
"I.. itu..." gugup Leon sambil menatap ke arah adik perempuannya yang sedang gugup dengan pernyataan milik dokter. Tatapan milik Leon mengajak orang-orang yang ada di sana ikut melihat ke arah Cyla yang sedang berpegangan dengan tangan Alex.
Membuat Cyla yang sedang gugup bertambah gugup karena tatapan yang tiba-tiba. Mendongakkan kepalanya sedikit ke atas lalu menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bingung miliknya.
"Ehhh, a..aku?" tunjuk Cyla bingung dan juga gugup. Leon yang mendengar ucapan adik perempuannya menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian kembali menoleh ke arah dokter yang juga ikut kebingungan dengan tatapan yang diberitakan oleh Leon untuk adiknya.
"Jika aku tidak salah saat itu ibu melihat ke arahku. Dimana tatapannya menuju ke arah orang yang ada di belakang ku yaitu tepatnya Cyla yang sedang berdiri di belakang ku. Kemudian tidak lama kemudian aku melihat ibuku menangis. A...aku tidak tau apa yang dilihat ibuku saat itu, aku.. aku benar tidak tau" jelas Leon yang mencoba menyeka air mata miliknya tapi sayang air mata yang ditahannya kembali muncul dan menetes setiap mengingat hal-hal yang baru saja terjadi.
"Senyuman" ucap Alex dingin. Membuat orang-orang yang ada di sana menatap ke arahnya.
"Senyuman, apa yang anda maksud tuan?" tanya dokter.
"Senyuman Cyla sama dengan senyuman milik ibunya" jelas Alex singkat. Membuat dokter yang mencoba menerka-nerka mengetahui maksud dari ucapan singkat Alex.
"Jangan bilang..."
"Ada apa, Graham." tanya Lion yang ingin tau kondisi istrinya.
"Jika ucapan dari laki-laki itu benar maka kita bisa menyembuhkan nyonya secepatnya" ucap Graham. Seorang dokter profesional yang merupakan satu-satunya dokter yang bertanggung jawab untuk penyakit yang dimiliki oleh Jasmine Dicapri.
"Apa maksudmu Graham? aku tidak tau apa yang kau bicarakan sekarang?"
"Maaf tuan Lion, saya akan menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan kejadian yang bisa dikatakan baik dan merupakan keajaiban seperti yang saya katakan tadi. Dimana saat ini nyonya besar mengeluarkan air mata saat melihat senyuman yang sama dengan miliknya dulu yaitu senyuman anak perempuan kandungnya" jelas Graham penuh semangat.
"Artinya, istriku bisa mengenali seseorang saat ini?" tanya Lion terkejut. Mendengar penjelasan dokter pribadi milik istrinya sudah cukup membuatnya bahagia, apalagi dengan kabar bahwa istrinya memiliki respon yang lebih terhadap anak perempuan nya sendiri. Walaupun jiwanya telah hilang Lion tau bahwa istrinya tidak akan pernah lupa akan perasaan darah daging yang ada.
__ADS_1
"Kemungkinan itu benar tuan besar, dan jika kita persentase kan 60-75% nyonya besar bisa mulai mengeluarkan banyak ekspresi sebagai respon terhadap lawan bicaranya." jelas Graham.
"Ayah ini, ini benar-benar hari yang membahagiakan ayah" ucap Leon bahagia.
"Tentu saja, ini hari bahagia" senyum Lion dan memeluk anaknya. Menatap ke arah Cyla dan mengeluarkan uluran tangannya.
"Kemarilah.." ajak Lion ke arah anak perempuan kandungnya. Memberikan julukan tangannya dan tersenyum hangat. Ia sangat senang hari ini dan bersyukur bahwa kedatangan anak perempuannya menjadi berkah untuk keluarganya. Membuat rasa khawatir dan cemas mulai tersisih dan berganti menjadi rasa bahagia.
Cyla yang melihat juluran tangan milik ayah kandungnya langsung menatap Alex gugup. Dia tidak tau perasaan apa yang akan dirinya dapat kan saat memeluk keluarga kandungnya langsung. Ia tidak tau apa yang akan terjadi, dimana dirinya dibesarkan bertahun-tahun lebih di panti asuhan.
Tanpa mengetahui keluarga kandung yang melahirkannya dan tanpa tau masa depan. Cyla benar-benar ingin memeluk keluarganya saat ini, menerima juluran tangan itu dan menangis sekuat-kuatnya. Namun jantungnya selalu berdetak lebih keras, kegugupan selalu muncul. Ia bingung apa yang harus dilakukan sekarang. Hingga sebuah dorongan membuatnya masuk ke dalam pelukan yang tidak pernah rasakan.
