mencari pelayan yang diminta untuk menyiapkan makan malam lebih cepat.
Tidak berapa lama kemudian makan malam dihidangkan diantara lain Steak daging sapi impor yang berasal dari Belanda, soup dan beberapa makanan lainnya. Semua pelayan mengundurkan diri dan juga Angga menutup pintu ruang makan VIP lalu ikut berjaga dengan para pengawal di luar. Sedangkan Leon dan Cyla berada di dalam ruangan untuk membahas semua hal.
"Kalau begitu mari kita bahas sesuatu hal yang bersangkutan dengan anda nona Cyla, seperti yang ada di chat waktu itu" sopan Leon. Cyla yang menyuap potongan daging ke mulutnya. Menyelesaikan kunyahan dan meneguk jus mangga yang ada di sampingnya.
"baiklah saya akan mendengarnya" hangat Cyla. Tanpa tau sebuah hal yang akan dikatakan oleh orang yang ada dihadapannya bisa mengguncang dunianya.
πππππππππππππππ
β’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
__ADS_1
My Ex Secretary
β’Ekspresi seperti apa yang akan ada di wajah Cyla ya?