
"hmmmm... sakit sekali ini dimana?" bingung Erika. Matanya terbuka perlahan-lahan, penglihatan nya masih buram dan dia melihat ada beberapa orang dihadapannya.
'siapa mereka?' ucap Erika dalam hati. Tangannya mencoba bergerak tetapi tidak bisa ada sesuatu yang mengikatnya dan di saat kakinya juga digerakkan dia merasakan kakinya juga terikat oleh sesuatu hal.
Matanya mengerjap beberapa kali, melihat siapa yang ada dihadapannya. Karena seingatnya dia akan melayani seorang laki-laki paruh baya mungkin sesuai tulisan yang ada di kotak merahnya.
'tunggu laki-laki' pikir Erika yang langsung menstabilkan pikirannya, dia bisa melihat jelas sekarang ada beberapa laki-laki yang tidak dia kenal. Bahkan seumur hidup juga dia tidak mengenal nama-nama atau wajah orang-orang yang dia layani. Tetapi ini berbeda dia merasakan bahwa hidupnya akan terancam di sini.
"hmmmm...ehmmmm" Erika mencoba berbicara tapi sayangnya mulutnya terikat oleh sebuah kain. Kain itu merendam suara miliknya dan juga membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara teriakan.
"ehmmmm...hmmmm" ucap Erika sekali lagi. Dia mencoba melepaskan tali yang mengikat pergelangan tangannya dan menggesek-gesekan ikatan yang ada di kakinya juga. Tetapi ini sangat menyulitkan dia tidak pernah mengalaminya hal-hal ini.
"Sepertinya anda sudah bangun nona Erika" ucap salah satu laki-laki.
"ehmmmm..." teriak Erika. Tubuhnya sangat-sangat tidak nyaman dan dia merasakan bahwa orang-orang yang di dalam ruangan ini berbahaya. Apalagi sekarang dia berada di dalam posisi dimana dia terikat di ranjang. Tangan kanan dan tangan kirinya diikat terpisah dan diikat dari ujung ke ujung ranjang. Membuat tubuh Erika menjadi telentang dan membiarkan tubuhnya terbuka.
"hmmmm...!!" teriak Erika.
"Tenang nona Erika kami akan melayani anda sebaik-baiknya" smirk laki-laki lain.
"Ehmmmm..."
__ADS_1
"Tidak jangan menunjukkan wajah yang penuh dengan emosi nona, kami hanya menjalankan tugas sesuai perintah dari atasan kami" ucap yang lainnya dan mempersilahkan seorang laki-laki tua berjalan ke arah depan. Tubuhnya gendut dan dia memiliki tompel di wajahnya membuat Erika merasakan rasa geli dan jijik saat melihat wajah tersebut.
"Apa anda masih mengingat saya, Erika?" tanya laki-laki gendut tersebut di mendekat ke Erika dan mengelus pipinya lembut. Wajah gendut dan jeleknya itu membuat Erika ingin muntah lalu memukul laki-laki tersebut. Tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan karena tangan, kaki bahkan mulutnya saja terikat.
Erika menggeleng sebagai jawaban, karena memang kebenaran nya dia tidak mengingat siapapun bahkan orang-orang Nyang sering dia tiduri. Erika hanya mengingat uang ataupun aset fantastis yang diberikan orang-orang tua yang postur tubuhnya saja tidak akan dia ingat sama sekali.
"Sepertinya anda lupa, bahwa gaun yang anda pakai saat foto shoot adalah pemberian saya" ucap laki-laki gendut tersebut sambil mengelus lalu membelai pipi Erika lembut. Rieka mencoba untuk menjauhkan tangan tersebut dari wajah cantiknya tapi semua usahanya sia-sia.
"Tetapi saya tidak menyangka anda akan membuat saya menjadi rugi besar" lanjut laki-laki gendut. Tangannya bergerak ke arah bawah tubuh Erika dan menyentuh tubuh wanita tersebut. Erika yang merasakan hal tersebut hanya bisa bergetar dia merasakan gejolak aneh di sana. Dan hal ini belum pernah dia rasakan sebelumnya. Di saat dia melayani banyak lelaki ini belum pernah terjadi.
'apa..sebenarnya ini' pikir Erika ketakutan.
"Dan kerugian itulah yang harus anda bayar, oleh karena itu nikmatilah hadiah yang saya siapkan untuk anda" jelas laki-laki tersebut sambil menarik paksa dagu Erika ke arahnya. Melepaskannya dan kemudian memetikkan jari. Membiarkan anak-anak buahnya menjalankan tugas yang dia berikan.
Tugas yang bisa membuatnya mendapatkan keuntungan walau hanya sedikit. Tetapi tetap saja ini adalah cara yang terbaik agar dirinya tidak berurusan dengan orang tersebut. Laki-laki gendut tersebut pergi meninggalkan kamar hotel, membiarkan Erika mendapatkan sesuatu hal yang tidak terbayangkan.
....
"Apa yang akan kalian lakukan kepadaku!!!" teriak Erika yang dilepaskan penutup mulutnya. Dia berteriak seperti orang gila tetapi tidak ada yang menjawabnya yang ada hanyalah sebuah tatapan menyedihkan.
__ADS_1
"Jawab aku! apa kalian tidak tau siapa aku!" teriak Erika lantang.
"Hei jawab!" teriak Erika lagi. Dia kesal dengan orang-orang yang tidak menjawabnya dan hanya mendiamkannya saja.
"Kami tau anda siapa, anda adalah orang yang akan kami layani penuh dengan gairah tentunya" jawab salah satu laki-laki lain yang sudah membuka bajunya.
"tung... tunggu apa maksudmu?" bingung Erika.
"mari kita mulai" smirk yang lainnya. Kalimat itulah yang menjadi bencana untuk Erika. Teriakannya dan suara des*h*n memenuhi ruangan. Tetapi hanya Erika yang memiliki suara penuh dengan kesengsaraan. Dia bukan merasakan sebuah hubungan erotis penuh gairah tetapi semua yang dia rasakan seakan-akan mematahkan tubuhnya.
"aahhh tidak-tidak!" teriak Erika kesakitan. Semua laki-laki itu menerkamnya dan tidak melepaskan nya. Dia hanya bisa mend*s*h dan berteriak meminta pertolongan tapi sayangnya hotel yang dia kunjungi merupakan hotel bintang 4 dan memiliki fasilitas untuk membahagiakan tamu sangat baik. Membuat suara minta tolongnya tidak terdengar dan hanya menggema di ruangan tersebut.
"aahhh!!!"
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Masih pertengahan siksaan Erika jadi sabar ya... dan juga sorry dikit karena jujur authornya lagi pusing :)
__ADS_1