
Di Sebuah Pulau Pribadi
yang terletak di tengah-tengah lautan, di sanalah keluarga Johnson berada. Keluarga dengan tiga orang itu sedang bersenang-senang, tepatnya seorang wanita dengan seorang lelaki kecil yang sedang bermain dengan pasir pantai yang putih.
Tawa bahagia terdengar dari keduanya, membuat suasana kedua orang itu terasa dekat dan akrab. Membuat pria yang sedang diabaikan merasa cemburu, saat melihat istri yang baru ia nikahi telah mengabaikannya dan lebih memilih untuk memperhatikan bocah bau tersebut.
"Tch." Dengan suara decihan yang diabaikan, suara tawa bahagia keluar dari mulut lelaki kecil itu.
"Hahaha, lihat mom bukankah istana pasir yang kita bangun persis seperti istana yang ada di buku bergambar." Tawa Rei tanpa rasa bersalah sama sekali.Terutama saat merasakan pandangan sengit dari ayahnya yang akhir-akhir ini berubah menjadi cuka bau.
Asam dan pencemburu, ini sangat menyebalkan (pikir Rei kesal).
Cyla yang mendengar perkataan anaknya dengan senang hati menjawab tanpa merasakan tanda bahaya di sekelilingnya. Terutama mata sengit yang penuh dengan kecemburuan itu masih menatapnya dengan marah.
"Kau benar dan istana pasir ini lebih indah dibandingkan buku bergambar yang pernah mommymu baca." Balas Cyla senang,
"Tentu saja karena istana pasir ini dibangun dengan tangan mommy dan tanganku, yang membuat istana ini berkali-kali lipat lebih indah dibandingkan istana pasir lainnya." Ucap Rei yang tak lupa memuji dan menyanjung hasil karyanya.
"Heh, benarkah? Tapi sepertinya istana mu hanya terlihat seperti gundukan pasir biasa." Sindir Alex yang telah mendekatkan diri ke kedua orang tersebut. Sambil menatap sengit ke arah anaknya dan akhirnya melihat dengan jelas penampilan istana pasir yang dibuat oleh anaknya dengan bantuan istrinya.
Pasir yang ada di pantai memiliki warna keputihan yang indah, membuat Istana Pasir yang dibangun oleh keduanya terlihat sangat menarik. Dengan fondasi yang kokoh namun tidak dibuat secara bercanda.
__ADS_1
Walaupun istana pasir itu terlihat biasa dan seperti gundukan di bagian belakangnya, tapi saat berjalan mendekat dan melihat istana pasir itu secara langsung dari depan kau akan melihat betapa bagusnya istana pasir itu.
Istana pasir itu memiliki tiga lantai dengan lantai pertama yang dibangun dengan jembatan, lantai kedua yang memiliki balkon dan lantai ketiga sebagai titik kunci yang memperlihat dua sosok besar dan kecil sedang berdiri berdampingan di sana.
Membuat Alex yang melihatnya dengan cepat menyadari bahwa kedua sosok yang berdiri di lantai ketiga adalah sosok istri dan juga anak laki-lakinya. Kedua sosok itu dikelilingi oleh tanaman rumput laut dan juga kerang kecil berwarna kebiruan.
Terlihat cantik dan sempurna, seakan memberi tau bahwa kedua sosok itu adalah keluarga yang memimpin sebuah kerajaan dengan keadaan yang indah dan juga penuh keharmonisan.
"Heh, kenapa sekarang Daddy diam? Apa Daddy terlalu takjub dengan istana yang ku buat? Aku tau istanaku terlalu indah sehingga membuatmu terpesona dan membutakan matamu yang tua itu." Ucap Rei tanpa rasa takut saat menyindir ayah yang mendonorkan sel miliknya agar bisa menghasilkan anak sejenius dirinya.
"Mempesona? Hey, aku bukan terpesona oleh karyamu namun aku hanya berpikir bahwa kemampuan anakku semakin tahun semakin menurun. Bahkan dengan waktu yang cukup lama kamu hanya bisa membangun 3 lantai saja." Sindir Alex yang tidak mau kalah, dan mengalihkan pandangannya yang lembut ke istri yang baru ia nikahi.
"Hem?" Toleh Cyla yang mendengar panggilan suaminya, membuat bulu kuduknya merinding karena semenjak menikah dengan Alex tepatnya bosnya sendiri, dia rasa suaminya semakin hari semakin melekat dengan dirinya dan tidak mau berpisah dengannya.
Membuat Cyla yang diajak bermain oleh anaknya dengan cepat mengambil kesempatan itu untuk kabur dari suaminya. Jujur saja dia merasakan pinggangnya sakit dua hari ini karena olahrga berat yang ia lakukan.
'Ugh, bagaimana cara agar aku bisa kabur dari pria ini?! Kenapa aku jadi menyesal menikahinya, huhuhuhu'
"Istri. . ." Bisik Alex di samping telinga istrinya saat menyadari bahwa istrinya tidak menghiraukan panggilan nya sedikitpun.
__ADS_1
"Ya, suami."
"Kenapa kau tidak beristirahat di kamar, bukankah kau mengatakan kau kelelahan beberapa hari ini?" Tanya Alex langsung, karena saat ia bangun tadi ia menyadari bahwa posisi di samping tempat tidurnya telah lama kosong dan terasa sangat dingin.
Membuat Alex yang ingin menggoda dan memanjakan istrinya, terdiam saat menyadari istrinya tidak ada di kamarnya. Lalu mengetahui dari bawahannya bahwa anak laki-laki yang merupakan keturunan asli darinya pergi membawa kabur istrinya.
'Sial, aku harus mengirim anak ini secepat mungkin. Agar dia tidak bisa menganggu bulan maduku dengan istriku.' Pikir Alex yang memikirkan cara untuk mengusir bocah bau yang ada di dekat istrinya.
"Aku-"
"Hm, cup."
Kecupan yang ringan dengan cepat diganti dengan ciuman yang panas, membuat Cyla yang ingin menjelaskan alasan kepergian dengan suaminya terhalang oleh ciuman itu. Yang mana ciuman yang ringan itu berubah menjadi panas, dengan memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya dan menggosok giginya yang lembut.
Membuat Cyla yang berdiri menjadi lemas dan hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke arah suaminya. Membiarkan Alex menopang tubuhnya dengan lembut dan penuh rasa keposesifan.
Alex yang melihat tubuh istrinya menjadi lemqh merasakan kesenangan, dan memperdalam ciumannya. Yang mana salah satu tangannya menopang tubuh istrinya dengan kuat dan tangan yang lain dengan kuat menghalangi dan menutupi mata anak bau yang mencoba mencongkel sudutnya setiap hari.
"Daddy, apa yang kalian lakukan? Kenapa kau menutupi mataku?!!! Bukankah kalian sudah sering menghabisi waktu berdua, jadi berikan mommy kepadaku dan berhenti menghalangiku!" Teriak Rei kesal dan dihiraukan oleh Alex yang sedang mencium istrinya dengan dalam.
"Hah. . . Hah. . ."
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Hayuuuu, udah lama tak jumpa jangan lupa baca novel author yang satunyahyang berjudul "My Sweety Girl"