My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 116


__ADS_3

Cyla,Alex Dan Rei sudah menaiki pesawat pribadi milik Alex dengan tangan kanan Alex yaitu Mex yang sebagai pilot karena Rei memaksa ayahnya untuk menemani mereka di kabin pesawat.


"Bagaimana kalau kita main game?" tawar Cyla sambil menatap kedua laki-laki yang sudah masuk ke dalam hatinya itu.


"Game apa?" tanya Alex. Rei memegang kedua tangannya untuk berpikir sebentar. Hingga sebuah ide masuk ke dalam pikiran miliknya.


"Bagaimana kalau Truth or dare?" ucap Rei semangat karena di masih ingat permainan yang pernah dimainkan oleh teman di kelasnya tapi sayang pembahasan truth or dare nya adalah pasal keluarga yang membuat dirinya hanya bisa melihat dan mendengar teman-teman nya bermain.


"Baiklah" jawab Cyla dan Alex bersama-sama.


"Tapi bagaimana kita mengurutkan nya karena yang ku tau mereka menggunakan botol" ucap Rei sedih yang membuat Cyla mengeluarkan idenya.


"Bagaimana kalau memilihnya menggunakan permainan mommy di Indonesia" ucap Cyla yang membuat Rei dan Alex menatap bingung ke arah perempuan yang ada dihadapannya.


"ah tenang tidak sulit kok hanya mengucapkan kalimat Hompimpa Alaium Gambreng dan masing-masing dari kita akan menguluarkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas" jelas Cyla.


"Seperti ini" ucap Rei yang mengeluarkan telapak tangan menghadap ke bawah.


"Atau ini?" tanya Alex yang menghadap ke atas.


"Ya seperti itu sebenarnya ini digunakan untuk bermain petak umpet tapi karena tidak mungkin kita mainkan di sini jadi kita gunakan saja untuk memilih yang bermain Truth Or Dare" ujar Cyla sambil tersenyum manis.


" Petak Umpet?" bingung Rei.


"Ah itu permainan sembunyi-sembunyi" jawab Cyla yang membuat Alex mengusap kepala Rei pelan.


"Suatu saat kita akan bermainnya" ucap Alex hangat sambil mengusap kepala milik Rei. Rei yang merasakan telapak tangan besar milik ayahnya yang berada di atas kepalanya membuat dirinya merasakan hal yang berbeda. 'Sangat hangat' pikir Rei.


"Kalau begitu ayo kita mulai" ucap Cyla Semangat. Terdengar di dalam pesawat itu suara Hompimpa Alaium Gambreng diucapkan. Ketiga telapak tangan dikeluarkan dan tentu saja hanya satu orang yang berbeda di sana.

__ADS_1


"Kenapa harus aku giliran pertamanya" ucap Cyla sebal saat melihat telapak tangannya menghadap ke atas dan berbanding terbalik dengan kedua orang laki-laki yang menghadang ke bawah.


"Truth Or Dare?" tanya Rei.


"Tentu saja Truth" jawab Cyla santai yang membuat Rei mendengus sebal.


"aish tidak seru lah" sebal Rei yang membuat Cyla tertawa kecil dan mencubit pipi milik Rei gemas.


"Jangan ngambek lebih baik ajukan pertanyaan aja yaah" bujuk Cyla sambil mencubit pipi Rei.



Rei yang dicubit pipinya lembut hanya bisa tersenyum karena di saat seperti ini lah dirinya tidak ingin kehilangan semua kehangatan antara keluarganya, bila waktu bisa dihentikan maka dirinya akan merekam dan akan mengigat setiap momen ini. Apalagi dirinya bukan Tuhan dan dirinya tidak akan tau apa yang akan terjadi di hari berikutnya.


"Mommy nanti pipi Rei tidak punya daging lagi" canda Rei yang membuat Alex memegang pipi anaknya lelakinya itu.


"Daripada cubit pipi milik Rei lebih baik kasih pertanyaan ke mommy saja" ucap Rei kembali ke topik yang membuat kedua orang itu langsung menjauhkan tangan mereka dari pipi Rei.


"Baiklah silahkan bertanya apapun akan mommy jawab jujur" ucap Cyla.


"Siapa Leon?" tanya Alex to the point yang membuat Rei menatap mantap ke arah ibunya sedangkan Cyla yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa melongo.


"Eeeh Leon?"


"hmmm" ucap Alex meyakinkan.


"Ahh Leon maksudmu laki-laki itu."


"Mommy, harus jawab lengkap" ucap Rei.

__ADS_1


"Dia adalah orang yang kepalanya pernah kena botol kaleng yang ku tendang" jawab Cyla jujur.


"Lalu kenapa kau masih bertemu dengannya?" tanya Alex lagi.


"Karena aku belum bertanggung jawab masalahnya aku orangnya tidak enak apalagi aku sudah terbiasa menyelesaikan masalah sampai tuntas dari kecil" jawab Cyla jujur karena dirinya tidak enak dengan Leon dan juga dirinya merasakan perasaan hangat saat bersama dengan lelaki itu.


"Kalau kau menendang botol dan kena kepalaku apa kau akan bertanggung jawab?" tanya Alex sambil menatap tajam ke arah Cyla.


"Tentu saja aku akan... eh tunggu apa kamu cemburu?" tanya Cyla balik yang membuat Leon langsung mengalihkan pandangannya dan menyembunyikan wajahnya.


"tidak ada" ucap Alex sambil menatap ke arah lain. Cyla yang melihat tingkah laku Alex hanya bisa tersenyum manis karena dirinya mulai mengetahui sikap-sikap manis milik Alex yang terpendam. 'Lucunya' pikir Cyla.


"Kalau begitu sekarang giliran Rei" ucap Rei semangat.


"Baiklah untuk anak mommy yang satu ini tanyakanlah apa yang mau Rei tau" hangat Cyla.


"Jika nanti Mommy dan Daddy sudah bersama dan ada seseorang dari masa lalu datang yang membuat konflik untuk mommy apa yang akan mommy lakukan?" Ucap Rei jelas.


Jujur saja dirinya ingin menanyakan pertanyaan yang mungkin tidak seharusnya dirinya tanyakan saat dirinya masih berumur anak-anak seperti ini. Akan tetapi perasaannya merasakan sesuatu akan terjadi dan cukup membuat firasat nya terasa buruk.


'Aku tidak ingin apapun terjadi kepada keluarga kecil baruku ini' batin Rei cemas.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang judulnya :


My Ex Secretary


β€’ Jangan Lupa Follow My Ig : @dna2005_

__ADS_1


__ADS_2