"Semuanya akan baik-baik saja, pergilah" bisik Alex lalu mendorong tubuh Cyla pelan ke arah Lion dan Leon. Membiarkan istrinya masuk ke dalam kehangatan keluarga yang tidak pernah ia dapatkan. Dengan senyum tipisnya, Alex menatap Cyla tenang. Ketenangan yang memperlihatkan bahwa perasaan nya saat ini senang karena istrinya mendapatkan sesuatu hal yang tidak pernah dia bayangkan semasa hidupnya dulu.
Leon yang melihat ekspresi Alex yang berubah hanya bisa tertawa di dalam hatinya. Mengetawai sikap rendah hati dan rela berkorban milik Alex. Dimana kedua sikap itu merupakan sikap yang tidak mungkin dimiliki oleh Alexander Johnson seumur hidupnya.
'Pffffttt hahahaha, astaga air mataku akan mengering bila begini jadinya.... kenapa Cyla bisa memiliki suami yang seperti itu' tawa Leon dalam hatinya.
Ia tidak pernah menyangka Alex akan merelakan Cyla dan membiarkan Cyla dipeluk oleh dirinya dan ayahnya secara langsung. Bahkan sikap posesif milik Alex harus mengalah demi kebahagiaan istrinya sendiri.
'Sial, aku jadi ingin memeluk Cyla kuat-kuat dan menyombongkan nya' lanjut Leon yang tidak bisa berhenti tertawa di dalam hatinya. Kebahagian milik ibuku membuat perasaan sedihnya hilang ditambah sikap Alex yang menyenangkan cukup membuat dirinya ingin mengejek laki-laki tersebut.
"Leon, ada apa denganmu tubuhmu bergetar?" tanya Lion yang melihat tubuh anak laki-lakinya bergetar.
__ADS_1
"Ah maaf ayah, aku hanya terlalu bahagia saja" bahagia karena bisa melihat sikap Alex yang sangat langka, lanjut Leon dalam hati.
"Baiklah dan juga Cyla apa pelukan kami terlalu kuat untukmu?" tanya Lion yang sedikit khawatir karena ia takut pelukannya terlalu kuat untuk anak perempuan nya.
"Emm tidak, ini cukup.. cukup nyaman dan hangat" jawab Cyla dan memelankan suaranya.
"Apa katamu tadi?" tanya Lion yang tidak mendengar ucapan sang putrinya.
"ah, tidak apa-apa. Hanya bergumam kecil saja" gugup Cyla lalu menyembunyikan wajahnya di pelukan ayah dan kakak laki-lakinya.
"Baiklah" ucap Lion dan memeluk anak perempuan nya. Baunya harum seperti bau istrinya,membuat perasaan sedih dan bahagia menjadi perasaan yang sangat tenang. Terkecuali untuk Leon yang sedang menatap Alex rendah. Mengejeknya dengan cara mengelus rambut panjang milik Cyla lalu menciumnya pelan.
'Lihat Lex, aku menyentuh istri tersayang mu dan mencium rambutnya' ucap Leon dalam hati sambil menatap Alex. Alex yang melihat tatapan mengejek dari Leon, mengeluarkan auranya yang dingin. Wajah yang tadinya tenang kini berubah menjadi suram dan dingin.
'Leon, jika kau pikir aku adalah orang yang berbaik hati karena merelakan istriku di sentuh kalian. Maka lihat saja besok aku akan membalasmu' pikir Alex yang tau maksud dari tatapan mengejek milik Leon. Membuat Alex hanya bisa mengeluarkan senyum tipis nan dinginnya ditemani dengan kepalan tangan yang ingin sekali menonjok wajah milik Leon secepat mungkin.
'Akan ku tandai kamu, Leon' dingin Alex.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Dan juga mau beri info bahwa besok bakal udpate kalau Likenya 1,5k tercapai lagi. Jadi jangan lupa like ya karena like itu gratis kecuali kuota atau wifinya jelas bayar sendiri lah. Enak aja minta author bayarin, author juga manusia penyuka teknologi juga kali.
__ADS_1
Ditambah saya juga ngasih empat jempol yaitu dua jempol tangan dan dua jempol kaki buat kalian semua para readers karena kalian semua sangat bersemangat untuk bab kali ini.
Terimakasih banyak, Mata Ne Minna~