My Hot Daddy

My Hot Daddy
Hubungan Baik


__ADS_3

Selama proses USG yang di lakukan Olivia, William terus menemaninya dan menggenggam tangannya dan tidak membiarkan Olivia ketakutan dengan semua ini karena memang Olivia takut untuk periksa kandungannya.


Tapi kini, Berkat sentuhan hangat dari William Olivia berani melakukan ini semua demi anaknya.


Seperti saat ini, William juga tengah menggandeng tangan Olivia untuk masuk berjalan ke dalam mobil setelah USG selesai dan anak mereka di bayarkan sehat keseluruhannya.


Yang masih tidak habis pikir oleh isi kepala William, Kenapa bisa anaknya berjenis kelamin laki-laki padahal dia menginginkan anaknya perempuan.


Tapi tidak masalah, Baik laki-laki atau perempuan itu sama saja. Yang terpenting baik Olivia dan anaknya sehat dan tumbuh dengan baik.


Kini tinggal dia menuruti apa yang di inginkan ibu hamil itu saja.


" Jadi beli es cream dan roti keju kan ? Beli coklatnya juga. " William menganggukkan kepalanya.


Dia menolak pun percuma karena pasti Olivia tidak akan mau bicara padanya lagi.


apalagi hubungan mereka yang sudah semakin membaik saat ini. William juga berharap bahwa Olivia akan semakin betah hidup bersamanya nanti dan mereka akan segera menikah demi anak-anak mereka nantinya.


" Tapi Tuan, Aku bisa berjalan sendiri. "


" Tidak ! Kau harus tetap berjalan bersama ku. Aku tidak akan membiarkan mu berjalan sendirian. " Jawab William dengan tegas hingga membuat Olivia merasa bahwa William saat ini tengah marah dengannya.


William sendiri yang melihat itu kembali menghembuskan nafasnya dengan panjang karena dia merasa bahwa ini adalah cobaan baginya untuk semakin melatih dirinya untuk menjadi Daddy yang lebih baik lagi demi Andrew dan juga anak yang masih berada di dalam kandungan Olivia saat ini.

__ADS_1


" Tapi kapan kita akan menikah ?"


Deg !


Jantung Olivia seperti berhenti berdetak saat mendengar kata pernikahan yang keluar dari bibir William.


Karena jujur, Olivia masih berusaha belajar agar lebih membuka hatinya lagi untuk William.


Apalagi perasaannya terhadap William belum sejauh itu.


Melihat Olivia yang terdiam seperti itu membuat William langsung sigap membelai perut Olivia yang dia kira anak mereka sedang berlatih sepak bola di dalam sana atau bahkan sedang bermain mobil balap hingga membuat Olivia kesakitan.


Walau pada kenyataannya tidak sama sekali. Ya karena memang dia tidak merasakan sakitnya sama sekali.


" Hey Boy, Jangan nakal di dalam sana. Kasihan Mommy kamu. " Jika biasanya William akan memanggilnya Baby Pink maka saat ini William mengganti panggilannya dengan sebutan Hey Boy.


" Baby Boy tidak nakal. Dia sedang tidur Tuan. " William langsung melihat ke arah wajah Olivia yang meras tersipu malu dengan apa yang di lakukan William saat ini.


" Lalu kenapa perut kamu bergerak ?" Tanya William karena merasa heran.


Dulu dia tidak pernah memperhatikan kehamilan Amber sedikit pun. Jadi dia tidak ingin anaknya ini juga merasakan hal aoa yang di rasakan Andrew dulu karena itu akan sangat menyakitkan bagi William sendiri.


" Itu, Karena aku lapar Tuan..." William tercengang saat mendengarkan jawab dari Olivia yang mengatakan bahwa dia tengah kelaparan saat ini.

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan Olivia membuat William langsung sigap untuk membawa wanita hamil kesayangannya itu untuk menuju tempat makan yang di inginkan Olivia.


" Aku ingin makan steak seperti yang pernah ku makan di kapal pesiar waktu itu. Saat Tuan membawa ku ke meja judi. " Ada kenangan pahit di dalam setiap kata yang keluar dari bibir Olivia hingga membuat hati William juga merasakan kesaktiannya juga..


Dia tau sudah berapa jauh William menyakiti Olivia dan meninggalkan luka yang sangat membekas di sana.


" Maafkan aku karena telah meninggalkan luka mendalam pada mu Olivia. Aku minta maaf. " Mendengar William yang kembali meminta maaf padanya membuat Olivia merasa tersentuh.


Selama ini beberapa bulan hidup bersama William, Olivia tidak pernah mengetahui sama sekali jika William pernah meminta maaf pada siapa pun.


Tapi kini, William terus saja mengatakan maaf padanya. Maaf yang entah berapa kali sudah terucap dari bibir angkuh seorang William Jhonson Piero yang terkenal sangat sombong selama ini.


" Tapi kata ibu, Tuan sudah berubah. Jadi apa aku bisa memegang janji itu ? Janji untuk tidak menyakiti ku dan anak ku ? Apa Tuan bisa berjanji untuk tidak menyakiti ku lagi t utama anak ku ? Jika Tuan bisa berjanji untuk itu maka aku akan memikirkan lagi tawaran dari Tuan untuk menjadi Mommy baru untuk Andrew. " Kenapa William merasa bahwa Olivia ini romantis sekali ?


Rasanya bahkan dia ingin kembali mengigit pipi gembul Olivia namun dia takut jika wanita itu akan kembali menangis dan merengek tidak henti saat dia menggigit pipinya seperti tadi.


" Apa itu benar ? Apa kamu benar-benar mengatakan ini pada ku Olivia ?" Olivia sendiri, Dia menganggukkan kepalanya karena memang dia ingin memberikan kesempatan kedua bagi pria ini agar bisa hidup lebih baik lagi dan menebus semua dosa-dosa yang pernah di lakukannya.


" Apa Tuan tidak percaya dengan ku ?"


" Tidak bukan seperti itu maksud ku. Aku hanya--Ah sudah lah jangan membahas masalah yang tidak penting karena saat ini aku sangat bahagia. Sekarang ayo pergi. Aku akan menemani mu makan apa pun yang kau inginkan asal itu bersama ku. Ayo.? " William kembali menarik tangan Olivia untuk pergi bersamanya mencari restoran mewah yang hanya menyajikan steak dari daging premium berkualitas terbaik dunia saja.


Dia tidak ingin memberikan sembarangan hak pada Olivia yang tengah mengandung anaknya saat ini.

__ADS_1


Maka dia akan berusaha sekuat tenaganya untuk mewujudkan setiap keinginan Olivia karena memang William sudah menyakiti dirinya bahwa dia memang mencintai Olivia.


...💦💦💦...


__ADS_2